"Apa kau pernah takut tak lagi merindukan pantai?" Pantai yang kau biarkan menetap cukup lama di matamu karena kau masih memungut kenangan yang tercecer di antara pasir-pasir. "Mungkin mereka membuih dan disapu ombak", katamu suatu kali. Tapi kau percaya, kenanganmu seperti tukik, ia bisa mengarungi samudera, ketika waktunya tiba ia akan kembali ke pantai yang sama. Memungut kenangan yang tercecer di antara pasir-pasir. *** Disinilah kau setelah dua puluh matahari. Kau tak pernah takut tidak rindu. "Aku selalu rindu kamu", katamu saat terakhir kali tangannya masih menggenggam tanganmu.












