The Star
Bagaimana jika kita adalah bintang bagi orang lain di luar sana?
Ketika kita melihat orang lain bersinar di mata kita terlalu indah. Seseorang yang tampak berkilau dengan segala miliknya. Bila melihat dia yang rasanya tak sanggup kita sapa dengan lambaian tangan. Melihat seseorang yang begitu menawan di atas sana. Semakin merasa kerdil diri kita rasanya.
Tanpa kita tahu, ada seseorang yang mengamati kita serupa dengan kita yang melihat ke arah mereka. Menjadikan kita elok dengan segala kekonyolan tingkah laku kita. Menciptakan senyum kecil dari kesalahan-kesalahan yang kita benci dengan sendirinya. Bukan menertawakan, hanya saja kita terlihat sempurna sebagai manusia untuk dia yang hanya diam bersembunyi dari sela-sela tatapan orang.
Bagi mereka kitalah bintang yang bersinar diantara ratusan orang yang mengantre sembako di pasar tradisional. Lampu kecil yang berkelip diantara orang-orang yang membeli gulali di pasar malam. Bercahaya dari jejeran seragam serupa yang mulai lelah menunggu pidato kepala sekolah.
Mungkin kita adalah bintang, dengan apa yang kita punya. Mungkin kita adalah bintang, untuk mereka yang menerima kita sepenuh hatinya.
Lalu, apakah kamu akan menerima dan mau menyandang arti bintang itu darinya? Percayalah, dirimu sendiri adalah bintangnya.
Nitt,



















