Ushul Qiro'at Ashim: A Journey #2
Akhirnya, walillahilhamd. Bisa menuliskan kembali lanjutan perjalanan dalam belajar Al-Quran ini. Program yang kuikuti di ASAS Institute sudah berakhir, kawan. Beberapa pekan lalu di suatu malam kami mengkhatamkan 30 Juz pembacaan Al-Qur'an dengan Qiro'ah Imam 'Ashim, Riwayat Syu'bah dan Hafsh. Rasanya seperti baru kemarin.
Apa yang mendasariku ikut program itu?
Dikarenakan diriku ini masih sangat kurang ilmu Al-Quran-nya.. meski sudah berkali-kali dan beragam buku referensi serta program belajar Al-Quran kuikuti...tampaknya perlu belajar khusus untuk mendalami Qiroah yang masyhur di Indonesia ini. Perlu diketahui jika disebut Qiroah maka berarti bacaannya disepakati oleh kedua perawi masyhurnya, adapun jika disebut Riwayat maka hanya disepakati oleh Imam Rawi itu saja. Demikian.
Alasan lainnya.. ini cukup personal, sih. Aku pribadi memprioritaskan pemelajaran Qiroat ini karena sedang dan akan dipakai secara terus menerus ketika aku sedang mengajarkan Al-Quran. Para muridku juga perlu memiliki kepastian ketersambungan jalur periwayatan ilmu. Harus kredibel pokoknya.
....dan....
Mungkin juga karena aku selalu merasa amazed dengan mereka yang pernah belajar ataupun sedang mengabdikan dirinya di pondok itu.
Iya, pondok itu.
Di Kota Daeng sana.
....





















