(This is my friend 1st writing about his ordinary and extraordinary life. Glad to know i have made him write some words)
Nama gw Putra Hari Pratama, biasa dipanggil (PHP). Sebenernya, males juga sih gw dipanggil begitu. Soalnya, gw orang yang baik, ramah, tidak sombong, rajin menabung, dan gak suka PHP-in cewek (tsahh), justru gw di PHP-in mulu (curcol). Berhubung ini tulisan pertama gw yang gak jelas, jadi gw putusin buat bahas tentang Pemberi Harapan Palsu (PHP).
PHP (Pemberi Harapan Palsu) itu menurut gw berasal dari kamusnya para alay yang sering manggung di konser-konser Inbox dan Dahsyat. Pertanyaannya adalah kenapa kaum jetset ikut-ikutan menyebut istilah itu? Dan, parahnya lagi ikut menjadi pelaku . . .cihhh . . . !!!
Kadang, gw gak habis pikir dengan cowok atau cewek single yang menyebut pasangan jalan barengnya dengan sebutan ‘mas-masan,’ ‘mba-mbaan,’ ‘kakak-kakakan,’ ‘adek-adekan,’ dan yang paling parah itu ‘tante-tantean’ . . . preett . . . Bisa bayangin gak kalo mereka semua itu dateng ke rumah terus bilang ke orangtua lo kalau saya ‘kakak-kakakan’-nya atau ‘mas-masan’-nya si A??? (Orangtua hening sejenak dan bilang “Kapan gw ngelahirin kakak atau mas yang kayak gini bentuknya ya???!!!!”) Agak freak juga sih dengan istilah itu, kenapa gak bilang langsung ini temen atau sahabat deket dan gak mustahil jadi pasangan, kan lebih manusiawi didengernya (keluh kesah).
Secara mereka jalan bareng, pastinya saling cerita, rangkul, pegang, telpon-an, sms-an, atau bbm-an dong ya? (mandi juga bareng gak ya? Hahaha . . .). Biasanya kaum jetset yang pake istilah itu mendekatai 1, 2, bahkan 3 orang. Alasan mereka adalah mencari yang baik di antara yang baik. Klise banget. Kalu begitu kenapa gak cari di toko yang ada garansinya aja, toh! Kan barang rusak atau cacat bisa dikembalikan selama masih ada garansi . . .hahaha. . . Menurut gw itu yang dinamakan PHP (sama kaya nama gw) versi halusnya.
Gue suka kasian sama orang yang begitu berambisi buat ngedapetin gebetan. Disuruh nyemplung sumur buat ambilin sendal doi mau juga kali. Secara nggak langsung, sama aja melakukan pendekatan sama orang yang lo taksir itu dengan cara dan upaya apa pun dan menggangap itu semua halal dilakukan. Asalkan jangan rela mati buat dia . . . hahaha . . . Iyalah. kalau mati mending dia cari yang lain.