waktu kembali mengetuk pintu
yang tak pernah benar-benar tertutup
empat putaran Juli telah berlalu,
masih menolak menjadi hari yang biasa
ia datang, menyisakan aroma kehilangan
yang diam-diam berumah di kedalaman,
yang dunia tak pernah tau betapa sesaknya ruang itu
dada ini menyimpan lautan
yang tak menemukan pantainya
setiap ombak mencari jalan pulang,
namun berakhir di sepasang mata
barangkali orang-orang menyebutnya rindu
padahal, rindu hanyalah sepotong kata
dan seperti tahun-tahun sebelumnya,
seutas benang kembali dicari
untuk menenun kisahmu
namun malam ini, kata-kata
memilih saling melepaskan
setiap simpul terurai, sebelum sempat
menjadi puisi
barangkali, bukan bahasa yang kehilangan arah
melainkan kehilanganmu selalu tumbuh lebih luas
daripada seluruh kata yang pernah dipelajari oleh sunyi
hari ini bukan puisi yang sedang lahir
melainkan pecahan-pecahan hati
yang dipunguti satu demi satu,
agar namamu tetap terbaca
di sela-sela air mata
yang tak pernah belajar mengering
2 Juli 2026














