Mekar dengan Cinta-Nya
Atas izin-Mu, dua puluh enam tahun lalu lahirlah seorang anak perempuan. Ia datang membawa bentang kemungkinan yang belum ia pahami, berjalan di atas garis hidup yang sepenuhnya dalam kuasa-Mu.
Hari ini, ia masih melangkah. Bukan lagi dengan langkah yang diburu riuh dunia, bukan lagi dengan hati yang mudah goyah oleh tanya, melainkan dengan dirinya yang lebih hadir, lebih teduh, dan lebih paham arah.
Ia pernah merasa tertinggal di balik bayang-bayang, pernah berdiri di persimpangan di mana segalanya tampak samar. Namun ia tidak menetap di sana. Ia memilih terus berjalan. Ia belajar bahwa tidak semua hal harus digenggam untuk merasa utuh.
Kini, ia hanya ingin menjadi dirinya yang jujur pada rasa, yang tumbuh dalam sunyi, dan yang Engkau ridhai di setiap hentinya.
Ia masih menyimpan mimpi, tetapi tidak lagi terengah mengejarnya. Ia tetap memiliki keinginan, tetapi tidak lagi memaksa takdir mendahului waktu-Nya.
Langkahnya ia rawat dengan ikhtiar, doanya ia langitkan dengan setia, keyakinannya ia pupuk setiap hari.
Jika dulu ia merasa ada yang hilang, kini ia merayakan syukur. Jika dulu ia sibuk menatap ke luar, kini ia memilih pulang ke dalam. Ia tidak lagi mengejar pengakuan yang fana, tidak lagi lelah mengikuti standar yang bukan miliknya.
Ia memilih setia pada jati diri yang Engkau titipkan. Ia memilih tenang. Ia memilih sadar. Ia memilih cukup.
Maka ya Rabb, Lembutkan hatinya tanpa membuatnya kehilangan diri. Kuatkan langkahnya tanpa menjadikannya tergesa mengejar mimpi. Hidupkan imannya dalam setiap musim yang ia lalui.
Hingga pada akhirnya, ia tidak hanya sampai pada apa yang ia impikan, tetapi sampai pada dirinya yang sejatiβ yang lebih matang, yang lebih tenang, dan yang lebih dekat dengan-Mu.
Sebab yang ia cari bukan sekadar βmenjadi,β melainkan merasa aman tanpa harus memiliki segalanya, merasa utuh tanpa harus memahami semua rahasia, dan tetap berjalan sebagai dirinya, tanpa perlu menjadi siapa pun.
Hingga ia hidup dengan tenang yang murni, cukup yang mengakar, dan arah yang tak lagi ia ragukan.
Dan jika kelak ragu kembali bertamu, ingatkan ia sejauh apa langkah yang telah ia tempuh, sekuat apa ia bertahan, dan betapa sering Engkau menuntunnya di saat ia merasa sendirian.
Bahwa ia tidak pernah terlambat. Ia hanyalah bunga yang tumbuh dengan tepat. Tak perlu mekar tergesa. Ia akan indah pada waktunya, dalam penjagaan-Mu yang paling sempurna.
Alhamdulillah biniβmatihi tatimmushalihat.
@insnrhfhyh 25 April 2026 05.05














