Air terjun Bantimurung, dalam sejarahnya disebutkan berasal dari kata Banti dan Merrung yang artinya air yang bergemuruh.
Dengan sapaan gapura kupu-kupu dan monyet, ternyata lokasinya tak sejauh yang kubayangkan. Kemudian mencari parkiran mobil yang cocok dan makan bekal wkwk. Apalah skill masak ku yang masih cupu 😔😅, goreng nugget-chicken pokpok, telur dadar yang kurang micin, tapi katamu cah kangkungnya, yaa cukup enaklah. *selama pandemi ayahku terheran-heran melihat ternyata saya "bisa" masak, tapi yaa bukan " jago" masak, mungkin doi pikir selama ini saya cuma jago gofood saja 😂😑
Selanjutnya ku ikuti langkah kecilmu untuk menyusuri jalanan setapak menuju gemuruh air terjun, melintasi tawa renyah dan candaan pengunjung lain yang datang bersama keluarganya, melintasi warung yang menjajakan gorengan, serta memotret beberapa foto/video sebagai kenangan. Tak banyak yang berubah setelah terakhir kali datang kesini, mungkin tambahan beberapa bangku taman, dan beberapa fasilitas yang di cat ulang.
Ternyata waktu kita sudah hampir habis, terasa begitu cepat, kupandangi punggungmu lekat-lekat, andai ku bisa membekukan waktu sebentar saja. Tak lama lagi kita akan bertemu melalui video call, mendengarkan sapaanmu di ujung telfon, dan menerjemahkan maksud pesanmu via whats app. Terima kasih untuk hari ini.
Hari ini kita menikmati suara gemericik air dan lembabnya dedaunan hijau yang melegakan,
Besok aku ingin mengajakmu duduk di pantai untuk mendengarkan nyanyian ombak, mengagumi matahari terbenam dan merasakan lembut sinarnya.
Lusa aku ingin mengajakmu untuk menyeruput teh mint dan menikmati ubi goreng di salah satu cafe, diantara kabut pegunungan dan hijau pepohonan disekitar.
Apakah kamu bersedia menemaniku??
What's our next sweet escape??