Pernahkah kau meragukanku, Tuan ? Seperti mereka yang meragukan kepantasanku untuk membersamaimu
seen from Malaysia

seen from Poland

seen from Singapore
seen from China

seen from United States

seen from United States
seen from Germany

seen from Germany

seen from Singapore
seen from China

seen from Maldives
seen from Türkiye
seen from Malaysia

seen from Germany

seen from Malaysia
seen from Maldives

seen from Philippines
seen from Maldives

seen from United States
seen from China
Pernahkah kau meragukanku, Tuan ? Seperti mereka yang meragukan kepantasanku untuk membersamaimu

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Berkeluh-kesah, pantaskah?
Dalam kehidupan sekarang, manusia sering mengeluhkan kehidupannya yang tak sempurna. Merasa berat akan cobaan hidupnya. Merasa diri yang paling menderita. Lemah terhadap ujian yang sifatnya dunia. Banyak menangis karena merasa tak mampu melewatinya. Maka, Allah SWT berfirman,
“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan bersiap-siagalah (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.” (QS. Ali Imron: 200)
Jika beriman, maka bersabarlah. Sungguh Allah menyayangi orang-orang yang bersabar. Tentunya jika berbicara mengenai sabar, Rasulullah saw merupakan suri tauladan yang mencontohkan sifat sabar dalam setiap kehidupannya. Kisah yang menggugah yang pernah saya baca adalah peristiwa perang Khandaq yang sangat memberatkan kaum muslimin saat itu. Perang ini bertujuan untuk melindungi kota madinah dari serangan. Perang ini juga disebut dengan perang parit karena dibangun parit secara besar-besaran. Pada perang ini Nabi dan para Sahabat benar-benar dalam keadaan susah dan lapar, sampai-sampai para Sahabat mengganjal perut dengan batu demi menahan perihnya rasa lapar. Mereka pun berkeluh kesah kepada Nabi yang justru mengganjal perutnya dengan dua buah batu, karena takut suara perutnya terdengar oleh para sahabat. Kesabaran dan perjuangan Rasulullah saw. tanpa sedikitpun berkeluh kesah ini diabadikan dalam QS Al-Ahzab: 21,
“Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu uswatun hasanah (suri teladan yang baik) bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak mengingat Allah.”
Maka, dalam hal ini pantaskah kita berkeluh kesah? Karena jika mentadaburi kisah perjalanan Rasulullah saw. sungguh mungkin cobaan-cobaan yang Allah berikan hanyalah sepotong kecil bagian saja. Maka selain sabar dalam menghadapi cobaan, harus juga disertai dengan syukur terhadap nikmat-nikmat yang Allah berikan. Andai jika jantung ini tiap berdenyut harus membayar 100 rupiah saja. Berapa banyak uang yg harus kita keluarkan hanya dalam sehari jika 1 menit jantung yang normal akan berdetak 60-100 kali? Maha Besar Allah atas segala nikmat yang diberikan-Nya.
رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim: 7)
Ayat di atas merupakan perintah Allah agar bersyukur atas segala karunia-Nya, sekecil apapun itu. Bahkan dalam QS Ar-Rahman diulang-ulang mengenai nikmat Allah di ayat 13, 16, 18, 21 dan seterusnya, “Maka nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan?”
Maka sekali lagi bertanya-tanya dalam hati ini. Masih pantaskah kita berkeluh kesah?
Setidaknya ijinkan aku meminta maaf, jika meminta yang lebih dari itu sudah tak pantas.
-Queendaini-
Tihang Listrik Pun Jadi Lahan Iklan
Tihang Listrik Pun Jadi Lahan Iklan
Tihang Listrik Pun Jadi Lahan Iklan – Dulu, saya kira cuma di pohon aja yang digunain buat lahan iklan tapi pas kemarin main ke Bagenit lihat Iklan mejeng di Tiang listrik.
Kirain saya dipermanennya pake Paku eh Pake Kawat.
View On WordPress
Pantaskah
Pantaskah kamu menangis sendirian, Sedang pundakku masih kering untuk basuh air mata itu,
Pantaskah senyum itu mengenang masa lalu, Sedang lagu ini masih menanti iramamu,
Pantaskah bibir itu masih mensenyumkan namanya, Sedang namaku tetap menunggu sekedar kamu ucap,
Namun, pantaskah pohon ini, Merindukan rintik hujan, yang entah telah jatuh dimana saja, Seiring gugurnya dedaunan di musim penghujan..

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Pantaskah aku?
Lantas apakah aku pantas mengeluh ketika bibir ini jarang menyebut asmamu? ah, aku ini manusia kerdil, hanya bisa mencibir ketidakadilanmu tanpa mau mengerti akan tujuan-Mu.
Lantas apakah aku pantas marah ketika sajadah hanya dijadikan penghias rumah? ah, aku ini manusia bodoh, yang dengan mudahnya berkeluh kesah dihadapan manusia tanpa mau menundukkan kepala untuk merenungkan dosa.
Lantas apakah aku pantas menangis ketika kedua mata ini jarang digunakan untuk membaca kalam ilahi? ah, aku ini manusia cengeng, hanya bisa menangis iri tanpa mau mengoreksi diri.
Lantas apakah aku pantas mengucap rindu kepada makhlukmu ketika pikiran ini jarang digunakan untuk mengingat azabmu? ah, aku ini manusia tidak berguna, hanya bisa membuang waktu untuk memikirkan hal yang sia-sia.
Lantas apakah aku pantas menerima semua nikmatmu ketika kedua tangan ini jarang mengadah untuk meminta ampunanmu? ah, aku ini manusia tidak tahu diri, hanya bisa sakit hati saat menerima ujianmu.
Lantas jika seperti ini, masihkah pantas aku meminta seseorang yang kelak akan mengimami shalatku, membimbingku membaca al-qur'an, turut mengamini setiap doaku dan dengan sabar menuntunku menuju surgamu?
Lantas apakah aku pantas meminta seseorang yang akan menegurku jika aku lupa menjadi makmum yang baik, menyentilku jika aku lupa akan kebaikannu, dan merangkulku untuk sama-sama melangkah dijalanmu?
Apakah hatimu itu sekeras batu?
Coba pandanglah hanya padaku seorang..
Dan rasakan apa pantas hatiku menerima balasan rasa darimu ini?