Selalu ada opsi dari setiap pilihan, bahkan manusia itu sendiri adalah opsi, iya, setiap manusia adalah opsi dari manusia lain, bahkan saat dia memilihmu untuk menjadi pendampingnya, itu adalah opsi bukan? Karena bisa saja saat itu dia memilih orang lain dari pada kamu, jadi jangan pernah berbangga saat dia selalu sabar dengan perilaku kekanakan yang selalu kau tampilkan, dia yang selalu sabar atas kemarahanmu yang membuatnya pusing atas sikapmu, karena pada dasarnya manusia itu mempunyai batas kesabaran, dan setelah kesabaran itu mulai menyakitkan, tanpa sadar akan datang sebuah opsi, ya, opsi untuk bertahan atau meninggalkan.
Arsa nugraha














