Kesulitan, penolakan, kegagalan bisa jadi salah satu cara Allah mengingatkan. Supaya niatmu lurus, hanya karena Allah. Ditata lagi niatnya, diyakinkan ‘apakah Lillahita’ala ?’. Meskipun seandainya mudah, jika niatmu salah, buat apa ?

seen from Australia
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Colombia
seen from T1

seen from Australia

seen from Australia
seen from China
seen from Brazil
seen from United Kingdom

seen from Switzerland

seen from Malaysia
seen from Ukraine

seen from India
seen from Yemen
seen from China

seen from Switzerland
seen from Mexico

seen from Belarus
Kesulitan, penolakan, kegagalan bisa jadi salah satu cara Allah mengingatkan. Supaya niatmu lurus, hanya karena Allah. Ditata lagi niatnya, diyakinkan ‘apakah Lillahita’ala ?’. Meskipun seandainya mudah, jika niatmu salah, buat apa ?

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Bukan pilihan dan hasilnya yang dipermasalahkan. Tapi kesabaran dan kesyukuran tentang apapun pilihan dan hasilnya-lah yang patut dipertanggung jawabkan.
Akhirnya aku paham. Rezeki adalah kasih sayang Allah pada semua makhluk. Sudah ada ketentuannya, bagi yang muslim maupun yang bukan, bagi manusia atau makhluk lainnya. Tapi kasih sayang Allah bagi seorang muslim adalah pemahamannya melalui Islam, pengertiannya dengan Al-Qur’an, penjagaannya dengan majelis ilmu, dan penguatan iman disetiap sholatnya.
Jadi sudah harus belajar woles dengan rezeki, dengan harta, pekerjaan, masa depan, keluarga, dsb. Karena sudah dijamin. Jangan khawatir.
Khawatirkan saja yang belum pasti. Misalnya, kemungkinan kita masuk surga, dan peluang dijauhkan kita dari api neraka. Hal begitu, yang belum pasti.
Akhirnya naik kelas !
Kehidupan adalah sekolah bagi kita masing-masing. Ada pelajarannya untuk nanti diuji. Kalau kita paham dan bisa menyelesaikan ujian dengan baik, kita naik kelas. Kalau belum paham, ya akan remidi lagi sampai kita paham dan bisa naik kelas.
Sadar ataupun tidak, kelas kita beda-beda. Ada yang belajar tentang agama, ada yang belajar seni, ada juga sains dan sosial. Sekolah kehidupan juga, ada yang belajar jujur, amanah, disiplin, tegar, tenang, dan banyak kelas lainnya yang kita tidak akan tahu sebelum kita masuk kelasnya.
Tidak semua pelajaran mudah. Masing-masing kita dikaruniai kemampuan yang tak sama. Ada yang disiplinnya baik, tapi gegabah. Ada yang tenang, tapi kurang peka dengan sekitar. Mungkin juga ada yang cerdas, sayangnya ia kurang amanah. Ya, untuk naik kelas, kita perlu belajar hal berbeda.
Kita sendiri yang akan tahu, pada ujian kali itu, kita lulus atau gagal. Kita berubah jadi makin baik, apa masih begitu-begitu saja. Hanya kita dan guru kita yang tahu.
Kalau lulus, belajarlah lagi di kelas yang lain tanpa melupakan pelajaran yang lalu. Kalau belum, segera pahami salah caramu, pemikiranmu, atau niatmu untuk diperbaiki dan bersiap untuk remidi.
Orang-orang yang kamu kagumi itu, yang kamu iri. Kelas yang mereka ambil bisa jadi jauh lebih banyak darimu. Mereka lebih cerdas, lebih pekerja keras, untuk sampai di posisi mereka sekarang.
Jadi, segera cari tahu kelas apa yang sekarang kau hadapi, apa syarat kelulusannya, bagaimana cara lulus ujiannya, dan berdoalah. Semoga kita semua bisa naik kelas untuk kesekian kalinya dalam hidup. Semoga dimudahkan dan diberkahkan.
(Pict : kanazawa high school museum, Kanazawa, Japan. -ini adalah salah satu bentuk kelas jepang zaman dahulu yang di-museumkan, karena kanazawa adalah kota ke-4 di jepang yang pertamakali mendirikan sekolah pada zaman itu.)
Pict : Tsuruga Station, Japan
Kamu yakin mau ?
———
Pernah bermimpi punya rumah seperti si A. Ingin kaya dari lahir seperti si B. Ingin jadi C yang serba bisa. Ingin bisa dapet beasiswa kayak si D. Ingin menikah seperti si E. Ingin punya anak seperti anaknya F. Ingin punya G, H, ... dan la-la-la nya. Yakin ? Beneran ? Se...rius ? Hontouuu ?
Kenapa kamu menginginkannya ?
“Motivasi dong !”.
Boleeh aja, bagus malah. Jangan lupa perhatikan juga cara-cara dia sampai. Kalau dengan usaha, kerja keras, ketekunan, dan doa, yuk kita juga lakukan. Siapa tahu dibalik dia yang santai dan woles, ada sujud dan malamnya yang dihabiskan untuk mengadukan semua pada pemilik semesta, yang Maha segalanya.
“Kayaknya enak. Hidup jadi lebih mudah”.
Hey.. hey.. bentar ya. Kamu yakin kamu mau.. dan.. bisa.. seperti dia ?
Nah itu. Kebanyakan kita sudah lihat ‘hasil jadi’, sesuatu yang ‘permukaan’. Tapi belum tahu, ada ‘biaya’ yang perlu dibayar untuk itu. Mungkin bukan sebelum rejeki datang, bisa jadi setelah rejeki di tangan.
Siapa tahu dibalik kemudahannya dapat beasiswa, dia harus mengerjakan tugasnya susah payah sampai kurang tidur. Siapa tahu dia harus menerima ucapan-ucapan ‘cinta’ dari professornya yang nylekittt. Yakin bisa ?
Jangan-jangan dibalik banyaknya harta, keluarganya tidak lagi utuh. Jangan-jangan dibalik rumah besar, tidak ada kedamaian di dalamnya. Masih mau ?
Apalagi yaa.. kalau kita lihat instagram dan sosial media lain. Hidup orang terlihat lebih ‘wah’ dan lebih nyaman. Padahal sebenarnya dia sudah pilih-pilih itu.. foto mana yang paling bagus, momen bahagia apa yang bisa dibagikan. Iya kan ?
Tapi sesuatu yang normal baginya, belum tentu dibagikan. Misal, keseharian pekerjaan mereka yang membuatnya banyak harta, proses belajar mereka yang membuatnya cerdas, disiplin seseorang untuk menabung untuk modal usaha atau menikah, ibadah-ibadah sunnah yang dijaganya selain hal yang wajib.
Kalau memang mau. Tanya langsung ke si A,B,C, ... dan seterusnya. Apa sih yang bisa membuatmu bisa dapat banyak harta, dapat beasiswa, istri/suami yang baik, anak-anak yang shalih shalehah ?
Tanya langsung ke orangnya. Daripada, ingin .. ingin .. ingin .. dan sudah. Berhenti di ingin.
Semoga kita dijadikan orang-orang yang lebih bersyukur. Amiinnn
Note : Tulisan ini ditujukan untuk diri yang sedang banyak kepinginnya. Buat yang mungkin semangatnya sedang begitu menggebu, sebagai pengingat untuk terus bersyukur. Bukan untuk nakut-nakutin. Ya.. itu bisa juga sih. Supaya bisa menyiapkan sebaik-baiknya. Tapi bukan menyerah tanpa mencoba lhoo💪🏻 Bismillaaahh
Kalau bisa lembut, kenapa harus keras ?
Pernah gak ? Merasa ada yang tidak adil dalam hidup ini ?
Ketika orang lain dengan kemampuan yang tidak lebih baik, bisa mendapatkan kesempatan dan hasil yang lebih baik daripada kita. Merasa bisa melakukan apa yang dilakukannya dengan lebih baik. Mengira seharusnya kita yang ada di posisi dia.
Astaghfirullah.
Sombong amat ya ? Kita lupa ? Kalau semua itu kehendak Allah ? Izin Allah ?
Kita bukan dia. Tentu ada hal-hal lain yang mata kita lewatkan, yang kita kurang perhatikan.
Siapa tahu, Allah memang memilihnya karena dia lebih siap. Allah tahu ia lebih bisa mengatasinya.
Kalau memang masih belum terima, tunggu saja. Suatu waktu kita mungkin akan diposisikan sama dengannya. Lalu kita baru merasakan apa yang dirasakannya. Dan baru menyesal karena berpikir bisa lebih baik darinya.
Tapi, kita gak perlu mengalami apa yang ia alami.
Aku percaya, Allah ingin kita belajar. Mengambil hikmah dan pelajaran dari setiap pengalaman.
Kalau kita bisa belajar, cukup dengan memperhatikan. Menempatkan diri kita sebagai yang sedang diuji, diberi pelajaran. Anggaplah, kita diberi pelajaran/peringatan dengan cara begitu lembut. Kenapa tidak ?
Kenapa kita repot-repot menyombongkan diri dan minta diposisikan sebagai orang lain ? Apa sebenarnya yang mau dibuktikan ? Untuk siapa ? Kenapa memilih diperingatkan dengan cara keras ?
Kalau diperingatkan dengan lembut bisa mengerti, kenapa harus dengan keras ? Coba diingat-ingat lagi, siapa tahu memang kita pernah melewatkan peringatan lembut dari Allah.
Sekarang dan seturusnya, semoga kita dijadikan orang-orang yang lebih peka, lebih bisa belajar, dalam kondisi apapun, dari siapapun. Selamat belajar !

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Resahmu mudah bagi Allah.
Kembali saja pada sujudmu dan bacaan Qur’anmu, semoga Allah cukupkan.
Karena harapanmu tidak selalu adalah yang terbaik. Kamu tidak tahu.
Saat itu, hatimu sedang ditanya. Seberapa yakin kamu pada Allah ? Percayakah engkau jalanmu, rezekimu, ceritamu adalah lebih baik ?
Tenanglah. Pilih cara-cara mulia dan berkah. Se-sederhana apapun hal itu.
Aku berusaha untuk tidak membenci siapapun. Bersahabat, mendengarkan, menjaga rahasia, dan ada untuk mereka. Aku berusaha.
Apa yang kau pikirkan ?
Membenci adalah hal yang begitu mudah. Sekecil kau sebal dengan salah satu sikapnya. Tapi ...
Siapakah yang lebih dekat dengan Allah ?
Siapakah yang doanya lebih di ijabah Allah ?
Tidak tahu.
Siapa tahu yang engkau benci adalah makhluk kesayangan Allah. Apa kau masih berani ? Membencinya ? yang doanya bisa jadi merubah jalan cerita hidupmu ?
~pedamaian~perdamaian~yuukk kita berteman & bersahabat baik-baik 😊
Allah Maha Pengasih dan Penyayang.
Kalau kita mengubungkan saat ini dan masa lalu, kita akan menemukan banyak bukti Allah Maha Baik. Untuk sampai di titik ini-pun banyak yang sudah Allah berikan untuk kita.
Dan lagi-lagi kita dihampiri keragu-raguan, tentang keputusan dan masa depan.
Lalu, pernahkah kita tanya pada diri sendiri ? Kenapa belum bisa sepenuhnya percaya pada keajaiban Allah dan pertolonganNya ?
Lihat lagi, kita adalah bukti keajaiban itu. Masih diberi kesempatan hari ini, mungkin dicukupkan dengan harta, mungkin dilengkapi dengan keluarga, mungkin diberikan kemampuan, mungkin dibekali pengetahuan, mungkin dilindungi dari kejahatan, mungkin dipertemukan dengan sahabat yang mengajak kebaikan, mungkin dibebaskan untuk jadi diri sendiri, dan banyaakk lagi.
الحمدلله رب العلمين
Kita dari masa lalu saja sudah begitu diselamatkan untuk sampai di hari ini. Untuk kedepannya ? Kenapa tidak luwes saja ?
-yang sedang belajar