Karena Allah yang paling memahami peran apa yang pantas untuk dijalani saat ini. Apapun fase yang dijalani saat ini semoga dimampukan untuk menjalani dengan sebaik-baiknya. Menjadi sebaik-baik hamba, sebaik-baik manusia.
seen from United States
seen from Türkiye
seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from Germany
seen from Malaysia
seen from Germany
seen from China

seen from Türkiye
seen from Italy
seen from China
seen from Yemen

seen from United States
seen from United States
seen from Brazil
seen from Malaysia
seen from United States
Karena Allah yang paling memahami peran apa yang pantas untuk dijalani saat ini. Apapun fase yang dijalani saat ini semoga dimampukan untuk menjalani dengan sebaik-baiknya. Menjadi sebaik-baik hamba, sebaik-baik manusia.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
sepintas namun membekas meski tahu tidak pantas.
—memelena
#alcatraces de todos #colores y #tamaños #colors #pantas #xochimilco (en Mercado De Plantas Madre Selva) https://www.instagram.com/p/Ci2wETwOP-I/?igshid=NGJjMDIxMWI=
Setengah Pertama
Kau tahu, sejak mimpi beberapa hari lalu, aku jadi ingin menyempurnakan setengah agamaku. Iya, setengahnya, tapi bukan setengah yang akan terpenuhi dengan sebuah ikatan suci yang bernama akad, tapi justru setengah yang sebelumnya, yang benar-benar menjadi tanggungjawab diriku sendiri.
Entah logikanya benar atau tidak, tapi bukankah ketika menginginkan mendapatkan kehidupan masa depan yang baik dan mulia, baik di dunia atau di akhirat, semuanya diawali dengan memantaskan diri untuk mendapatkan kebaikan dan kemulian tersebut? Ibaratnya, apakah pantas sebuah berlian, emas atau perhiasan mahal semacamnya disimpan di sebuah kotak yang kotor, berbau dan menjijikkan?
Selamat malam, dunia dashboard biru tua! Terimakasih sudah menemani sekian tahun untuk menyimpan berbagai lintas pikiranku, :)
(02/11/21)
Merasa Tak Pantas
Sekumpulan pertanyaan-pertanyaan hingga doa-doa keputusasaan tahun lalu.
Seorang teman kemarin tiba-tiba meminta maaf padaku, ia meminta maaf jika sikapnya tak baik, selalu acuh padahal ia selalu diperhatikan oleh orang banyak, hingga ia merasa tak pantas mendapat perlakuan baik dari orang lain. Aku bilang padanya kalau ia boleh merasa tak pantas dan hal itu wajar, karena aku sering merasakannya pula.
Merasa tak pantas. Tahun lalu perasaan itu yang selalu datang menjadi momok menakutkan setiap tengah malam. Aku terjaga hingga pagi, suara masjid-masjid sudah bergema memutar bacaan ayat-ayat suci saat itu aku baru bisa terpejam. Satu jam kemudian aku bangun melakukan sembayang, kemudian melanjutkan tidur hingga beberapa jam.
Dua tahun lalu aku percaya bahwa kegagalan kisah cintaku dengan seseorang tidak akan berpengaruh pada diriku, karena kami sempat berpisah sebelum memutuskan kembali dan akhirnya berpisah lagi. Namun aku salah, ternyata itu hanya berlaku dalam logika ku. Perasaan manusia tak bisa dibohongi walau dengan dalih penggunaan logika dan fakta.
Aku masih mempertanyakan apakah sebenarnya aku ini pantas bersanding dengan seseorang lagi? Apakah masih pantas aku mendapat perlakuan baik dari orang-orang sementara masa lalu ku sendiri cukup kelam?
Pertanyaan itu selalu berputar-putar, mengiring kenangan-kenangan lama kembali. Sambil ku teliti bagian mana yang salah dalam keputusanku atau memang aku tak pantas dipertahankan lagi? Tak pantas diberi kesempatan lagi sementara aku selalu memberi kesempatan pada orang-orang?
Kelam. Dalam. Curam. Aku terjatuh dalam pertanyaan-pertanyaan kepantasan diri dan kubangan kenangan. Aku mengumpat, aku mengutuk, aku marah, aku kecewa, entah pada siapa. Aku menyangkakan kalau kemarahanku ini ku tujukan padanya yang memilih pergi. Tapi ternyata kemarahan itu sebenarnya tertuju padaku sendiri.
Padaku. Seseorang yang jika ku pikir-pikir memang tak pantas diberi kesempatan lagi, tak pantas untuk dicintai lebih dari apa yang sudah pernah diberikan, tak pantas dikasihani karena nyatanya aku seorang bajingan keji.
Pandemi membuatku mengurung diri dalam kamar. Keluar hanya untuk makan dan buang air besar. Melarikan diri dari tanggung jawab yang seharusnya ku selesaikan. Menghamburkan tabungan untuk buku-buku, walaupun sebelumnya sudah ku habiskan untuk pergi dari satu kota ke kota lainnya.
Pagi ku habiskan untuk menutup kekurangan jam tidurku semalam, siang hingga sore ku ajak pikiranku berkelana melalui buku-buku, malam hari saat semua orang sudah bermimpi aku masih terjaga. Mengutuki diri ku sendiri atas ketidakpantasan diri dan nasib yang memang tak berpihak padaku.
Aku bertanya-tanya lagi. Sekali lagi. Ku ulangi lagi. Lagi. Lagi. Dan lagi. Apa aku ini memang pantas untuk tetap hidup? Untuk tetap mendapat perhatian dan cinta dari orang-orang lain?
Aku berubah dari orang yang periang menjadi perenung. Orang yang selalu membalas setiap pesan orang lain secepat mungkin karena takut mengecewakan, menjadi orang yang acuh pada urusan orang lain. Aku sudah mulai tak peduli dengan ucapan, pertanyaan bahkan nasihat dari orang-orang. Perhatian-perhatian dari kawan, keluarga dan kerabat aku acuhkan karena aku merasa tak pantas.
Dua bulan aku mengurung diri dalam kamar. Mengutuk diri merasa tak pantas dan ingin mengakhiri hidup secepatnya. Jika orang-orang berdoa pada Tuhan untuk bisa bertahan lama di dunia, aku meminta Tuhan untuk mempercepat jatahku hidup di dunia.
Hingga mungkin Tuhan memberiku pertanyaan lain. Kalau aku merasa tak pantas bukan berarti selamanya aku tak pantas kan? Jika Tuhan masih tak mengabulkan doaku untuk bertemu dengan-Nya secepatnya, berarti Ia masih memberiku kesempatan untuk menjadi pantas kan? Lagi pula kalau Tuhan memanggilku pulang secepatnya, aku belum membalas apa-apa pada semua orang yang menaruh percaya dan harap padaku.
Aku belum membahagiakan ibu, belum membalas keringat bapak, belum menjadi kakak yang bisa dibanggakan adiknya, belum bisa menjadi sahabat yang bisa diandalkan kawannya, belum menjadi apa yang dulu sempat ku cita-citakan, meskipun pertanyaan baru tentang cita-cita muncul aku tak begitu memikirkan masa depan.
Tahun ini aku sadar bahwa jika aku merasa tak pantas maka aku perlu berusaha agar pantas, selama Tuhan belum mengabulkan doa-doa putus asa ku, maka aku perlu berbenah. Masa lalu ku memang kelam, penuh caci dan dengki, penuh hujat dan hasut, tapi masa depanku masih layak ku perjuangkan bukan?
Hari ini, aku beberapa kali masih merasa tak pantas, lalu aku masih beberapa kali tidur hampir pagi, tapi tak sesering dulu. Aku sudah bisa tidur sebelum tengah malam kemudian bangun pagi hari dan menghadapi kenyataan. Bahwa sebenarnya aku ini memang pantas mendapatkan kebahagian, mendapatkan perhatian, pantas untuk dicintai, setidak-tidaknya olehku sendiri.
Terbit di vatqi.medium,com pada tanggal 18 Oktober 2021

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
taller DIBUJO-JARDÍN 1
Hola en todas!,Esta semana haremos el taller de dibujo de jardines:LUGAR: JARDÍN FERRAN SOLDEVILA (jardín Universidad Central)DÍA: JUEVES 27 DE MAYOHORA: 175’30 – 20 HSITIO WEB: https: //www.ub.edu/ossma/jardins/Precio del taller: 18 €Puedes enviarme la confirmación de asistencia al correo: [email protected] , además enviaré un pequeño dossier con mas datos del jardín y diagramas para…
View On WordPress