Dual Language Curatorial Writing for -Tulisan Kuratorial Dwi Bahasa untuk : Perjamuan Terakhir, Photography Exhibition by Syafiudin Vifick, Uma Seminyak, Bali
Latest writing for Syafiudin Vifick’s Photography Exhibition “Perjamuan Terakhir” (The Last Supper) at Uma Seminyak, Bali
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Dalam seri diskusi Bali Women Art Collective yang kedua di Rumah Sanur, Savitri mengajak peserta untuk melihat seni, berkarya, mengkurasi, mengarsip, dan menulis biografi/artist statement.
As the second Bali Women Art Collective discussion series at Rumah Sanur, Savitri bring the participants to see the art, making art, curating, archiving and writing a biography/artist statement.
Penasaran? Curious?
Sebagai bagian dari diskusi, saya memetakan pembicaraan saya melalui buku-buku yang menjadi bagian dari perjalanan ini./As part of the discussion, I decided to map out my sharing through books that have brought me to where I am now.
Berikut beberapa tautan yang bisa disinggahi untuk menapak tilas apa yang telah didiskusikan./Here are some links that you can visit to look back what has been discussed.
Aby Warburg’s Mnemosyne inspired presentation on Tate Modern Rooms in Contemporary Art History Lab Class -
CushCush Gallery DenPasar 2017 Content Writer - beberapa tulisan saya tentang DenPasar Talk dan Pameran DenPasar2017 bisa diakses disini/some of my writings on the DenPasar Talk and the DenPasar 2017 exhibition can be seen on the link below
http://cushcushgallery.com/ccg/denpasar-2017/
Writing templates/examples:
Short Biography
Others:
http://www.maryamjafri.net/bio.htm
http://ketemu.org/residency/kamiliah-bahdar/
Artist Statement
Versi Pendek/Short Version
Artist Statement bisa dimulai seperti biografi juga dan langsung ke pengalaman pameran./ Artist Statement can be written starting with a biography then goes straight to exhibition experiences.
Versi panjang akan menjabari lebih detail apa yang pernah dilakukan sebagai seniman. Panjangnya sekitar 500-1000 kata. / The longer version will go on detail what has been done as an artist. Around 500-1000 words.
Contoh/Examples:
Art 21 Artist Indexes - https://art21.org/artists/
Saat mengetahui tema dari Jakarta Biennale tahun 2017 adalah “Jiwa” saya...
sempat bingung dengan apa maksud dari kata Jiwa tersebut. Setelah mengikuti di Instagram dan melihat update-updatenya, sepertinya ini sesuatu yang masih jarang saya lihat di kesenian Indonesia - penuh dengan instalasi besar yang memakai ruangan yang cukup luas, penuh dengan performance yang juga memakai ruangan yang cukup luas - berbeda dengan Biennale sebelumnya yang lebih berdekatan jarak antar karyanya.
Benar kata Annissa Gultom, salah satu Kurator Jakarta Biennale 2017, kamu tidak akan merasakannya sampai kamu ada di dalamnya/you have to experience it.
Beberapa tahun terakhir saya makin yakin bagaimana seni adalah tentang rasa dan kemampuan kita membuat yang lain untuk merasakannya/art is about senses and the ability to deliver that to be sensed.
Setelah berpikir lama apa yang bisa saya katakan tentang Biennale ini, karena masih tidak menyangka kalau akhirnya saya berkesempatan kesana karena tidak bisa kembali ke Bali secepatnya disertai kepanikan kapan Gunung Agung akan memperbolehkan saya pulang, sesederhana itu, bahwa Jiwa mengundang kita merasakan Seni yang merupakan Rasa.
My Dream in London It was shocking. Suddenly I saw the Gherkin was hidden behind the Shard and the Cheesegrater in 2013. While since 2004, I always think that the Gherkin was the tallest in London.…
The latest writing I contributed to Ruang Arsitektur Magazine Vol #11 on Fiksi/Fiction is published!
Feel free to read it and dive in to my dreamy thoughts of London and Bandung and in the end, about love and life?
You can interpret it in any way you want! Enjoy!
Switching from occupancy issues, Savitri wrote about her imagination while experiencing the city of London and Bandung. Architecture and built environment in those cities make her wondering, what has actually happened and represented? Why is London so massively doing construction? Skyline continues to grow, people keep moving. What does London tries to accomplish? Bandung, then, ever colonized by the Netherlands apparently is a primary driver of freedom movement of Asian and African countries. Even that momentum was crystallized in the form of a museum. What's going on? Or perhaps it was all just a mere imagination? Can't tell apart again what's fact and fiction. Maybe architecture and built environment just a background of a bigger scenario? Or is it all only dreams?
Beralih sejenak dari isu hunian, ia bercerita tentang imajinasinya ketika mengalami kota London dan Bandung. Arsitektur dan lingkungan buatan pada kota-kota tersebut membuatnya bertanya, apakah yang sebenarnya terjadi dan direpresentasikan? Mengapa London begitu masif melakukan pembangunan? Pencakar langit terus tumbuh, manusia terus bergerak. Apa yang sedang berusaha dicapai? Lalu Bandung yang pernah terjajah oleh Belanda rupanya adalah penggerak utama kebebasan negara-negara di Asia dan Afrika. Bahkan momentum itu dikristalkan dalam bentuk museum. Apa yang sedang terjadi? Atau jangan-jangan itu semua hanya imajinasi belaka? Tidak bisa dibedakan lagi mana yang fakta dan fiksi. Mungkin arsitektur dan lingkungan buatan hanya sebuah latar belakang dari sandiwara yang lebih besar? Atau ini semua hanya mimpi?
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
My understanding of Karl Marx’s Primitive Accumulation is how people or humans serve money as the divine: money is the almighty. The tourism in Bali, Indonesia, has affected inherited, cultivated, …
An essay that I wrote for Dark Shadows was published at Ruang Magazine No. 10 Government Vol 2 Narration
Tulisan yang saya tulis untuk Dark Shadows dipublikasikan di Majalah Ruang No. 10 Pemerintah Vol 2 Narasi
Enjoy!
Online magazine can be downloaded here / Majalah onlinenya juga bisa diunduh disini: http://membacaruang.com/e-magazine/
Ruang:
Good afternoon, friends of Ruang!
Enjoy our new article from DAE Savitri Sastrawan on "Bali: We Now Devote Ourselves to the God of (US) Dollar". She revealed about Bali’s current tourism state captured in her discussion with Balinese artists and their works responding the issue.
"In Bali, the emergence of a new god called “The God of US Dollar” has arguably become a haunting figure that has overwhelmed the relationship of the people to the existing deities and the land. Yet academics, historians, and anthropologists continue to read Bali as “the island of the gods”, and do not seem to have acknowledged this transition specifically. Instead, it seems to have been visualised and developed by native artists. Visual culture becomes the critical discourse that summons the socio-cultural implications of worshipping this alternative deity into the general social consciousness."
Have some moment indulging this article and tell us your thoughts!
As I come back to Bali, my university friends are interested in a reunion and an exhibition of our community, Komunitas 09
Sekembali ke Bali, teman-teman seperjuangan kuliah ingin tertarik mengadakan reuni dan berpameran lagi dibawah Komunitas 09
SOULID took place at Karja Art Space on July 2016 - an exhibition showing our solidarity and identities as artists and writer. As the 2009 batch of Fine Art/Seni Rupa Murni at ISI Denpasar, we want to show off how we have been and where we are now.
This time I was involved as a curator and we had 12 artists participating
The event was a success and we look forward to have more in the coming future!
More photos from the opening can be seen here: https://www.facebook.com/KarjaArtSpace/posts/1047692061965401
SOULID diadakan di Karja Art Space di bulan Juli tahun 2016 - pameran ini menunjukan solidaritas dan identitas kami sebagai seniman dan penulis. Sebagai angkatan 2009 dari Seni Rupa Murni di ISI Denpasar, kita ingin berkabar ke dunia seni dan memperlihatkan dimana kita sekarang secara kekaryaan.
Saat ini saya berpartisipasi sebagai kurator dan 12 seniman lainnya memamerkan karyayanya.
Acara ini sukses dan kita tidak sabar lagi mengadakannya kembali ke depan!
Foto-foto dari pembukaan pameran bisa dilihat disini: https://www.facebook.com/KarjaArtSpace/posts/1047692061965401
BrackMag is at last published! My conversation with Made Bayak featured on this issue!
Download this issue (SGD 5.90) to see the most current discussions on socially engaged arts in South East Asia by BRACK (brack.sg)
Perbincangan saya dengan Made Bayak dalam Bahasa Indonesia ada disini -> http://www.brack.sg/index.php/2016/02/01/berbincang-bersama-seniman-bali-made-bayak-muliana-made-bayak-a-movement-of-realisation-with-plasticology/
I have been involved as Assistant Curator for Ketemu Project Space's "Merayakan Murni" with Kamiliah Bahdar, an independent curator from Singapore, who did her residency last month
To see more what we have been up to and more about Ketemu Project Space click on the link above :)
Dewa Wisnu telah memelihara kami dengan bijak… memberi kita air dan kehidupan yang baiknya kita syukuri..
Dewi Laksmi telah memberi kita kesempatan untuk berkarya, memberikan rejeki yang berlimpah, hanya dari bumi ini… Memang semua bentuknya uang sekarang…
Tapi aku ingin tidak pernah lupa kalau Beliau-Beliau ini adalah dua dari banyak Dewa Dewi yang telah memberi kehidupan… dan telah melindungi Bali, bumi ini dan mahluk benda yang ada…
Hari ini andai aku bisa turun ke jalan juga di Denpasar… semoga bisa berkontribusi lebih banyak lagi nantinya…
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
A WATCHDOC Production http://watchdoc.co.id/ An Ekspedisi Indonesia Biru Series https://www.facebook.com/pages/Eksped... A look at Benoa Bay and Bali today
Voluntarily English subtitled Kala Benoa Movie at London, June-July 2015
(C)rice(S) Dinner @delfinafdn was a success!
My first off campus arty big group project at London is now done, going to be really missed!
Cooked 70 something indomie omelettes (my bf's mom recipe) and normal indomie mie goreng for 32 people, and making my friends like indomie (should i be sad or happy? Lol) has been surprisingly ticked on my bucket list now
Thank you Astrid, Nat, and Delfina Foundation for the opportunity! And thank you + well done my lovely girls, Suzanne, Fanny, Emma, Aruma, I-chien, Tan, Kanerva and Christina, we did it!
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming