45/365
Vio(let)
Ia adalah seorang lelaki yang memegang pundak anaknya dengan kokoh, namun melepas jemari istrinya dalam senyap. Di mata buah hatinya, ia adalah pahlawan tanpa celah, seorang ayah yang selalu ada untuk memberi pelukan dan tawa.
Namun di balik dinding kamar, ia hanyalah sebuah bayang yang tanpa suara. Ia berhasil menafkahi lahirnya, tapi gagal membela batin wanita yang dinikahinya. Cinta di antara mereka perlahan melebam, menyisakan ruang hampa yang begitu dingin tanpa rasa.
Lelaki itu sukses menuntun langkah kecil anaknya menaiki tangga kehidupan, sementara sang istri tertatih sendirian menahan sepi yang menikam. Baginya, komitmen pernikahan kini berubah menjadi panggung sandiwara demi senyum sang anak.
Ia adalah ayah yang luar biasa, sekaligus suami yang telah selesai memberikan hatinya. Warna Violet kini mewakili takdir mereka, sebuah keluarga yang tampak cemara dari luar, namun menyimpan luka lebam yang tak terlihat oleh banyak mata.
Sore | 16.47













