DUA KARYA ANTOLOGI DI PARUH PERTAMA 2025
Paruh pertama tahun ini, ada hadiah istimewa dari Allah yang hadir. Dua karya antologi, Alhamdulillah bisa terbit di waktu yang hampir bersamaan. Karya antologi itu – berdasarkan penjelasan di Google – adalah kumpulan karya, bisa cerpen, puisi, quote, esai, dan lain-lain, yang memiliki tema yang sama dan dibukukan menjadi satu terbitan.
Karya pertama, yaitu berupa esai. Sepucuk surat yang kutujukan untuk kedua orang tua tercinta. Ketika pertama kali melihat informasi dari IG @nulisquote bahwa ada lomba surat dengan tema “Ungkapan Cinta Untuknya”, tanpa berpikir panjang langsung eksekusi menulis. Memang, kala itu butuh wadah menuangkan segenap rasa rindu kepada kedua orang tua, “siapa tahu bisa lolos”, gumamku. Setelah selesai menulis, kukirimkan naskah itu via google form @nulisquote.
Tak lama setelah itu, ada pengumuman lagi, kali ini dari @halopenulis. Undangan menulis buku bareng dengan tema “Kepergianmu”. Tancap gas lagi. Dan karya kedua ini adalah sebuah cerpen. Mengenang kisah hidup yang dijalani pasca perginya almarhumah mama. Setelah beres menulis, kukirimkan juga via google form.
Di rentang akhir bulan Februari ke awal Maret, kucoba tengok email. Alhamdulillah, ada notifikasi yang masuk. Terpilih menjadi salah satu peserta kedua karya ini, dan bisa terbit di jarak sekitar kurang lebih 10 hari antara karya pertama dan kedua.
Kedua karya ini, sengaja kubuat sebagai dedikasi, sekaligus menjadi obat kangen kedua orangtua. Kisah yang mungkin secara lisan sulit diungkapkan, sebaliknya lebih mudah untuk dituliskan. Rasanya setelah menulis itu, hati lega rasanya.
Sejujurnya, ini keluar dari zona nyaman, seperti yang pernah diceritakan di @30haribercerita januari lalu. Akan tetapi, kali ini terdorong karena untuk self healing. Dan menulis adalah salah satu cara keluar dari rasa hilang itu.
Dengan ini, semoga jadi pemantik semangat untuk terus berkarya...
Next, karya solo, semoga suatu saat bisa terwujud. Aamiin...




















