Pelajari bagaimana Terra Catalyst mengembangkan urban farming sebagai solusi ketahanan pangan kota yang berkelanjutan melalui integrasi waste management dan pemberdayaan komunitas.

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Switzerland

seen from United States
seen from United States

seen from Ireland

seen from United States
seen from China
seen from China

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Germany

seen from Russia
seen from South Africa

seen from United States

seen from Italy

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from United States
Pelajari bagaimana Terra Catalyst mengembangkan urban farming sebagai solusi ketahanan pangan kota yang berkelanjutan melalui integrasi waste management dan pemberdayaan komunitas.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Ada kecukupan di dunia untuk kebutuhan manusia, tetapi tidak untuk KESERAKAHAN manusia.
Aku selalu terkesima dengan bagaimana cara manusia selalu menghasilkan sampah! Coba lihat, bagian hidupmu mana yang tidak meninggalkan sampah? Adakah bagian hidup yang tidak meninggalkan residu? Tidak ada!
Nafasmu mengeluarkan CO2 alias karbon dioksida yang merupakan residu, bukan? Apakah kamu akan menghirup CO2? Tentu saja tidak bisa! Tubuhmu sudah diatur untuk hanya menghirup oksigen dan melepaskan karbon dioksida. Dan bukankah selama 24 jam kamu bernafas?
Belum lagi kegiatanmu lainnya yang selalu menghasilkan sampah. Dari mulai ke kamar mandi, entah untuk membiarkan mukamu dicuci atau menyikat gigi. Lalu berlanjut pada makan pagimu yang seringkali tidak habis dilahap, bahkan habispun akan tetap meninggalkan sampah. Ah, mau dibicarakan berapa kalipun aku tetap takjub dengan hal ini. Dimana Tuhan menciptakan kita untuk selalu SADAR bahwa ada hal-hal yang harus lebih diper-HATI-kan. Tapi dasar manusia, seringkali lalai dan lupa. Merasa hebat karena sudah tidak pakai plastik tapi masih enggan menggunakan kaki. Merasa bangga dengan mobil listrik barunya, tapi tidak peduli kalau penyumbang emisi terbesar di dunia ada pada pembuatan listriknya. Dan yang paling bikin geleng-geleng kepala, manusia yang merasa besar kepala dan tidak peduli dengan apa yang ada di sekitarnya, apalagi sampah yang dihasilkannya. Ingat kawan, sampahmu tanggung jawabmu.
- Sastrasa
Air hujan banyak dibahas di dalam kitab, yang paling populer adalah Al Anfaal ayat 11. Hujan bukan bencana, abaikan kata-kata "waspada musim
Air terbaik di dunia dalam Al-Qur'an adalah Air Hujan.
Air yang mempunyai kadar TDS (padatan terlarut) rendah dan ph (kadar keasaman) Tinggi yang berarti bukan asam tetapi basa. Air di dalam gelas ini ber TDS 10ppm dan pH 8. Sangat bagus untuk kesehatan dan berguna untuk apa saja termasuk memasak. Air hujan banyak dibahas di dalam kitab, yang paling populer adalah Al Anfaal ayat 11. Hujan bukan bencana, abaikan kata-kata "waspada musim hujan, cuaca buruk" dan lainnya. Saat hujan berarti Tuhan sedang membagi berkah. Tampung untuk kebutuhan kita, resapkan ke dalam tanah untuk tabungan kita. 13-1-2019
Pembangunan & Keterkaitan Sosial, Ekonomi, Lingkungan dan Teknologi
Makna Pembangunan
Makna pembangan seiring waktu memiliki arti yang berda. Istilah pembangunan dalam artian saat ini berasal dari pemikiran pembangunan modern era pasca perang dunia. Kurt Martin (1991) memandang bahwa para ahli ekonomi politik klasik mulai dari David Ricardo hingga Karl Max merupakan pemikir pembangunan karena menangani permasalahan pembangunan ekonomi yang serupa. Selama perang dingin terjadi persaingan dua strategi pembangunan antara kapitalisme dan komunisme. Dalam konteks umum, pembangunan adalah mengejar ketertinggalan industri maju. Cowen dan Shenton menemukan makna lain dari pembangunan. Pada abad ke-19 pembangunan menurut mereka mengacu kepada perbaikan akibat kemajuan yang terjadi. Hal ini melibatkan beragam pertanyaan seperti populasi (teori Malthus), pengangguran dan pertanyaan sosial (Karl Max).
Sejalan dengan itu, pemikiran pembangunan pada abad ke-20 di eropa merupakan reaksi atas kegagalan kebijakan dimana industrialisasi membuat orang-orang kehilangan pekerjaan dan hubungan sosial menjadi terkikis. Pembangunan ekonomi modern pendahulu adalah ekonomi colonial di Eropa dan koloninya. Singkatnya, pada awalnya perdagangan oleh perusahaan yang disewa, diikuti dengan perkebunan dan pertambangan. Pada tahap selanjutnya, kolonialisme membentuk suatu badan hukum untuk mengelola perekonomian yang tidak hanya menguntungnya penjajah tetapi juga penduduk lokal. Keunggulan komparatif koloni adalah menjual bahan mentah, sehingga industrialisasi bukan bagian dari ekonomi kolonial.
Dalam pemikiran pembangunan modern, inti dari pembangunan adalah pertumbuhan ekonomi seperti teori pertumbuhan dan big push teori. Seiring berjalannya waktu mekanisasi dan industrialisasi menjadi bagian dari ini, pembangunan adalah yang digerakkan oleh negara. Ketika pemikiran pembangunan diperluas mencakup modernisasi, maka pertumbuhan ekonomi dikombinasikan dengan modernisasi politik yakni pembangunan negara, sedangkan modernisasi sosial yakni menumbuhkan jiwa kewirausahaan dan orientasi pencapaian. Dalam teori ketergantungan, Inti dari pembangunan adalah pertumbuhan ekonomi atau akumulasi modal. Pembangunan disebutkan sebagai ketertinggalan, sebab terjadi ketimpangan dan kebergantungan dari negara bekas koloni terhadap bangsa barat.
Pemikiran pembangunan alternatif mulai memperkenalkan pemahaman baru mengenai pembangunan yang berfokus pada pengembangan sosial dan komunitas (Friedman 1992). Pembangunan manusia pada pertengahan tahun 1980 mengantarkan pada pemahaman mengenai pembangunan kapasitas mengikuti Amartya Sen yang juga mengenai kapasitas dan hak. Dalam laporan pembangunan manusia oleh UNDP, definisi utama pembangunan adalah the enlargement of people’s choices. Dapat disimpulkan bahwa pembangunan adalah perubahan yang digerakkan oleh masyarakat.
Perspektif yang berbeda mengenai pembangunan muncul dalam waktu bersamaan. Neoliberalisme sebagai wujud baru ekonomi neoklasik menghilangkan dasar dari ekonomi pembangunan. Paham ini mengandalkan mekanisme pasar, dimana peran negara dibatasi. Adanya campur tangan pemerintah akan mendistorsi pasar, sehingga menjadi tidak efisien. Tujuan untuk pertumbuhan ekonomi dicapai dengan deregulasi, liberalisasi, privatisasi untuk mengurangi intervensi pemerintah. Neoliberalisme mengambil alih peran negara dan diberikan kepada mekanisme pasar. Pemikiran pasca-pembangunan pun mengedepankan anti pembangunan. Negara dituduh sebagai otoriter, tujuan pertumbuhan ekonomi pun disangkal dan hasilnya menjadi kegagalan atau bencana bagi mayoritas masyarakat. Perbedaan makna pembangunan ini berkaitan dengan perubahan hubungan antara kekuasaan hegemoni yang menjadi dari bagian pandangan dalam cemin kolektif.
Keterkaitan sosial, ekonomi, lingkungan & teknologi dalam pembangunan
Dimensi sosial dalam pembangunan didiskusikan dengan kriteria yang fokus pada hal-hal materialistik. Hal inilah yang menciptakan asumsi bahwa pembangunan hanya menitikberatkan pada dimensi ekonomi dan mengesampingkan dimensi lainnya seperti dimensi sosial dan lingkungan. Adapun definisi dari developed & undeveloped yang ada saat ini sangat terbatas pada kondisi ekonomi tertentu dan tidak dapat menjelaskan dinamika dari masyarakat, keinginan atas kemajuan dari populasi, tidak hanya dalam konteks materialistik, sekaligus juga pengalaman dari pengecualian sosial dari negara atau daerah yang belum maju (Willis, 2011).
Pertumbuhan ekonomi dengan model Rostow menjelaskan adanya transformasi sosial. Hal tersebut berawal dari pemikiran Herbert Spencer yang mengadaptasi teori Evolusi dari Charles Darwin dalam menjelaskan pergeseran pola organisasi sosial sebagai justifikasi atas dominasi kelompok yang kuat terhadap kelompok yang lemah atau kurang beruntung (Willis, 2011). Sedangkan Emile Durkheim mengangkat gagasan control kelompok sosial untuk mempertahankan keseimbangan. Masyarakat modern menjadi lebih kompleks sehingga individualism muncul disebabkan partisipasinya dalam kegiatan ekonomi. Gagasan tersebut kemudian dikembangkan oleh Talcott Parsons yang mengidentifikasi pengaruh eksternal masyarakat seperti teknologi dan kebudayaan serta mengangkat perbedaanstatus masyarakat tradisional dengan masyarakat modern.
Max Weber yang menganalisa fenomena keterkaitan antara kelompok Calvinis Protestantisme dengan pertumbuhan industri di Jerman pada abad ke-19, dimana individu dengan etika kerja dan penundaan terhadap penghargaan atau keuntungan pribadi akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Hal ini menunjukkan bahwa berdasarkan gagasan-gagasan tersebut, dimensi kemajuan sosial masih melekat kepada aktivitas ekonomi atau indikator materialistic lainnya. Banyaknya kritik bahwa pembangunan terlalu berorientasi pada ekonomi kemudian menyebabkan kemunculan pemikiran mengenai pembangunan yang diperkaya aspek-aspek sosial & kultural seperti mengaitkan dengan unsur keagamaan, gender, usia, serta budaya. Namun, inti pembahasan mengenai perspektif sosial dan kultural pada pembangunan maupun indikatornya masih bersifat materialis, sehingga menciptakan nuansa ekonomi dan pembangunan seolah diitekankan pada ekonomi, bukan sosial.
Pertimbangan dimensi lingkungan dan teknologi dalam pembangunan dimunculkan setelah banyaknya terjadi kerusakan lingkungan akibat penggunaan teknologi modern untuk memaksimalkan sumber daya yang langka. Jauh sebelum itu, pada saat terjadinya revolusi industri di Inggris, telah mengakibatkan terjadinya arus urbanisasi yang cepat sehingga berdampak kepada lingkungan dan kesehatan penduduk urban. Fredrich Engels melalui bukunya yang berjudul The Condition of The Working Class in England pada tahun 1840an menggambarkan kepadatan penduduk di perkotaan, kemiskinan dan proses industri yang tidak teratur, berdampak kepada lingkungan.
Modernisasi di sektor pertanian pada era revolusi hijau (1950-1960an) memperlihatkan dampak pengrusakan lingkungan. Modernisasi yang dilakukan dengan menanam tanaman pangan seperti jagung, gandum, beras dan barley di negara bagian selatan telah berdampak kepada pengurangan keanekaragaman hayati, meningkatkan kebutuhan air serta polusi yang diakibatkan oleh penggunaan zat kimia (Barrow, 1995: Willis, 2011). Terjadinya revolusi hijau ini tidak terlepas dari upaya untuk melepaskan diri dari “jebakan” Malthus mengenai batasan dalam penyediaan pangan ditengah peningkatan jumlah penduduk. Sehingga, berbagai negara terdorong untuk menggenjot produksi pertaniannya dan membuat mereka menjadi eksportir pangan. Banyaknya gerakan kampanye lingkungan pada tahu 1960an menjadi tonggak awal isu lingkungan mendapat perhatian.
Pada tahun 1983, lembaga internasional United Nation membuat organisasi semisal The World Commission on Environment and Development (WCED). Tujuan dari WCED ini untuk mengidentifikasi kerusakan lingkungan yang terjadi dan tantangan pembangunan dengan berbagai permsalahannya. Pada tahun 1987, WCED mempublikasikan temuannya dalam laporan yang berjudul “Our Common Future”. Dalam temuannya tersebut, dijabarkan mengenai tantangan lingkungan yang dihadapi dunia, meneliti bagaimana kerusakan lingkungan akan menghambat pertumbuhan ekonomi serta kemiskinan dan kerugian lainnya akibat pengrusakkan lingkungan. Laporan tersebut menekankan pentingnya pembangunan berkelanjutan sebagai tujuan bersama masyarakat global. Hingga pada akhirnya, pembangunan berkelanjutan ini dituangkan kedalam agenda Millenium Development Goals (MDGs) yang kini berganti menjadi Sustainable Development Goals (SDGs). Agenda SDGs disusun tidak hanya berfokus pada upaya pemenuhan masa kini, akan tetapi untuk masa yang akan datang. SDGs ditujukkan untuk memastikan semua manusia dapat menikmati kehidupan yang sejahtera dan kemajuan ekonomi, sosial dan teknologi yang selaras dengan lingkungan.
Sumber :
Willis, Katie. 2011. Theories and Practices of Development. Routledge
Desai, Vandana. Robert Potter. 2014. The Companion to Development Studies. Routledge
Pieterse, Jan Nederveen. 2010. Development Theory. Sage Publication Ltd
Sachs, Wolfgang. 2019. The Development Dictionary. Zed Books

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Love for The Earth: Tugas Merawat Bumi
Pada dasarnya manusia adalah makhluk yang peduli, penyayang, dan inventif. Ini adalah kabar gembira untuk memulai gerakan merawat bumi. Sebuah gerakan yang tepat untuk menata ulang hubungan kita dengan alam.
Sebab jika semua kekuatan yang melanda planet ini adalah kekuatan yang diciptakan manusia dan jika manusia adalah sumber masalah, maka kita dapat menjadi dasar untuk solusinya.
The 11th Hour, sebuah film dokumenter besutan Leonardo Dicaprio yang disutradarai oleh Leila Conners Petersen dan Nadia Conners menampilkan dengan gamblang kondisi bumi kita saat ini, seperti pemanasan global, ledakan populasi, teknologi yang mengakibatkan kerusakan ekosistem, banjir, badai, kekeringan, penggundulan hutan, pemusnahan habitat, dan mencairnya es di kutub ditampilkan semuanya.
Mereka mewawancarai para ilmuwan, termasuk fisikawan Stephen Hawking, praktisi lingkungan, dan pemimpin-pemimpin terkemuka seperti Mikhail Gorbachev untuk duduk perkara membahas krisis saat ini serta menawarkan solusi untuk masa depan.
Kendati demikian, premis utama dalam dokumenter tersebut adalah masa depan umat manusia dalam bahaya.
Di negara kita, Indonesia, kerusakan lingkungan belum sepenuhnya menjadi perhatian serius, baik pemerintah maupun masyarakat. Tahun 2019 kemarin, jika dibandingkan dengan periode sebelumnya, beberapa wilayah di Indonesia melewati musim kemarau yang lebih panjang. Kemudian disusul oleh musim hujan yang menyebabkan banjir di beberapa wilayah. Namun, masyarakat baru menyadari dampak nyata kerusakan alam setelah datang bencana.
Survei YouGov-Cambridge Globalism Project 2019 mengatakan Indonesia sebagai negara paling apatis terhadap isu perubahan iklim. Masyarakat Indonesia tak percaya bahwa manusia membawa dampak terhadap perubahan iklim. Kondisi seperti ini membuat alam di Indonesia sangat memprihatinkan.
Kenyataan bahwa kita perlu mendefinisikan ulang cara kita memandang dan berinteraksi dengan alam sangatlah penting. Bagaimana kita menyebut bumi sebagai rumah yang memberi kita kehidupan, namun kita menutup mata dan telinga terhadap kerusakan alam di sekitar kita. Paus Fransiskus bukan tanpa alasan menyerukan harmonisasi hubungan manusia dengan alam. Melalui ensiklik Laudato Si, dia menyatakan bahwa kerusakan alam terjadi akibat aktivitas manusia dan butuh aksi nyata untuk mengembalikan wajah bumi yang telah rusak berabad-abad lamanya.
Bagaimana kita menyebut bumi sebagai rumah yang memberi kita kehidupan, namun kita menutup mata dan telinga terhadap kerusakan alam di sekitar kita.
Oleh sebab itu, gerakan merawat bumi harus berfokus pada masalah lingkungan mendasar yang berasal dari interaksi manusia yang mempengaruhi lingkungan alam. Dalam konteks ini, kewajiban merawat bumi menjadi tugas kita masing-masing. Selama kita menyebut bumi ini sebagai rumah, selama itu pula kita memiliki tanggung jawab besar untuk merawatnya. Merawat rumah yang memberi kita kehangatan saat musim dingin, rumah tempat kita menjernihkan pikiran bila menghadapi persoalan, juga tempat kita saling membagi kasih dan energi positif.
Tugas merawat alam membutuhkan cinta yang luar biasa. Cinta untuk bumi dan semua makhluk ciptaan akan menggerakkan kita untuk sedikit lebih peka, menjadi lebih hemat, makan makanan organik dan lokal, dan membersihkan sampah dan kekacauan lainnya. Gerakan love for the earth dapat dimulai dari lingkungan keluarga sebagai agen penting membentuk karakter manusia yang ekologis. Ini akan mendorong kita untuk mendesain ulang cara pandang kita terhadap mother nature.
Tugas merawat alam membutuhkan cinta yang luar biasa. Cinta untuk bumi dan semua makhluk ciptaan akan menggerakkan kita untuk sedikit lebih peka, menjadi lebih hemat, makan makanan organik dan lokal, dan membersihkan sampah dan kekacauan lainnya.
Cinta untuk Bumi akan membantu kita memulihkan gagasan tentang kebersamaan dan memaksa kita untuk bekerja sama dengan orang-orang di mana pun di planet kita yang rapuh namun tangguh ini. Dan akan bijaksana untuk mengingat kata-kata dan perbuatan Martin Luther King, Jr., yang berkata: "Cinta adalah senjata paling ampuh bagi umat manusia untuk transformasi pribadi dan sosial." Sebab tanpa menuntut, bumi telah menaburkan cinta sejak kita ada.
Anak-anak, Dahulu dan Sekarang
Menurut Dr Abdulkarim Bakkar dalam kitab Ibnu zamânih, yang membedakan generasi sekarang dengan generasi dahulu adalah pada lingkungan. Sedang secara fitrah, anak-anak dahulu dan sekarang tetaplah sama, meski berbeda ruang dan waktu. Begitupun secara fisik. Tetap sama.
Tidak ada yang memungkiri jika fitrah anak suka bermain. Dahulu maupun sekarang, yang berbeda adalah soal cara. Dahulu anak-anak tumbuh dengan alam. Lumpur, tanah, dan pepohonan. Kegembiraan mereka ada diluar tembok rumah. Berbeda dengan hari kegembiraan mereka (mungkin) terbatas gambar dan video. Maka mendidik anak hari ini memerlukan seni. Zaman berubah cara pandang kita dengan anak-anak tentang zaman pun berbeda. Tentu boleh. Yang harus sama adalah tentang prinsip nilai. Pandangan baik buruk menurut timbangan agama. Maka didiklah anak dengan zamannya. Bukan zaman kita.
Penting menanamkan nilai kepada anak kita. Tapi itu saja tak cukup. Sebab kita mendidik bukan untuk menjadikan mereka malaikat, diciptakan dengan satu sifat. Sesuai fitrahnya setiap anak membawa dua sifat yang berkebalikan. Dalam istilah ulama Alkhutut Al-Mutadhodah, arah berlawanan. Rasa mencintai dan membenci, senang dan sedih, menangis dan tertawa. Semua potensi itu baik jika diarahkan dengan benar. Kata Imam Abu Hanifah tidaklah termasuk orang bijak mereka yang mengajarkan tentang kebaikan namun lupa mengenalkan tentang keburukan. Seperti mengajarkan tentang keadilan tanpa mengenalkan tentang kezaliman. Karena bisa saja seorang jatuh pada kezaliman sedang dia tidak menyadari.
Sumber: teladanpendidikan
Filosofi Menanam & Mendidik
Sebagai pendidik, tidak adil jika kita mengharapkan peserta didik kita menguasai hal-hal yang tidak pernah kita ajarkan. Diibaratkan dengan sebuah komputer, kalau kita tidak pernah memasang software ketelitian, jangan mengharapkan peserta didik yang teliti. Kalau kita tidak pernah memasang software kejujuran dalam diri kita dan pada diri peserta didik, jangan mengharap mereka terbentuk menjadi pribadi yang jujur.
Berbicara soal pendidik, tidak sama dengan hanya berbicara soal guru. Semua orang adalah pendidik bagi yang lain. Perbuatan dan perkataan kita adalah referensi dalam bertindak dan berkata untuk orang lain. Itulah mengapa, sejak 14 abad yang lalu, nabi sudah mengingatkan soal pergaulan, sebab dengan siapa kita bergaul dengan merekalah kita terdidik.
Oleh karena itu, menjadi sangat lucu apabila teman satu pergaulan saling menyalahkan karakter teman sepergaulannya. Sebah, apa yang ada di dalam diri temannya tersebut adalah apa yang ada di dalam dirinya. Mereka saling mentransfer karakter, didik-mendidik soal tindakan dan perkataan. Karenanya, kalau kita merasa ada yang salah dengan teman kita, yang pertama harus dilakukan adalah mengoreksi diri sendiri, adakah yang salah dengan diri kita?
Amatullah A. Nuha
Surakarta, 21 Oktober 2019