orang baik
kalau di dunia ini saya bisa milih mau jadi orang apa, rasa-rasanya saya cuma pingin jadi orang baik. nggak perlu jadi orang hebat, nggak perlu jadi orang terkenal, nggak perlu jadi orang kaya raya, tapi harus jadi orang baik.
nggak mau nyakitin siapa-siapa. nggak pingin bikin orang benci sama saya. nggak mau ambil hak orang lain. sebisa mungkin melebihkan timbangan. sebisa mungkin memaafkan. sebisa mungkin memenuhi janji. sebisa mungkin mengalah.
susah. karena saya sering salah, sering lupa, nggak banyak tahu, dangkal banget pemahamannya. susah. karena mungkin saya belum punya kapasitas jadi orang baik, karena di mata orang lain, sesekali saya penjahatnya.
saya suka sekali sama kata-kata ini: di dunia yang kamu bisa menjadi apa saja, pilihlah untuk menjadi orang baik.
Relate!
Pengen jadi orang baik saja, ga gimana-gimana. Tapi tidak semudah itu. Ujiannya mulai muncul satu persatu.
Ternyata di kisah orang lain, beberapa kali akulah sang villain, si antagonis.
Di kepalaku pernah antara baik dan buruk jadi samar, karenanya. Padahal keduanya hal yang kontras, beda telak! Jelas sekali.
Ternyata ada banyak beda yang harus diterima. Tidak semua hal harus dipaksakan menjadi sama, karena perbedaan adalah niscaya. Hatta setiap perbedaan memiliki keindahannya masing-masing.
Aku belajar tentang perbedaan etik, yang dulu serampangan kupaksakan harus sama. Sekalinya menemui beda, aku terluka sendiri. Iya.. memang lucu. Tapi kini pelajarannya mulai kupahami, walau sampai kini dan nanti, aku tetaplah seorang pelajar~
"Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (hanya dengan) berkata: "kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi?"











