Phantom Memory - Ch. 1
Historia melihatnya; sebuah siluet yang selalu datang berbisik di sela-sela tidurnya.
a/n: Jadi aku tiba-tiba kangen bikin angsty medieval princess x guardian trope, semoga siapapun yg nemu dan baca ini suka <3
Di sebelah sayap barat katedral yang dibangun di atas bukit Rose, seorang perawan Reiss sedang dikerumuni para maid dengan berbagai macam bawaan di keranjang rajut itu. Beberapa hadiah dari mempelai pria datang beruntun--bunga-bunga bakung gunung dirantai dengan mawar putih yang terlihat baru dipetik dari tangkai berdurinya, serta juntaian kain satin berbordir anyaman suku taklukan. Wanita-wanita itu dengan penuh ketelitian memasangkannya pada rambut emas madu yang mengalir panjang seperti sungai di musim panas. Dan gadis itu berdiri di depan cermin dengan penuh kepasrahan di antara tangannya yang saling bertaut.
Bisik-bisik maid bergaung mengarahkan benda-benda ini itu untuk saling berpindah tangan. Sementara gadis yang mereka hiasi bak boneka porselen cukup tahu untuk tetap diam dan mempercayakan keindahannya.
"Katakan pada saya jika anda sakit, m'lady."
"Tidak, ini baik-baik saja."
Gadis itu tersenyum dalam tarikan napasnya yang tertahan korset. Begitu mungil dan kencang. Maid itu mengikatkannya dan menyisipkan talinya ke dalam, membentuk bentuk pinggang yang sempurna dan kokoh.
Dari gurat senyumnya di kaca itu, berpendar kilasan wajah yang sama dengan putri Reiss yang pertama dari garis keturunan bangsawan, sementara di sini, berdiri putri yang dulunya diasingkan di desa kumuh terpencil dengan ladang ternaknya. Tangannya tidak pernah menyentuh barang perak ataupun piring perunggu. Di mata birunya, ia menangkap mutiara di atas nampan perhiasan itu sebagaimana roncai batu kerikil, serta gaun putih dengan tenun flora emas pada roknya seperti gaun tidur linen-nya.
Tapi yang tampak berbeda adalah binar mata ayahnya saat dia mendapati persetujuannya untuk menikah.
"Aku akan memperlihatkanmu untuk anak bungsu penguasa Marley. Mereka akan tiba bulan depan di wilayah pesisir Shiganshina. Aku akan berbicara pada utusannya."
Lalu, bulan depan itu telah lewat dan gubernur Rod telah berbicara pada beberapa utusan itu. Mengirim surat keakraban dengan janji dukungan dan hadiah kristal es yang telah lama tersimpan khusus, jika saja mereka berkenan menimang Historia.
"Historia, aku akan memasukkanmu ke tempat pelatihan kebangsawanan. Aku tidak ingin kau mempermalukanku dengan seperti ini."
Dan Historia pun dipindahkan ke asrama gereja di sudut Orvud. Berlatih setiap hari dengan beberapa biarawati yang mendidik dengan lugas dan tekun.
Historia Lenz Krista Reiss
Nama kudus yang telah melekat semenjak ia kecil dan diasingkan di pendidikannya. Gadis peternakan yang akan menerima tangan dari seseorang yang jauh di sana.







