A Bonus Mini-Fic for A Voice From the Desert‼️
A Voe in the Desert 🏜️
[A sketch of ity-bity chibi Ganondorf with two little sand seal pups begging for his attention.]
“I ✨EXTRA✨ Promise I’ll take care of them‼️”
seen from Romania

seen from United States
seen from United States
seen from Russia
seen from China

seen from Türkiye
seen from China
seen from China

seen from Türkiye
seen from China

seen from China

seen from United States
seen from China

seen from Netherlands
seen from China
seen from China
seen from United Kingdom

seen from Portugal
seen from Germany
seen from Yemen
A Bonus Mini-Fic for A Voice From the Desert‼️
A Voe in the Desert 🏜️
[A sketch of ity-bity chibi Ganondorf with two little sand seal pups begging for his attention.]
“I ✨EXTRA✨ Promise I’ll take care of them‼️”

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Boku no Hero Academia – Chapter 183 : Festival Budaya Sehari Penuh
Boku no Hero Academia – Chapter 183 : Festival Budaya Sehari Penuh
Baca Online Komik Online Boku no Hero Academia – Chapter 183 : Festival Budaya Sehari Penuh Bahasa indonesia Disini Karena Disini adalah yang Tercepat dan yang TerbaikRelated Tag , Komik Online Boku no Hero Academia – Chapter 183 : Festival Budaya Sehari Penuh Versi Text , Komik Online Boku no Hero Academia – Chapter 183 : Festival Budaya Sehari Penuh – Bahasa Indonesia English – Indonesia…
View On WordPress
Memang akan selalu ada orang yang akan terus menjatuhkanmu, membicarakanmu,menyepelekan apa yang kamu lakukan.
Tapi satu hal yang harus kamu yakini, dia tak lebih tau apapun tentang kamu tak lebih hanya seorang yang berusaha selalu terlihat lebih baik dari kamu.
Kamu hanya perlu melakukan semua hal proses itu dengan baik.Entah berakhir dengan apa yang kamu inginkan ataupun yang tak kamu inginkan.Karena apapun yang telah kamu dapatkan, kamu seharusnya bangga karena kamu telah mencobanya.
Berpulang Setelah Maraton Bukber
“Eh, besok jadi bukber ya! Di tempat yang udah aku pesenin.”
Kulihat layar handphone ku, lalu kututup aplikasi WhatsApp setelah memastikan teman-teman grup mengiyakan rencana bukber. Lalu beralih ke aplikasi Google Calendar: besok bukber Remaja Masjid, lusa bukber SMA, weekend bukber komunitas. Melewati tengah Ramadan, undangan bukber kian padat merayap. Mumpung pada kumpul dan tujuannya sebagai media silaturahim. Aku optimis akan banyak yang datang acara bukber ini. Aamiin… … Namun malang, ternyata aku yang ‘pulang’ lebih dahulu. Bukber hari itu ditiadakan. Teman-temanku silih berganti datang melayat ke rumahku. Keluargaku larut dalam kesedihan, sahabatku menangis, yang lain matanya sembab.
Lalu apa?
Suasana haru menyelimuti rumahku serta semua chat/ grup Whatsapp yang aku ikuti. Semua sedih dan mengucapkan bela sungkawa.
Ratusan post berisikan wajahku dengan caption kenangan terbaik ramai memuhi instagram. Oh belum lagi ratusan notifikasi grup yang mengucapkan Innalillahi wa inna ilahi roojiun, membanjiri grup whatsapp dan kolom komentar instagramku.
MasyaAllah, lihatlah banyak orang yang sayang padaku. Tidak sia-sia aku banyak menghabiskan waktu dengan mereka, kan? …
Andai aku masih bisa berkata seperti itu.
Tapi kehidupan akhirat ternyata tak seindah itu.
Ucapan bela sungkawa, post instagram, serta komentar rindu dari mereka di media social tidak kuat menembus ke dalam tanah yang menguburku.
Bahkan aku tidak tahu menahu semua itu ada.
Di gelapnya kubur, aku menunggu kiriman doa dari semua orang-orang yang menyayangiku.
Namun berapakah doa yang datang dari sholat ghoib mereka, bukan dari ucapan belasungkawa mereka di media sosial. Mungkin puluhan, atau hanya hitungan jari.
Kemana kalian? Bukankah kita sudah sering menghabiskan waktu bersama? Jalan bareng, tertawa dan makan bareng, kegiatan ini kegiatan itu, dan kau juga sudah menyebutku sebagai keluarga, ingat?
Atau memang yang hidup di dunia akan tetap berkutat dengan urusan dunianya. Perlahan-lahan kenangan tentangku lenyap oleh kesibukan dunia. Sehari, sebulan, setahun, habis sudah.
Kini, tinggallah aku yang akan pergi mempertanggungjawabkan diri di akhirat.
Sendiri.
Andaii saja dulu aku diperlihatkan seintip kehidupan akhirat yang nyata,, InsyaAllah aku akan lebih memilih menghabiskan waktu dengan Allah SWT dibandingkan dengan makhluk-Nya. Akan menggantikan belasan bukber yang sering tercampur bumbu ghibah itu dengan dzikir petang atau berkumpul dengan keluarga. Akan menggantikan tidur sehabis subuh itu dengan dzikir pagi. Akan menggantikan waktu maraton film itu dengan maraton hafalan Al-Quran. Dan tentu tidak akan menyia-nyiakan bulan Ramadan ini dengan amalan sekedarnya.
Bahkan tanpa diperlihatkan pun sebenarnya aku tahu, namun sering berpura lupa dan acuh mengabaikannya.
Hingga waktuku habis dan datanglah hari penyesalan ini. --- Apalah artinya banyak tertawa bersama makhluk, jika menjadikan kita lupa untuk menangis kepada-Nya
لَوْ رَأَيْتُمْ مَا رَأَيْتُ لَضَحِكْتُمْ قَلِيلًا وَلَبَكَيْتُمْ كَثِيرًا “Andai kalian tahu apa yang aku tahu, niscaya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis.” (HR. Muslim)
EPILOG:
Andai aku tahu bahwa teknologi juga bisa menjadi media bisa menjadi perantaraku beribadah, insya Allah pasti aku memanfaatkan untuk beribadah. Baca al-quran bahkan mungkin menghafal al-quran sehari sebaris. Yang aku tahu bahwa menghafal al-quran bisa membuat derajat surgaku meningkat.
Ah, itu semua sudah berlalu yang penuh penyesalan.
Lalu kudengar bukber di hari 'kepulanganku' itu diundur menjadi minggu depan. Tak ada yang berbeda, hanya berkurang satu kursi dari meja. Ternyata tanpaku pun mereka tetap bisa ramai dan banyak tertawa.
Diorama Sehari
Matahari masih marah, aku tidak tahu kenapa. Padahal aku sedang sendiri tidak dengan siapa-siapa, apa dia marah karena tidak kuajak bicara? Ya memang aku sedang tidak ingin bicara dengannya dulu hari ini. Karena aku hanya ingin menjadi raja dalam kesendirianku kali ini. Karena sekarang hampir sore.
Aku ingin merayakan kesendirianku dengan menatap matahari yang daritadi masih melihatku sinis, kami saling menatap tapi tidak bicara. Aku bungkam. Ingin kulihat ia tergelincir tanpa kata perpisahan dariku, sampai ia akan berpikir semalaman tentangku. Aku sendiri tidak tahu apa dia punya malam, hidupnya terlalu terang. Mungkin dengan ini aku bisa buatnya sedikit agak sendu dan esok pagi dia akan merasa malas untuk terbit. Kerena masih menyimpan dendam kepadaku.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
I just watched Sehari (2022)
behold, charts for my rook, sehari!! (mourn watch / death caller mage / elf !!) thank you @minthara for inspo !
i only have gimp and im at work so its like. a little lazily done but. my girl. she's either emmrich or lucanis. but probably emmrich
also her playlist for the vibes: