Friday the 13th as a Good Day
Halo. Hari ini usiamu tiga tahun di atas angka 20.
By the way, hari ini aku khusus mengikuti proyek #30HariMenulisSuratCinta 2015 khusus untuk angka 23 itu, di tanggal 13 ini. Yah, walau mungkin surat ini tidak sampai di tab mention-mu tepat waktu. Aku mengikuti proyek asik dalam surat-menyurat ini sejak tahun 2012-2014, dan seperti yang aku bilang; aku tidak mengikutinya tahun ini karena alasan ada kesibukan. Klise, ya? Hihi.
Loh, kok jadi bahas ini.
Mungkin surat ini tidaklah istimewa. Karena kamu sudah membaca banyak tulisanku, baik yang bukan untukmu maupun yang untukmu. Jadi, tidaklah asing jika aku merangkai kata-kata lagi untuk kamu. Malahan mungkin kualitas tulisanku yang memburuk karena jarang berlatih menulis.
Satu tahun terakhir sejak kamu berulang tahun Februari tahun kemarin, pasti banyak hal baru untuk kamu, dan kita. Jarak yang memendek, rutinitas baru, pekerjaan kamu, jadwal ketemuan kita, banyaknya makanan pedas yang masuk ke perutmu (karena kita makin sering makan bareng), kadar manja yang meningkat katamu, untukku, yang membuat kamu kerap kehabisan kata-kata dan mengusap-usap wajahmu yang letih. Memang benar menurut Julia T. Wood dalam buku Interpersonal Communication: Everyday Encounters (ini buku editan sendiri haha!), kalau pasangan pasca-LDR akan menemui kesulitan justru ketika sudah berdekatan.
Siang ketika malamnya aku menulis surat ini, kamu tahu, aku baru saja berburu e-book Fifty Shades of Grey. Novel yang baru saja banyak dibahas umum karena diangkat ke layar lebar. Alasannya karena genre ceritanya cenderung “erotis”. Kalau tidak salah soal lelaki muda yang punya gangguan masokhis. (Kamu boleh tanya soal gangguan psikis ini ketika kita ketemuan) Jadi rasa pe-na-sa-ran-lah yang membuatku ngubek-ngubek Internet. Hehe. Tapi, jangan berharap filmnya akan diputar di Indonesia, ya.
Eh, kucing mana lagi yang kini mengikutimu? Bukankah kamu mudah diikuti kucing. Salah satunya Panda, kucing hitam-putih yang kerap datang ketika kamu main ke tempatku. Padahal, dulu kamu sedikit anti-kucing, sekarang malah kamu punya ikatan sama kucing. Nah, aku yang suka kucing, tapi malas kalau memelihara kucing. Tapi, kalau suka kamu dan suatu hari disuruh melihara kamu, mungkin aku milih itu. Hehe! Padahal, kamu lebih picky soal makanan dibanding kucing, lho. Ya ampun, ini kayak tulisan anak SMP ke pacarnya, ya.
Surat ini dari wanita berusia lebih tua tiga tahun tiga bulan dari kamu, tapi aku mau nulis:
Suka terbaru kamu adalah ke Asian Dolce Latte Starbucks, suka terbaruku adalah ke hijau toska. Kesukaan lamamu adalah Tottenham Hot Spurs, kesukaan lamaku adalah Detektif Conan. Kesukaan kita yang sudah lama tidak dilakukan adalah nonton konser. Terakhir Jazz Goes to Campus UI Desember 2014. Tapi, hampir tiap weekend kita makan perkedel kentang. Bukti kebersamaan dalam pertambahan umur sekian tahun. Udah, iya-in, aja analogi ini.
So, once again, happy birthday. Happy growing older. May Allah bless you with so much miracle and happiness. Sisanya, kita rayakan saat bertemu. Kamu boleh minta es krim, atau kita nonton konser jaz saja. Aku mau nonton tv dulu. Eh, surat ini pakai kata ganti “aku-kamu” boleh, ya, biasanya juga “gue-lo”. Pencitraan atau memang lagi manis, tentukan sendiri. *:
From: the writer of this letter.














