Terlalu takut untuk memulai, mencoba, dengan alasan takut untuk gagal. Padahal, jika tidak berani mencoba sama sekali, justru sudah gagal dari awal. Gagal melawan rasa takut untuk mencoba. Sementara jika sudah berani mencoba, maka kemungkinannya ada dua, berhasil atau gagal.
Tapi, dari dua kemungkinan itu, sebenarnya justru yang paling penting adalah proses. Kalau seandainya berhasil, berarti prosesnya sudah benar. Pun, jika belum berhasil, prosesnya bukan berarti salah, melainkan perlu dibenahi, perlu coba lagi, karena tidak tau kan di titik mana akhirnya berhasil?
Seperti kisah Thomas Alfa Edison yang setelah percobaan ribuan kali membuat formula lampu, jatah gagalnya lebih banyak dari berhasilnya. Coba, kalau hanya sekali coba lalu gagal dan dia memilih menyerah, mungkin hari ini kita dapati malam gelap gulita tanpa lampu, kan?
Just trust yourself. Percaya aja, kalau kamu itu bisa. Percaya aja kalau kamu jauh lebih keren dari yang kamu pikirkan. Percaya aja, kalau upaya-upaya kamu itu adalah bentuk syukur atas apa yang sudah Allah berikan. Sungguh, mulia sekali bukan?
Pada setiap proses itu, jangan lupa selalu libatkan Allah. Minta pertolongan. Minta dimampukan. Minta dijaga. Minta dikuatkan. Minta diberkahi. Minta diberikan kemudahan-kemudahan. Karena, terlalu sombong kalau kita hanya mengandalkan diri kita sendiri.
Terakhir, jangan terlalu banyak dengar kata orang. Berapa banyak kamu selama ini selalu dengar kata orang terus-terusan? Sementara penilaian manusia ke kamu tidak bisa dikontrol. Mengejar kepuasan penilaian manusia itu lelah, karena tidak akan pernah ada ujungnya. Cobalah, dengarkan isi hatimu sendiri, ya.
Aku cuma mau bilang, selamat berproses! Niatkan semua dalam rangka ibadah agar lebih ringan jalannya. Agar tak sia-sia semuanya.
Selamat berproses, selamat berjuang di jalan-jalan kebaikan! Selamat meniti jalan-jalan perjuangan!🤍🌥️