Resign
6 bulan silam, fresh graduate. Tidak betah mengganggur dirumah, memaksakan untuk bekerja yg waktu itu menurut saya tidak sesuai passion. Berangkat dari rumah menuju polindes (pos bersalin desa) dengan berat hati, sepanjang jalan muter musiknya float-sementara. Entah tak terasa akhirnya tiba waktu resign. Bukan kehendak pribadi, bukan juga kehendak orang lain. Datang dengan berat hati, pulang pun juga. 6 bulan waktu singkat dengan banyak pengalaman. Hal-hal yang tak pernah diajarkan oleh teori selama masa kuliah. Tetiba muncul rasa cinta terhadap profesi, kecuali ketemu ibu bersalin yaa hehe. Beberapa hal teringat dan terkenang selama bekerja, digedor pintu jam 12 malam kunjungan rumah ditemani rintik hujan. Pengetahuan masih nol, ya notabene teori murni kebidanan. Tapi nyatanya dilapangan ternyata kompleks. Bakal kangen dengan gedoran pintu, celetukan "bu ibu ada orang pingsan, ada orang meninggal, ada kecelakaan dll". Entah kenapa setelah dewasa ini memang lebih suka dipanggil ibu-ibu. Belum lagi kebaikan warga sekitar suka berbagi susu segar berliter-liter secara cuma-cuma, hasil ladang berupa rempah dan sayur-sayuran, digratiskan ketika tau bahwa saya salah satu bidan yang ditugaskan di desa ini. Dari sini saya berpikir bukan materi yang buat bahagia hati, tapi kebaikan-kebaikan orang lain yg membawa berkah dalam hidup ini. Mungkin awal-awal sempat di-nyinyir, karna saya orang baru tapi lama-lama seperti keluarga sendiri, bukan desa saya lahir tapi ada rasa memiliki. Terimakasih pujonkidul untuk 6 bulan yg memberi hidup banyak arti.












