Menebak
Saya pernah bertemu seorang bapak yang terlihat begitu sangar di sebuah klinik, memasuki ruangan dokter dengan tergesa karena anaknya sedang butuh penanganan secepatnya. Kala itu saya ketakutan melihatnya, karena penampilannya persis seperti seorang penjahat. Namun siapa sangka setelah beliau memulai menyapa, saya menangkap aura kehangatan dari dirinya. Terlebih ada fakta baru yang saya tahu bahwa beliau ternyata orang yang humoris. Kami pun mengobrol cukup lama. Sampai akhirnya saya mendapat tumpangan gratis untuk kembali ke pondok. Karena kebetulan pondok saya dengan rumah beliau satu arah. Sepanjang jalan pun bapak itu dan istrinya tak henti-henti bercerita. Bahkan ternyata beliau pernah menjadi orang kepercayaan pemilik pondok yang sekarang saya tempati.
Dari cerita ini saya mengerti bahwa kita tidak bisa langsung menebak bagaimana seseorang kecuali setelah kita benar-benar mengenalnya.
Karena apa yang tampak dari luar tidak selalu menunjukkan apa yang ada di dalam.
Siapa yang tahu bahwa ternyata di balik sangarnya wajah seseorang, tersimpan keramahan dan kepedulian yang luar biasa? Siapa yang tahu di balik foto-foto bahagia seseorang di sosial media ternyata ada kesedihan dan luka-luka yang menganga? Siapa yang tahu di balik tulisan-tulisan penggugah semangat tersemat kerapuhan yang teramat sangat.
Kenalilah lebih dekat, maka kamu akan melihat sesuatu yang selama ini tak tampak.
Bukankah Umar bin Khattab pernah berkata bahwa kita bisa mengetahui seseorang jika sebelumnya kita pernah bertetangga dekat, berurusan dalam perkara uang, dan pernah melakukan perjalanan dengannya. Selain itu jangan cepat menebak atau berkespetasi lebih tentangnya. Bukan apa-apa, jika ekspetasimu tak sesuai dengan kenyataan, yang ada hanyalah kecewa.
@penaalmujahidah

















