Namaku james, aku seekor kucing, kucing kampung jantan, aku berjalan dan mengendus mencari makan, lalu tidur. Kemarin aku jatuh cinta, sama kucing persia rumahan, kudengar namanya Lussy, aku tahu namanya karena pemiliknya, ibu maria, selalu berteriak memanggilnya ketika akan memberinya makanan. Ibu maria seorang wanita paruh baya pemilik rumah tingkat dua, ibu maria sayang sama kucing. Lussy selalu terlihat menarik ketika sedang mandi, matanya terpejam sambil menjilati tangannya yang putih bersih. Bulu Lussy berwarna putih lebat, matanya lebar warnanya biru, lussy terlihat sangat terawat oleh pemiliknya. Aku suka sama Lussy, gak tahu kalo Lussy suka sama aku. Aku mau deketin Lussy, tapi malu, minder aku, aku cuman kucing kampung kotor yang makan dan pipis sembarangan. Tapi kata ibuku aku unik, warna buluku ada 3, putih oren dan hitam, jarang ada kucing jantan punya tiga warna katanya. Tetap saja aku merasa minder deketin si Lussy.
Riko saudaraku datang, bawa cicak buat mainan. Riko badannya besar, banyak luka bekas bertarung tersebar di badannya. Pokoknya Riko masuk dalam kategori ‘kucing garong superior’, Riko kerjaannya kawin sama kucing betina daerah sini, tapi ia belum pernah kawinin Lussy kucing idamanku, Lussy selalu menolak keras ketika ia mau dikawinin sama riko. Setiap Riko menggoda Lussy, Lussy selalu berteriak dan ibu maria akan keluar bawa gayung isi air dan menyiramnya ke riko, riko langsung lari kalo udah begitu. Biar begitu Riko selalu baik sama aku saudaranya. Ia selalu lindungi aku kalo aku diserang sama kucing garong lain.
Suatu hari, aku lagi gogoleran (baca:tiduran) dibawah mobil, cuacanya cukup panas hari itu, aku baru makan ikan yang ku curi dari meja makan rumah ibu susi, hampir saja aku dipukul sama ibu susi tadi, tapi untung aku larinya cepat, jadi bu Susi cuman bisa marah marah gemas. Dari bawah mobil kulihat Lussy lagi mandi kucing, aw pemandangan yang luar biasa. Lussy sempat melirik padaku sebentar lalu pidah dan melanjutkan mandi kucingnya. Aku beranikan menghampiri Lussy, aku sudah tidak tahan. Lussy melihatku sebentar tapi tidak menggubris, malah lanjut mandi. Aku sapa dia:
“hai Lussy”
“Siapa yah? Jangan ganggu aku dong, lagi mandi nih”
“Kenalin, aku James, kucing kampung”
“Terus kenapa? Dasar kucing garong”
“Eits aku bukan kucing garong biasa, aku kucing garong kampung yang tau adat”
“Semua kucing garong sama, paling kamu cuman ingin kawinin aku kan? Sorry mending kamu pergi aja, pemiliku pasti bakalan sirem kamu pake air”
“Aku ga takut air, aku juga ga mau maksa kamu kawin sama aku”
“Bodo amat, mending kamu cepet pergi deh”
“Plis Luss, aku suka kamu dari kemarin”
“WAW!”
“Suer deh!”
“BODO AMAT!”
“Yaudah kalo gapercaya, nanti aku buktiin”
Lussy udah ga gubris aku, ia pergi masuk ke rumah, aku ga berani, bu maria pasti usir aku pake sapu kalo aku ikut masuk.
Yaudah aku balik lagi ke kolong mobil buat tiduran santai di siang hari nan panas tapi enak ini. Tak terasa aku ketiduran, aku mimpi kawin sama Lussy, aku punya anak, ada 5 ekor, cakep dan cantik semua, aku hidup bahagia sama Lussy. Tak sadar suara mobil nyala, aku terbangun, tapi terlambat, mobil itu sudah masuk gigi satu dan maju, aku terlindas, aku meninggal.