Saptu 29/01/2022, saya melakukan perjalanan (Healing) kata anak muda sekarang hehehe di salah satu lokasi wisata perkempingan (Paralayang Wayu) hanya untuk sekedar mengistirahatkan otak dari semua aktivitas kami. Perjalanan yang kami tempuh cukup rumit dimana kondisi jalanan rusak bebatuan yang lepas sehingga membutuhkan waktu cukup panjang. Sepanjang perjalanan kami banyak bercerita tentang kehidupan, pohon, dan masalah hati jangan lupa heheheehe hal itu kami lakukan agar waktu perjalanan seakan singkat bahasa Palunya (Bakasih senang hati).
So next, sewaktu kami sampai di lokasi perkemping berkisar pukul 17.15 WITA cukup ramai pengujung yang lain telah tiba terlebih dahulu. sehingga ada spot lokasi pendirian tenda idam karena strategis telah di tempati oleh yang lain ahh sudahlah kami mencari spot yang tersisa. Aktivitas yang pertama kali kamu lakukan ialah mendirikan tenda kemudian dilanjutkan dengan memasak karena kami berdua sangat lapar biasa efek perjalanan wkwkwkwk dan tak lupa foto hanya sekedar mengambil moment. Just Information, lokasi perkempingan ini cukup populer di Kota Palu karena kita akan disuguhkan dengan pemandangan kota dari ketinggian berkisar 900 MDPL sehingga memungkinkan melihat keseluruhan wilayah kota Palu seperti mangkuk.
Malam ini kami cukup beruntung karena pemandangan tidak terhalang oleh kabut.
Oh maaf kami hanya mempunyai satu gambar ini dan tidak menyempatkan mengambil gambar di pagi hari dikarenakan kami harus melanjutkan perjalanan dan menyimpadan sedikit daya betrai Handphone kami. Sedikit informasi lagi sebaiknya ketika anda berkeinginan untuk pergi sebaiknya membawa Power Bank untuk terus dapat mengambil gambar hehehee.
So next, perjalanan kami berlanjut kesalah satu perkampungan Desa Dombu namanya tujuan akhir kami. Kami berdiskusi dengan beberapa warga yang berada di lokasi perkempingan untuk mendapatkan informasi perjalanan dan waktu tempuhnya, kata bapaknya “Jalan bagus sekitar 30 menit sampai dek”.
Lalu setelah berdiskusi kami memutuskan melanjutkan perjalanan.
Oh ini kah jalanan bagus itu, nampaknya tidak begitu baik. Akan tetapi karena niatan yang tinggi kami meneruskan perjalanan bekisar 1 jam lebih kami menempuh perjalanan. Perjalanan ini cukup menakutkan karena kami harus bersiap siaga dengan jalanan batuan lepas, titik-titik rawan longsor tapi itulah nikmatnya perjalanan bukan.
Ah itu dia kita hampir sampai kawan.
Dan akhirnya kami sampai tujuan mencari kopi. Di Desa Dombu cukup banyak petani kopi yang hasil produksinya telah melanjong di beberapa negara lain seperti Jepang, Dubai dll.
Di tempat ini salah satu kelompok tani Kopi yang telah memiliki merek dagang kami berdiskusi soal kopi Dombu. Menarik kami banyak mendapatkan informasi soal kopi dan bagaimana perjalanan dagang petani kopi dulu dan sekarang. Tapi sedikit kecewa karena kami tidak dapat membeli kopi tersebut karena aturan kelompok harus membeli dalam jumlah banyak (100 Kg), ah sudahlah ilmu kami rasa cukup.
Dan setelah itu kami memutuskan untuk kembali ke Kota Palu.
Sekian perjalanan kami Weekand ini See Next Time.

















