Prosa 29
Teruntuk puan tercantik yang terpilih secara aklamasi Yang pada tangannya kutemukan keikhlasan untuk terulur Yang pada hatinya kutemukan kebingungan dalam melangkah Terlambat untuk dekat, bukan berarti tak banyak cerita yang melekat lagu “i’m not the only one” akan menjadi lagu favorit ku sekarang dan kelak
Teruntuk ketua kelas terbaik yang terpilih se kehendak hati rakyat Ketahuilah, ada rasa terima kasih ku pada setiap kelas yang terlaksana Ada rasa minta maaf yang ku sisipkan setiap kali ku buat kau risih dan merana Satu pesan ku untuk mu Anjing menggonggong kafilah berlalu, maju terus gapai cita-cita mu!
Teruntuk lae ku, partner terbaik dalam presentasi tapi tidak dengan dota Si calon suami takut istri yg tak pernah gagal memukau kelas dgn ingatannya Argumentasinya lantang, kepandaiannya tak perlu diragukan Walaupun sering ia tenggelam dalam kesibukan Percayalah kawan, terlalu sulit untuk ku untuk tidak merindukan mu
Teruntuk pace family man, Fadlan Si penguasa waktu yang pandai sekali ia be toleransi dengannya Melalui kerendahan hati, dia berikan ketulusan dlm berteman yg sulit kita cari Pada tiap kesempatan, tak luput ia beri kehangatan yg selalu buat kita nyaman Atas semua kenangan, kan ku kirim selalu doa untuk kesuksesan visi mu kawan
Last but never be the least, teruntuk Syahrul Rakhmat Ismail Entah kapan anak ini dewasa, tapi karena itu, meninggalkan dia aku tak kuasa Entah apa rasanya kelak ketika jauh dengan dia yang selalu sukses buat tawa Lepas dalam memberi pujian dan pandai dgn caranya dia sendiri beri dorongan Sio ahh, kamu harusnya tau kalau sebenarnya kamu yang hebat kawan
Dan pada akhirnya garis takdir pun menuliskan kata perpisahan Terima kasih ku pada Tuhan yang telah mengizinkan kita untuk dipertemukan Terima kasih ku pada kalian atas kebaikan yang kalian berikan Akhir kata, semoga kalian mengenang ku seperti aku mengenang kalian ♡

















