Teruntuk puan tercantik yang terpilih secara aklamasi
Yang pada tangannya kutemukan keikhlasan untuk terulur
Yang pada hatinya kutemukan kebingungan dalam melangkah
Terlambat untuk dekat, bukan berarti tak banyak cerita yang melekat
lagu “i’m not the only one” akan menjadi lagu favorit ku sekarang dan kelak
Teruntuk ketua kelas terbaik yang terpilih se kehendak hati rakyat
Ketahuilah, ada rasa terima kasih ku pada setiap kelas yang terlaksana
Ada rasa minta maaf yang ku sisipkan setiap kali ku buat kau risih dan merana
Satu pesan ku untuk mu
Anjing menggonggong kafilah berlalu, maju terus gapai cita-cita mu!
Teruntuk lae ku, partner terbaik dalam presentasi tapi tidak dengan dota
Si calon suami takut istri yg tak pernah gagal memukau kelas dgn ingatannya
Argumentasinya lantang, kepandaiannya tak perlu diragukan
Walaupun sering ia tenggelam dalam kesibukan
Percayalah kawan, terlalu sulit untuk ku untuk tidak merindukan mu
Teruntuk pace family man, Fadlan
Si penguasa waktu yang pandai sekali ia be toleransi dengannya
Melalui kerendahan hati, dia berikan ketulusan dlm berteman yg sulit kita cari
Pada tiap kesempatan, tak luput ia beri kehangatan yg selalu buat kita nyaman
Atas semua kenangan, kan ku kirim selalu doa untuk kesuksesan visi mu kawan
Last but never be the least, teruntuk Syahrul Rakhmat Ismail
Entah kapan anak ini dewasa, tapi karena itu, meninggalkan dia aku tak kuasa
Entah apa rasanya kelak ketika jauh dengan dia yang selalu sukses buat tawa
Lepas dalam memberi pujian dan pandai dgn caranya dia sendiri beri dorongan
Sio ahh, kamu harusnya tau kalau sebenarnya kamu yang hebat kawan
Dan pada akhirnya garis takdir pun menuliskan kata perpisahan
Terima kasih ku pada Tuhan yang telah mengizinkan kita untuk dipertemukan
Terima kasih ku pada kalian atas kebaikan yang kalian berikan
Akhir kata, semoga kalian mengenang ku seperti aku mengenang kalian ♡