Una McCormack flawlessly pulling off the first known instance of Chekhov's Sofa
seen from Belgium
seen from China
seen from China
seen from United States
seen from Germany

seen from Malaysia
seen from Hong Kong SAR China
seen from Kazakhstan

seen from Malaysia
seen from China
seen from Türkiye
seen from China
seen from Bulgaria

seen from United States
seen from United States
seen from Bulgaria
seen from United States

seen from Bulgaria
seen from United States
seen from United States
Una McCormack flawlessly pulling off the first known instance of Chekhov's Sofa

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Verte en cielos tan bonitos es
como un paisaje, en donde
descubro que tenerte
ha sido todo en mi vida .
tu perguntou porque eu estava sorrindo, eu dei de ombros e não respondi, mas o motivo é claro quando eu falo com você eu me sinto em casa novamente. Eu sorrio porque meu lar tem nome. É o seu.
- pandadarkness
【2196日目②】2019-01-21 matangi mariさんのインド料理イベント、今回はパンジャーブ州♪いつも違う料理なのにいつもどストライクに好きな味。 . matangi at 風知空知@下北沢 _______________________________________________________ Panjabi Thali by Matangi ※上から時計回りに #Panjabi Chicken パンジャーブ地方の家庭のチキンカリー #Moong Dal Tadka 緑豆のカレー #Curd Shorba ヨーグルトのスープ #Pindi Chole ヒヨコ豆の炒めもの #Panner Bharji インドのカッテージチーズの炒めもの #Achar スパイスオイル漬(カリフラワー、キントキ人参、キンカン) #Parak Raita ほうれん草のヨーグルトあえ #Chaat インドのストリートフード #Chawal ごはん #Poori 揚げパン(ビーツ入り) . 毎回唸らせてくれるmariさんの料理。すんばらしい。 僕の知っている北インドなんて、本当につまらない知識。そんなことを思わせる、未知の北インド・パンジャーブ料理でした。 . まず目に飛び込んでくる真っ赤な円盤はビーツのプーリ。ん〜〜揚げたてが美味しい。写真撮るのを我慢したら、きっともっと美味しいんでしょうね。 . パンジャーブ料理は、肉と小麦粉がほとんど…ではないんですね。パンジャビチキン以外はすべて野菜料理。すごいすごい。 . メティの効いたムング豆のカレー。酸味のヨーグルトスープ。ビッグカルダモンのスモーキーな香りのドライチャナダル。アジョワンの不思議な香りのライタ。あぁパニールも良かったなぁ…金柑のアチャールも! . チャートの日本語訳が雑ですね(笑)タマリンドソースとダヒの酸味コンビと芋の合わせ技は絶妙です。 . いつも全力で最高の料理を作ってくれるmariさん、美味しい料理をありがとう^^ 今日の「美味しい」はいつもとは違う「美味しい!」なのでした。 . _______________________________________________________ 🇮🇳 #north #india #curry #spice #panjab #punjab #tali #matangi #カレー #パンジャブ #下北沢 #風知空知 #フクドローン #ふくすたぐらむ (風知空知) https://www.instagram.com/p/BtEDJJ9AecS/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=6g7ul1q2skxl
Honest Review for Nona Teh dan Tuan Kopi: Parak by Crowdstroia
Gue mau jujur di sini. Like, jujur sejujur-jujurnya tentang tulisan gue.
Parak itu buat gue pribadi kayak bukan apa-apa dibanding Arkais.
Bukannya gue nganggep jelek, sih. Tapi... ya gitu. Masih mentah. Gue aja kaget ternyata ada yang suka. Paling kaget pas gue di kampus ketemu teman dari fakultas lain, tiba-tiba dia teriak udah baca Parak dan nungguin banget Arkais terbit. Like, wow, gue kaget cerita dengan skill tulisan gue yang cupu itu bisa disukain orang. Maksudnya, bukannya meremehkan diri sendiri. Tapi yah... gimana ya jelasinnya. Kayak, lo udah tiga tahun nulis rutin dan tiba-tiba lo baca cerita lo tiga tahun lalu, terus lo spontan, “Buset gue alay banget, apaan nih drama abis, apa sih tulisan sok asik ini mah” atau semacamnya. Dan gue yakin ini normal dialami penulis-penulis lain. Soalnya, gue juga ngalamin ini ketika ngelihat gambar-gambar gue semasa SD dan membandingkannya dengan gambar gue sekarang. Kayak geli sendiri gitu hahaha.
Makanya pas waktu editing Parak itu kayak... gue bingung harus gimana. Kalau mau ngikutin keinginan terdalam sih, gue mau nulis ulang aja semua dari awal. Tapi, gue tahu itu makan waktu, dan sebenarnya nggak terlalu worth it juga buat gue untuk stuck di karya-karya lama. Dalam arti, iya gue tahu itu masih banyak kekurangan. Teh dan kopi di Parah berasa cuma tempelan, Regen rada kekanakan, beberapa hal nggak masuk akal (karena pas SMA itu gue rasanya mau masukkin semua ide yang muncul di NTdTK, nggak gue pilah-pilih dulu mana yang oke dan mana yang kurang cocok). Gue bisa aja ngubah cerita dalam arti gue tulis ulang, tapi ntar bakal makan banyak waktu. Kalau kata mbak Shireishou, pada akhirnya nggak ada tulisan yang benar-benar sempurna. Yang ada hanyalah tulisan yang sudah selesai. Jadi... gue memilih untuk merelakan Parak beserta segala “kekurangannya”. Karena kekurangan-kekurangan ini at least mengingatkan gue bahwa karya pertama gue nggak bisa langsung sempurna. Seenggaknya pembaca gue juga bisa sadar bahwa tulisan gue berkembang secara bertahap, nggak seketika bagus.
But Arkais is a different case, tho.
Gue kayak... merasa mengalami pendewasaan diri sebelum menulis Arkais. Alasan gue bikin Taklik di Wattpad itu karena gue egois. Gue tuh mau nulis cerita tentang pernikahan tapi yang angsty, dan gue rasa Varsha dan Regen bisa jadi medium. Oleh karena itu gue bikin Taklik yang nyambung dari ujung konflik Arkais. Cuma, setelah gue pikir-pikir, itu jatohnya gue menulis sesuai keegoisan gue, bukan sesuai karakterisasi para tokoh.
Itulah kenapa, Arkais is a different case.
Cara gue memandang sesuatu sekarang dengan cara gue di masa tiga tahun lalu itu udah beda. Di SMA, gue masih kepengaruh standar masyarakat. Masih mikir tokoh utama wanita karier yang belum menikah itu belum bahagia karena belum menemukan belahan jiwa dia. Si tokoh utama wanita karier ini merasa kosong, dan kekosongannya belum diisi oleh lelaki cinta sejati dia.
Gue yang sekarang nggak suka dengan premis kayak gitu.
Karena, hidup ini bukan cuma perkara cinta asmara. Kita bisa kok, hidup bahagia as a single. Kebahagiaan itu bisa datang dari mana aja. Ada keluarga, ada teman, kita juga bisa appreciate ourselves dengan melakukan hobi, dress nicely, berpetualang ke tempat yang belum pernah kita datangi, mencoba hobi baru, something like that. Appreciate every little thing in our life is the key to be happy. Bersyukur dengan apa yang ada, maka kita akan merasa kita hidup dalam kecukupan dan bahagia. Bahagia nggak melulu tentang cinta asmara. Makanya di sisi lain, gue merasa bersyukur gitu “NTdTK: Parak” baru bisa diterbitin beberapa tahun setelah ceritanya tamat, nggak seketika terbit setelah ditamatin di Wattpad. Karena di masa-masa gue menunggu Parak di-edit, gue merasa mengalami perkembangan mental LOL. At least gue udah keluar dari dogma standar masyarakat tentang kebahagiaan. Jadi konten di Parak versi cetak menurut gue udah lebih matang daripada yang versi Wattpad. Kalau NTdTK Parak versi Wattpad itu, gue suka tulisannya yang (mungkin) ngalir, tapi gue yang sekarang nggak akan suka kontennya yang terlalu menghamba cinta, yang menganggap seolah apabila Varsha belum menikah, maka dia sebenarnya merasakan kekosongan yang perlu diisi. Gue yang sekarang mungkin bakal tutup cerita NTdTK Wattpad versi 2013 di chapter kelima karena gue nggak suka isi kontennya.
Kalau bicara Parak, sebenarnya gue merasa it’s a good book, tapi bisa lebih baik karena masih banyak kekurangan. Seandainya gue pembaca baru cerita Crowdstroia, terus pertama baca karyanya Troia adalah Parak, mungkin gue bakal jujur kasih 2.5 bintang buat Parak. Cukup menghibur, tapi nggak cukup buat bikin gue merasa tercengang dan takjub.
Sementara buat Arkais?
Kita lihat nanti. Yang jelas, I put more effort for Arkais.
- Troia

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Ultimamente ando fazendo coisas tão erradas...mas foi o que eu achei certo fazer pra tentar te esquecer.
Ilusionando
eu disse que te amaria, e olha não é porque parei de falar sobre você que eu não sinta mais nada, eu só estou colocando outras coisas no lugar que você costumava estar na minha cabeça, mas até as pessoas que eu conheço tem alguma coisa em comum com você, eu tenho raiva, sinto raiva por ainda ter você tão viva em mim, mesmo deixando claro que não está nem ai pra mim. Eu deixei de me humilhar por migalhas, eu cansei de deixar que me torturem por que eu amo. E, bem esse amor vai ir embora e vai ser apenas um "espero que fique viva e encontre forças dentro de si mesma para continuar", talvez depois de um tempo você queira voltar só que eu não te amarei mais, seremos pessoas diferentes e iremos ter que nos conhecer mais uma vez, talvez você queira ficar dessa vez, só que eu? bem, eu estarei sempre aberta a possibilidades de amor porque tem coisas que não mudam, essa é minha essência e tudo bem eu sempre sobrevivi. Eu estou por aí tentando matar todo esse sentimento que ainda tem aqui por você, eu estou por ai tentando não ser tão vulnerável a você. Tentando resistir a vontade idiota de correr atrás de você uma última vez. Saudades tuas mas eu quero que você vá tomar no cu .
-pandadarkness
NTdTK: Parak, Dibuang Sayang part #3
“Oh, ya, soal nama kopi yang belakangnya ‘o’ biasanya dicampur susu, saya mau meluruskan aja,” ujar Regen, membuat Varsha menoleh ke arahnya. “Betul, memang biasanya dicampur susu. Tapi, nggak semua nama kopi yang belakangnya ‘o’ itu pakai susu, contohnya americano sama espresso.”
Varsha menyipitkan mata, terlihat agak skeptis. “Americano sama espresso bedanya apa?”
“Kalau espresso itu kopi yang dikonsentrasikan, jadi bikinnya pakai alat atau mesin yang bisa atur tekanan, dan rasanya lebih ‘tebal’ dari kopi seduh biasa. Kalau udah dihidangkan, di bagian atas secangkir espresso ada foam berwarna keemasan yang namanya crema. Sementara americano itu espresso yang dicampur air panas.”
Bibir Varsha membentuk bulatan. “Pak Re suka banget sama kopi, ya?”
“Bisa dibilang begitu.” Regen membuka tutup kopi dalam papercup-nya agar panas yang tersimpan di dalam bisa keluar. Aroma kopi tercium nikmat di udara. “Tapi, saya lebih suka kopi yang pahit, sih. Kalau kopi kalengan dan botolan yang biasa dijual di minimarket itu rasanya kayak kopi mainan.”
“Kopi mainan,” ulang Varsha sambil terkekeh. “Sebenernya, saya juga lebih suka teh yang rasanya orisinal tanpa pakai gula. Ini saya beli karena emang lagi pengin yang segar-segar aja,” Varsha mengangkat minumannya.
“Itu green tea bukan, sih?” tanya Regen setelah mereka masuk lift, matanya menunjuk ke arah minuman yang Varsha genggam. “Matcha itu green tea, bukan?”
Varsha menatapi minumannya. “Hmm… iya dan enggak sih, Pak. Lebih tepatnya, matcha itu bubuk daun teh hijau, tapi bukan daun teh hijaunya.”
“Intinya, matcha itu teh hijau yang udah dijadikan bubuk?”
“Iya. Kalau kita mengonsumsi teh hijau, abis diseduh, daunnya jadi ampas. Sementara kalau mengonsumsi matcha itu sama aja kita mengonsumsi teh hijau secara keseluruhan, karena nggak ada ampasnya.”
“Ach so,” kepala Regen terangguk. “Kamu suka teh?”
“Bisa dibilang begitu,” jawab Varsha, membeo jawaban Regen tadi sambil tersenyum. Pintu lift pun terbuka di lantai yang mereka tuju. Varsha keluar duluan sebelum Regen, lalu berjelan ke arah wing yang sama. “Pak Re, VP[1] yang namanya Pak Aksel itu sekeluarga sama Bapak?”
Regen terdiam, tengah merangkai jawaban yang tepat untuk silsilah keluarganya yang agak rumit. “Let’s say, dia itu adik sepupu saya sekaligus anak dari Pak Hardana,” ujarnya, merujuk pada CEO perusahaan. Matanya lalu melirik Varsha. “Kenapa? Dia bikin ulah ke kamu?”
“Enggak, kok. Anaknya baik, tapi…,” Varsha melipat bibir, menimang kata yang tepat untuk mendeskripsikan Aksel, “dia sangat aktif.”
“Sangat aktif,” ulang Regen, tak bisa menahan senyum. “Itu cara kamu untuk bilang bahwa dia urakan?”
“Tapi, dia emang begitu. Playful, blak-blakan.”
“Iya. Tapi saya harap, hanya karena dia anak CEO, dia nggak semena-mena sama kamu sebagai atasannya.”
“Enggak, Pak. Aksel nggak sampai buat ulah yang bikin saya kerepotan.”
Regen hanya bergumam. Tak lama, mereka akhirnya sampai pada belokan menuju ruang kerja Varsha.
“Saya duluan ya, Sha. Auf wiedersehen[2],” ujar Regen.
Varsha mengangguk. “Auf wiedersehen.”
[1] Vice President: jabatan di bawah Head of Division
[2] Sampai jumpa