Ketika mendapat penjelasan awal mengenai narcissistic personality ini, saya seketika berfikir tentang diri saya sendiri. Beberapa waktu yang lalu, ketika mengikuti sebuah sesi seminar, tentang menggali potensi diri, saya menemukan diri saya ternyata sesuai dengan ciri narcissistic personality disorder (NPD). Tidak mutlak, tapi beberapa gejalanya Saya alami.
Sembari mengingat masa lalu saya yang demikian, saya kembali menggali tentang narcissistic personality yang beberapa hari yang lalu saya dapat dari orang hebat dalam sebuah penerbangan Lombok-Jogja.
Istilah narsis berakar dari tokoh mitos Yunani, Narcissus. Narcissus sangat terpengaruh oleh rasa cinta akan dirinya sendiri sehingga dikutuk mencintai bayangannya sendiri di kolam. Ia tanpa sengaja menjulurkan tangannya untuk meraih refleksi dirinya tersebut hingga tenggelam.
Narsisisme, atau yang kini lebih sering disebut narsisme, juga dianggap sebagai masalah budaya dan sosial. Banyak pakar yang menganggap bahwa narsisme merupakan salah satu dari tiga ciri utama gangguan kepribadian (dua lainnya adalah psikopati dan machiavellianisme). Tetapi, perlu dipahami juga bahwa narsisme tidak sama dengan egosentrisme. Catet ini baik-baik ya.
Narcissistic personality disorder dimiliki oleh 1% penduduk dunia. Walaupun ciri narsisme dimiliki oleh sebagian orang, tingkat narsisme yang sangat tinggi dapat memupuk kepribadian patologis dalam bentuk narcissistic personality disorder (NPD). Orang yang memiliki NPD biasanya menunjukkan perilaku arogan, minimnya empati terhadap orang lain, dan kebutuhan terhadap puja-puji, yang semuanya terlihat dengan konsisten di lingkungan kerja dan hubungan sosial.
Orang-orang dengan kondisi ini sering dideskripsikan sebagai orang yang sombong, egois, manipulatif, dan doyan menuntut sesuatu. Narcissistic personality disorder memungkinkan pengidapnya untuk memfokuskan diri pada hasil yang di luar akal sehat (misalnya, ketenaran) dan merasa sangat yakin bahwa mereka berhak mendapatkan perlakuan khusus dari orang di sekitarnya.
Banyak ahli menggunakan kriteria dalam jurnal Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5) untuk mendiagnosis berbagai kondisi mental. Berikut adalah sejumlah ciri narcissistic personality disorder berdasarkan jurnal yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association ini:
1. Ingin menjadi pusat perhatian
2. Terobsesi dengan fantasi kehebatan, ketenaran, kecantikan dan sebagainya.
4. Mudah terluka (mudah menyerah)
5. Mudah iri dan merasa orang lain iri dengan dirinya.
Pada beberapa artikel lain, didapatkan ciri dari seorang dengan narcissistic personality adalah sebagai berikut:
1. Merasa berhak terhadap segala sesuatu.
2. Mengharapkan perlakuan khusus dari semua orang
3. Mengambil keuntungan dari orang lain untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
4. Memiliki ketidakmampuan atau ketidakinginan untuk mengakui kebutuhan dan perasaan orang lain.
5. Cemburu dan iri terhadap orang lain, sekaligus memercayai bahwa orang lain cemburu terhadap dirinya.
6. Berperilaku arogan dan sombong.
Walaupun beberapa karakteristik di atas bisa terlihat sebagai kualitas kepercayaan diri, namun kedua hal ini tidak sama. Karakteristik orang-orang NPD melewati batas dari kepercayaan diri yang sehat, sehingga memunculkan ide bahwa “Saya adalah tidak terkalahkan” dan menempatkan diri kita jauh di atas orang lain.
Penanganan narsisistik sendiri bisa dikatakan sulit. Ini karena orang narsis nggak menganggap narsisnya sebagai masalah. Bahkan kalau orang di sekitar terganggu pun, orang di sekitarnyalah yang dia anggap bermasalah. Kalau akhirnya si narsis ini mau bekerjasama, terapi yang digunakan biasanya terapi psikoanalisa dan terapi CBT.
Obat khusus untuk narsisistik nggak ada, tapi psikiater mungkin akan meresepkan obat kalau dia depresi, cemas, atau mengalami gangguan mood lain.
https://www.allaboutinterventions.com/narcissistic-personality-disorder/
https://www.psychiatry.org/patients-families/personality-disorders/what-are-personality-disorders