Cintai selagi sempat.Â
Kau tak akan mengerti bagaimana rasanya masih mencintai tapi sudah tak punya hak untuk mengutarakan, kan?Â
Aku pernah, Dan sebisa mungkin aku ingin kembali memutar waktu hanya untuk bisa memeluknya lebih lama.
occasionally subtle
RMH

d e v o n
Phantogram Three
Cookie Run:Kingdom Official!

Product Placement
The Bowery Presents
Fieri Frames
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
The Stonewall Inn
Interview Vampire Daily
taylor price
Claire Keane

PR's Tumblrdome

Discoholic 🪩
todays bird
cherry valley forever
🪼
seen from United States

seen from United States

seen from Jordan
seen from France

seen from Germany
seen from United States
seen from France

seen from Ukraine
seen from T1
seen from TĂĽrkiye
seen from United States

seen from Colombia

seen from TĂĽrkiye

seen from T1

seen from United States

seen from United States
seen from TĂĽrkiye
seen from United States

seen from T1

seen from Netherlands
@nizhamiraldi
Cintai selagi sempat.Â
Kau tak akan mengerti bagaimana rasanya masih mencintai tapi sudah tak punya hak untuk mengutarakan, kan?Â
Aku pernah, Dan sebisa mungkin aku ingin kembali memutar waktu hanya untuk bisa memeluknya lebih lama.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
NAMPAK
Kalau mau nampak kuat, mudah. Posting saja foto kita yang sedang menampakkan kekuatan.
Kalau mau nampak bijak, mudah. Posting saja foto kita dengan berbagai quote yang penuh kebijakan.
Kalau mau nampak baik, mudah. Posting saja foto kita yang sedang melakukan kebaikan.
Kalau mau nampak highclass, mudah. Posting saja foto kita yang sedang berada di tempat mewah.
Kalau mau nampak penyayang, mudah. Posting saja foto kita dengan kata-kata yang penuh rasa sayang.
Kalau mau nampak saleh, mudah. Posting saja foto kita dengan berbagai caption yang saleh.
Di zaman sekarang, mudah bagi kita untuk menampakkan, seperti apa diri kita. Tapi kita lupa, bahwa apa-apa yang nampak, kadang tidak seperti kenyataannya.
Sering saya menemukan, orang-orang yang punya dua kepribadian, begitu luar biasa di dunia maya, namun ternyata ketika saya bertemu di dunia nyata, tidak seperti apa yang ia tampilkan di dunia maya. Apa rasanya? Kecewa.
Tak perlu lelah-lelah menampakkan seperti apa diri kita di dunia maya, karena orang-orang yang akan membersamai kita, adalah orang-orang yang mengetahui kebaikan kita, kesalehan kita, kepribadian kita. Orang-orang yang akan menjadi sahabat kita, adalah mereka yang mengetahui diri kita secara nyata.
Tak perlu lelah-lelah menampakkan yang tidak ada, cukup apa adanya. Begitu saja, aku sudah senang.
===
Ditulis setelah melihat seorang teman, memosting sesuatu yang tidak sesuai dengan kehidupan nyatanya.
NAMPAK Bandung, 1 Maret 2018
Jika Kamu Anak Lelaki
Jika kamu anak lelaki,
Bersiaplah untuk memandikan jenazah, karena kamu yang kelak memandikan jenazah orang tuamu.
Bersiaplah untuk memasangkan kain kafan dan menyolati jenazah, karena kelak kamu yang akan mengafani dan menyolati jenazah mereka.
Bersiaplah dengan fisik yang kuat, karena kelak kamu yang akan paling depan menggotong keranda mereka.
Bersiaplah untuk turun ke dalam tempat yang gelap dan lembab, karena kelak kamu yang akan memasukkan dan melepaskan kafan di liang kubur mereka.
Sesuatu yang kita tak suka, bukan berarti jangan kita persiapkan. Karena kelak suatu saat itu pasti terjadi. Ini adalah bakti fisik terakhirmu kepada mereka di dunia. Dan siapkanlah do'a yang banyak, agar kelak baktimu menjadi sempurna dengan do'a-do'a.
— Taufik Aulia
DIJAUHKAN
Ada hal-hal yang memang sengaja Tuhan jauhkan dari kita. Bukan karena hal itu tidak pantas untuk kita, namun bisa jadi karena belum waktunya saja kita menerima hal tersebut.
Pernah melihat seorang anak kecil dijauhkan dari pisau? Begitu juga dengan kita. Jangan sedih ketika urusan jodoh, rezeki, kesehatan, jabatan, serta hal yang kita inginkan, tidak kita dapatkan sekarang. Mungkin belum saatnya, perlu waktu hingga kita cukup dewasa menerimanya.
DIJAUHKAN Bandung, 22 Februari 2018
“Kita mengatakan pahit pada apa-apa yang kita tidak tahu bagaimana cara menikmatinya. Mengatakan susah pada apa-apa yang kita tidak tahu bagaimana cara melewatinya. Mengatakan terlambat pada apa-apa yang kita tidak tahu bahwa semua sudah ada yang mengaturnya. Seringkali semua karena ketidak tahuan, tapi merasa paling tahu.”
—

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Tuhan, aku memang selalu berdoa untuk pendamping yang baik. Aku akan ikhlas pada siapa pun yang Kau pilihkan untukku kelak.  Namun jika aku boleh meminta Tuhan, bolehkah dia yang mendapingiku hingga kelak aku menutup usia?
(via mbeeer)
mau repot
“mbak, kalau kamu mau anakmu jadi anak yang mandiri, berdaya, peka dengan sekitar, terasah empati dan emosinya, itu gampang. kuncinya satu, kamu harus mau repot.
membuat anak terus-menerus merasa terhibur dan memilih menghindarkan anak dari layar sebelum waktunya memang repot. lebih enak beri saja teve atau hape, biar nonton dan berhenti rewel. tetapi ini melatih anak untuk bisa membuat dirinya sendiri terhibur dengan yang ada di luar layar. ada banyak yang lebih menarik di sekitar.
membuat anak mau makan sambil duduk, apalagi makan sendiri, dengan rapi, tidak acak-acakan, dan makannya tetap banyak memang repot. lebih enak gendong dan suapi sambil jalan-jalan, makannya biasanya akan lebih banyak. tetapi ini melatih kesadarannya bahwa dia sedang makan. bahwa makan harus duduk. bahwa makan adalah bagian dari bersyukur.
membuat anak mau buang air di toilet, bisa duduk tenang, mencatur setiap pagi dan malam, memang repot. lebih enak pakai popok sekali pakai, biarkan saja buang air sesukanya. tetapi ini mengajarkan aturan dan menunjukkan bagaimana berperilaku yang baik. lebih sehat.
membuat anak memiliki jadwal yang rutin, jam tidur rutin, jam makan rutin, jam mandi rutin, memang repot. lebih enak biarkan saja anak semaunya. tetapi ini mengajarkan kebiasaan, yang saat besar akan memengaruhi perilakunya pula, kedisiplinannya.
mengikuti dunia anak dan tidak “memutus” begitu saja yang sedang dilakukan atau diinginkannya memang repot. harus menunggu sampai puas main air di kamar mandi, harus membuntuti sampai puas memanjat tangga, harus mengikhlaskan rumah berantakan, repot. tetapi ini memberikan sinyal kepadanya bahwa dirinya disayangi, didukung, dan boleh belajar.
mbak, intinya, menjadi ibu itu bisa saja tidak repot, tetapi jika ingin anaknya jadi anak yang berdaya kelak, ya harus mau repot. di tengah segala kemudahan yang ditawarkan zaman ini, menjadi ibu harus pintar-pintar memilih, harus banyak-banyak sabar, dan lebih banyak lagi memaafkan.“
demikian nasihat ibu untuk saya. sulit bagi saya membayangkan kerepotan yang saya timbulkan untuk ibu saat kecil dulu. ibu tidak pernah mengeluh, tidak pernah lelah. semoga Allah memberikan cinta-Nya untuk ibu.
berharga :)
Menulislah, bukan untuk pergi ke pesta.
Memaknai
Pemaknaan kita pada sesuatu sering berbatas hanya karena ego atau kemauan. Ego kita yang membuat kita enggan memulai, enggan untuk menyapa dan bertanya, enggan untuk mencari tahu, padahal semuanya tersaji di depan mata. Juga kemauan kita yang surut, semuanya serba mudah, tapi kita enggan beranjak.
Karena kita merasa diri ini lebih baik, seringkali lahir penilaian-penilaian kita kepada orang lain. Padahal, kita belum mencermatinya, hanya sekilas melihat dan mendengarnya. Karena kita merasa sudah cukup, kita enggan untuk belajar lagi dan lagi. Semisal, begitu banyak kajian tersaji di masjid-masjid di kotamu, tapi kamu memilih duduk di rumahmu.
Dan tentang pemaknaan. Barangkali, kita tidak kunjung berhasil mengenali hidup dan jalan yang kita tempuh ini sebab dua hal itu, ego dan kemauan. Pemaknaan kita menjadi buntu, berkutat pada hal-hal yang sama. Di satu sisi kita ingin tahu, disisi yang lain kita malas beranjak. Kita kembali berkutat pada ujian yang serupa berulang-ulang, karena kita merasa sudut pandang yang kita ambil adalah yang paling benar, enggan mencoba melihat dari sisi yang lain. Kita berkutat pada pertanyaan-pertanyaan yang jawabannya hanya ada di masa lalu, bukan sibuk membenahi hari esok.
Dan kita kebingungan akan kemana hidup ini, rasanya seperti air mengalir. Tapi, kita tidak tahu ke mana mengalirnya. Rasanya seperti angin yang berhembus, tapi kita tidak tahu kemana arahnya.
Hidup menyimpan banyak jawaban yang hanya akan kita temukan dengan cara menjalaninya, meredakan ego, dan mau untuk bersusah payah.
©kurniawangunadi
SALAT BAGIKU
“Kamu tuh, gimana mau rezekinya lancar, salat aja susah. Salat sana, biar dapet rezeki” Ayah memarahi kakak yang sejak tadi pagi hanya sibuk tidur-tiduran sambil memainkan gawainya. Paling-paling juga, kakak sedang asyik main mobile legend.
“Iyah iyah, mau salat kok ini juga” Kakak berdiri, mematikan gawainya, langsung pergi menuju tempat wudhu. Akhirnya, ayah berhasil membuat kakak salat, setelah 1 jam susah payah ayah memarahi anaknya.
Sesungguhnya, yang aku pikirkan, hanyalah perkataan ayah tentang ajakan salat tadi. Logika ku tak pernah sampai, ketika mendengar orang “Salat, biar dapet rezeki”. Seolah, dengan salat, harta kita akan tiba-tiba bertambah, lamaran pekerjaan kita tiba-tiba diterima, atau bisnis kita akan tiba-tiba laku keras. Entahlah, aku kurang setuju.
Memang, rezeki tidak selalu bicara tentang uang. Rezeki itu, bentuknya bisa kesehatan, keluangan waktu, kebahagiaan, itu juga rezeki yang kadang tidak kita sadari. Tapi, jika kita bicara tentang ajakan solat, tentu rezeki yang dimaksud, adalah tentang harta.
Jika memang salat langsung mendatangkan harta, maka secara logika, orang-orang yang selalu salat di masjid, para imam-imam di kampung, para kakek-kakek yang kepayahan untuk salat di masjid, harusnya adalah orang-orang paling kaya. Toh mereka tidak pernah meninggalkan salat, bahkan selalu berada di baris terdepan. Tapi, apakah mereka orang yang kaya raya?
Bagiku, keliru jika memahami bahwa salat itu langsung mendatangkan rezeki, karena cara kerja salat, tidaklah begitu.
Bagiku,
jika orang salat, maka ia belajar ikhlas. Dan dengan ikhlas, ia akan beribadah tanpa pamrih. Mulai dari berbakti pada orangtua, bersedekah, menghapal quran, dan banyak kebaikan lainnya yang ia lakukan.
jika orang salat, maka ia belajar bersabar. Dan dengan sabar, ia takkan mengeluhkan semua keadaan.
Jika orang salat, maka ia belajar komitmen. Dengan komitmen, ia bisa menjadi diri yang baik, yang bisa menghargai sesama orang lain. Dan dengan menghargai, ia pun akan dihargai.
Jika orang salat, maka ia belajar bersyukur. Dan dengan syukur, ia bisa menjadi bahagia. Dengan bersyukur, Allah akan menambahkan rezekinya. Tidak langsung, tapi pasti bertambah.
Kau boleh setuju, boleh juga tidak. Tapi bagiku, begitulah cara kerja salat. Maka tidak heran, orang-orang yang rajin salat, belum tentu orang yang paling banyak harta, banyak anak, ataupun tinggi jabatannya. Tapi, orang-orang yang rajin salat, adalah orang-orang yang bahagia. Apa guna kaya, jika kita tidak bahagia? Apakah kaya, atau bahagia yang sesungguhnya kita kejar?
Jika hari ini, kau tak pernah meninggalkan salat, tapi kau tidak bahagia. Maka, jangan salahkan Allah. Coba periksa kembali, sudah benarkah salatmu? sudahkah kita belajar memperbaiki salat kita?
SALAT BAGIKU Bandung, 31 Januari 2018

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Menyerah
Kalau kamu belum menyerah, silakan berjuang. Tapi aku di sini, hanya akan melihatmu. Sebab, sudah ku katakan kepadamu sebelumnya jika kita tidak bisa memaksakan segala sesuatu seperti yang kita harapkan. Kekuatan kita terbatas, daya kita ada habisnya. Kalau bukan karena izin-Nya, kita tidak bisa sampai sejauh ini.
Kalau kamu masih mau berjuang, silakan. Aku tidak akan menunggumu, apalagi mengharapkan. Sebab, sudah ku katakan kepadamu sebelum ini, kalau aku sudah di titik terakhir. Kamu mungkin memiliki keleluasaan yang lebih, aku tidak. Kamu mempunyai keberanian yang lebih, aku tidak. Kamu masih yakin pada dirimu, aku? entahlah. Aku hampir tidak percaya bahwa aku pernah ikut memperjuangkanmu. Namun, justru ku dapati aku semakin jauh dari Tuhanku. Menjadi hamba yang sering memaksa, menjadi anak yang seringkali berselisih dengan ayah dan ibu, menjadi teman yang sering berkeluh kesah.
Biarlah waktu yang menjawabnya. Aku dengan jalanku, kamu dengan jalanmu. Jika kamu ingin berjuang, kamu hati-hati. Sebab, bisa jadi jalan yang kamu paksakan itu justru jalan yang membuatmu semakin jauh dari keimanan.
©kurniawangunadi
Lalu Bersama Waktu
Ada perasaan-perasaan yang selesai dengan sendirinya dengan berjalannya waktu, juga masalah-masalah kita yang lain. Perasaan-perasaan yang dulu seolah-olah tidak pernah selesai, berlalu begitu saja.
Saat tiba-tiba kita berdiri dan menyadari, bahwa semuanya telah selesai.
Barangkali, semenjak kita tidak lagi sibuk memikirkan juga merasakan. Saat kita mulai menjalani kehidupan yang riuh, menenggelamkan segala sesuatunya ke tempat yang tidak kita duga. Tempat bernama masa lalu.
©kurniawangunadi
Menjadi Hebat
Kau adalah gadis yang penuh rasa ingin tahu, sekaligus sebenarnya kau memiliki kemampuan untuk melakukan hal-hal besar. Kau punya kesempatan untuk melihat dunia, lebih dari yang setiap hari kamu lewati. Selain, kau juga memiliki hal-hal baik yang tersimpan, sesuatu yang membuatmu terlihat menarik sebagai perempuan.
Jangan biarkan pikiranmu dipenuhi oleh pikiran-pikiran yang melelahkan. Seperti temanmu yang ribut dengan riasan, sibuk bagaimana menarik hati orang lain, sibuk memikirkan memiliki pasangan di usia muda, kau jangan.
Kau adalah gadis yang haus akan ilmu juga aktivitas. Itu menjadikanmu cemerlang, bersinar karena kau menyibukan dirimu di ruang-ruang kebermanfaatan yang jarang terisi. Dan itu membuatmu amat mudah dikenali.
Kau adalah gadis yang cemerlang. Jangan biarkan tekanan sosial, kata orang, dan pandangan umum masyarakat mengalahkan keteguhan hatimu, mengerdilkan perananmu. Juga jangan takut untuk menjadi seseorang yang lebih, yang kata orang-orang nanti tidak ada laki-laki yang mau denganmu. Jangan dengarkan itu, dengarlah bahwa itu tidak ada hubungannya sama sekali.
Kau adalah gadis yang cerdas. Kau mampu membuat rumusan hidupmu sendiri, mampu menyesuaikan dirimu dengan keadaan, juga mampu mengubah keadaan disekitarmu.
Suatu hari, aku akan melihatmu berdiri tegak, menjadi perempuan, menjadi ibu peradaban yang penuh dengan hal cemerlang. Sesuatu yang menjadikanmu berbeda, itu menjadikanmu amat berharga. Kebaikan hati, kepedulian, keramahan, keluhuran budi, kecerdasan pikir, dan segala sesuatu yang membuat mampu menjadi cantik, tak peduli waktu, tak peduli penilaian.
Hingga suatu hari kudengar kau berkata padaku :
“Terima kasih Ayah, telah mengajarkanku menjadi perempuan yang demikian.”
Rumah, 26 Januari 2017 | ©kurniawangunadi
Kau ini Tidak Sedang Berlomba Dengan Siapa-Siapa
Kau ini sebenarnya tidak sedang berlomba dengan siapa-siapa. Tidak mencari pemenang perihal siapa yang lebih banyak atau siapa yang lebih cepat sampai duluan.
Tidak ada.
Jika melihat hasil orang lain lantas membuatmu malah merasa kalah, merasa berkecil hati, merasa tertinggal, dan justru bukan bersemangat, maka berhentilah untuk melihat ke arah sana. Berhenti melihat orang lain. Stop, tinggalkan, lepaskan, unfollow. Tidak ada peraturan yang mengatakan bahwa kamu harus menjadikan pencapaian orang lain itu sebagai pemacu semangatmu, tidak ada.
Jangan mengikuti kata-kata orang brengsek yang bilang bahwa pencapaian orang lain itu harus dijadikan sebuah motivasi, apabila jauh dalam dirimu kamu tidak bisa merasa seperti itu. Hidupmu ini ya hidup kamu sendiri, kamu tau mana yang kamu suka dan mana yang nggak kamu suka. Masa harus ngikutin kata orang lain? Nggak usah sok dewasa kalau memang tidak bisa.
Setiap orang punya rezekinya masing-masing, punya waktunya masing-masing, punya jalannya masing-masing. Jadi ya nggak bisa disamaratakan bahwa semua orang harus mampu menjadikan keberhasilan orang lain itu sebagai pemacu untuk bisa berhasil juga. Ya nggak bisa, kalau kamu nggak nyaman ya tidak apa-apa, tidak ada yang salah, kamu boleh egois. Hidup kamu sendiri ini.
Jangan sampai dengan bergaul dengan orang-orang itu malah membuatmu merasa kalah dan tidak berguna sehingga sulit sekali untuk mau menghargai diri sendiri. Lepaskan, keluar dari lingkaran itu, pergi, berhenti bertemu, lalu masuklah ke lingkungan di mana kamu nyaman di dalamnya. Jika kau memang bukan tipe orang yang hidup karena berlomba dengan orang lain, maka baiknya hiduplah sekali lagi, mencobalah banyak hal tanpa ada perasaan diburu-buru untuk sukses, nikmati semua yang kamu kerjakan tanpa harus merasa kamu butuh mengejar seseorang yang sudah lebih dulu sampai. Carilah jalan di mana kau bisa sukses dan merasa bahagia tanpa perasaan iri dan kurang bersyukur.
Karena sejatinya,
Satu-satunya lomba yang harus kau menangkan adalah lomba dengan dirimu sendiri. Hidupmu ini perihal melampaui batas-batas yang kau gariskan sendiri, tentang segala pencapaian yang harus dilebihkan dari apa yang sudah pernah dicapai sebelumnya. Tumbuh, dan menjadi lebih baik dari kamu sebelumnya.
Kamu tidak sedang berlomba dengan siapa-siapa. Rencanakanlah untuk bisa melebihi pencapaianmu di masa lalu. Bukan dengan pencapaian orang lain.
Bapak
24 januari 2016
Pak, sudah setahun bapak pergi tapi kesedihan masih menyelimuti. Rasa bersalah saya masih menumpuk di dasar hati.
Pak, maafkan saya yang tidak berada di samping bapak saat bapak menghembuskan napas terakhir. Anak bungsumu ini memang tidak peka akan tanda-tanda pak.
Pak, maaf juga kalau 2 hari terakhir sebelum bapak meninggal saya tidak mengobrol lama dengan bapak, padahal bapak sudah memanggil saya tapi saya lebih mementingkan janji dengan teman saya.
Kematian memang tidak ada yang tau ya pak datangnya kapan. Hingga kematian itu menjemput yang manusia bisa lakukan hanya berduka. Padahal selama ini selalu mengabaikan kebersamaan.
Kita memang bukan anak dan bapak yang akrab ya, pak. Kita komunikasi seadanya. Bapak orang yang pendiam dan saya orang yang terlalu kaku memulai percakapan. Saya juga tidak pernah merasakan rasanya bertukar cerita dengan bapak.
Tapi perlakuan bapak yang selalu menjemput saya selesai shalat jum'at saat SD selalu membekas di benak saya, bapak yang selalu menjemput saya selesai shalat magrib di rumah sepupu ketika saya bersikeras tetap main di malam hari, bapak yang selalu tidak suka ketika saya menangis kencang dan akan membelikan apa yang saya minta ketika saya sudah tenang.
Bapak paling tau menghadapi saya, ketika saya sedih atau marah, saya tidak butuh perhatian, saya hanya butuh ketenangan lalu setelah itu saya akan bersikap seperti biasa seolah tidak merasakan apa-apa.
Pak, saya rindu moment di mana saya selalu bertanya pada orang rumah, "bapak mana? Ikut selametan ya?" ketika bapak belum pulang shalat maghrib ataupun shalat isya. Saya yang selalu suka membuka pintu dan mengambil bungkusan yang bapak bawa dari tempat selamatan. Berebut kue dengan kakak padahal tersebut harganya tidak seberapa.
Bapak, maaf saya kembali menangis malam ini. Padahal bapak jelas-jelas tidak suka dengan suara tangisan. Putri bungsumu ini masih saja keras kepala, padahal bapak telah tiada.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Untuk Perempuan yang Sedang Melawan Kesedihan
Sesungguhnya, kau hanya sedang singgah dalam sebuah perjalanan, jika kau lelah, sejenak istirahatlah. Sebab hari-harimu sendiri, tak mampu membuatmu untuk tegak berdiri.
Jika besok atau lusa di kotamu cuaca tiada berubah, pulanglah barang sesaat untuk melepas lelah. Sebab awan-awan yang telah kau lalui, tak mampu membuatmu untuk merasa tidak sendiri.
Pada suatu malam yang gigil, kita memutuskan untuk berhenti mengandaikan diri sebagai sunyi. Barangkali, kita lebih cocok menjadi kata-kata yang saling melengkapi, juga menjadi sebuah cerita yang saling menukar sepi.
Tatkala kau bercerita; perjalananmu seolah tanpa ujung, kesusahan dan kesedihan saling menindih, menjadi sesuatu yang rela atau terpaksa harus kau nikmati. Tapi kau masih mampu menyunggingkan senyum termanis di sudut bibirmu.
Siapa nyana, di balik semua, dadamu adalah denyut yang paling merah dari segala bara. Kau kecewa dengan hidup nyata; tidak adil semua! Begitulah matamu melihat dunia.
Bersabarlah, pada saatnya, semuanya mesti kita tinggalkan, walau sejenak menjadi kenangan. Selebihnya lengang, menjelma kebahagiaan panjang.
__________ Serang, 14 Januari 2018 Sesungguhnya, kau hanya sedang singgah dalam sebuah perjalanan, Dea.
Terkadang, kita jatuh cinta sekali untuk merasa patah hati berkali-kali, pada orang yang sama.
K. Aulia R. (via ourmetime)
Pun, terkadang, kita jatuh cinta sekali untuk merasa jatuh cinta berkali-kali, pada orang yang sama.
(via ourmetime)