"I wanna stay with you until we're gray and old."
seen from United States
seen from United States

seen from Germany

seen from United States

seen from United States
seen from Netherlands
seen from Saudi Arabia

seen from Ireland

seen from United States
seen from Germany
seen from Russia

seen from Malaysia
seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Kazakhstan
seen from Norway

seen from Germany

seen from United States
"I wanna stay with you until we're gray and old."

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kingsley, conversationally: So... what's your favorite snack?
Remus: Tonks
Kingsley:
Remus:
Remus: 'ssssss cupcakes! Yes, Tonks makes excellent cupcakes!
Tonks: You are gonna love me so much!
Remus: Oh good because so far in this marriage I just... like you a lot.
Uh oh stinky!! Just redesigned Tupinambis Rufescens… funny chef man

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Food-related designs I did hehe
Surat Kedua.
  Bulan yang dingin dan hal-hal yang merahasia. Di dalam kamar, seorang aku memilih memulangkan hati dengan kalah.
 Pernah di suatu hari, pagi berkabut, dan embun-embun membeku kemudian jatuh tanpa suara. Cericit camar menjauh; samar terdengar. Sejak saat itu, aku bersikeras mencatat semacam pertanyaan yang datang ke dalam batinku setiap harinya, dan menggambar wajah seseorang yang pernah ada.
 Di hari ke sekian, seseorang memilih pergi dariku, dan di antara hari-hari penuh penantian, aku mencari hari yang dapat membuatku memutuskan untuk selesai.
 Barangkali aku bisa mulai memejamkan mata, menghapus ingatan, dan belajar tertawa. Barangkali aku dapat bertemu dengan waktu yang membuatku membebaskan seseorang itu dari pikiranku. Namun yang berhasil kutitipkan pada kata-kata hanya ucapan kerinduan dan sederet kalimat pelipur yang basi.
 Di ambang pintu, aku menemukan seseorang meninggalkan daun-daun kuning yang kering. Aku mengejanya sebagai seseorang jauh. Lalu aku mulai menghitung kerapuhanku sendiri.
 Aku menyimpan seseorang yang pergi di dalam kepala. Buku-buku dan musik jadi asing di sana. Rupa-rupa kesedihan bagai hujan tanpa nada, mengguyur nyeri ke sekujur hati. Tak ada lagi puisi, hanya kecemasan yang tak reda dan pertanyaan-pertanyaan tak berujung.
 Aku menunggu senja yang membawa seseorang itu kembali pulang. Tetapi waktu terbuang dan penantian seperti daun-daun gugur. Aku menggeledah diriku sendiri. Berusaha menemukan jawaban dan menganggap semuanya akan baik-baik saja. Namun ingatan ini seperti memanjang, dan kesedihan adalah kebahagiaan yang dapat kutemui di mana-mana—tak menyelamatkan apapun.
 Telah kupahami kepergian seseorang sebagai sunyi yang tertutup. Aku mengetuk-ngetuk pintu, namun seseorang tak lagi ada. Seseorang telah hilang, dan kehilangan menjadikan ketiadaan ini semakin nyata.
 Seseorang yang jauh memilih pergi sekali, berulangkali aku merasakan kehilangan.
 Waktu tetap datang dan terus datang. Musim berganti dan terus berganti. Tetapi tabah masih jauh dari tubuh ini. Aku menjadi tak lazim bagi diriku sendiri, dan menjadi asing bagi seseorang yang pernah ada. Tak lebih dari residu; seseorang yang jauh itu membiarkanku menyisa, lalu membuangku begitu saja.
 Aku dan seluruh yang terkekang dalam kepala ini terlalu alpha, hingga pada detik ini, tak kupahami bagaimana cara melupa dengan benar. Tidak ada manusia yang tak menyesal. Dan sebaik-baik penyesalan adalah mencintaimu.
imagINE YOUR OTP HAVING A LONG AND HAPPY LIFE