Aku bukan alim meski bukan penjahat kelamin. Rasaku aku bukan pengidap penyimpangan kompleks oidipus suka wanita lebih tua. Tapi mungkin aku memang penikmat petualangan asmara. Dengan lebih satu wanita lebih tua. Menikmati diterima dan dihargai, baik sebagai objek aneka hasrat wanita dewasa maupun subjek yang didamba untuk mengajari asmaradana asmaragama. Antara lain dengan Mbak Indri dan Mbak Lesty.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Mbak Indri yang matang tetap lajang ternyata menyimpan gairah tiada tara justru setelah menopause.
Mbak Indri adalah kotak pandora berisikan letupan hasrat wanita dewasa. Yang diperlukan hanyalah seorang lelaki pembuka kunci agar isi kotak keluar, tumpah...
Satu sore di parkiran sebuah mall dekat pusat kota, seseorang melambaikan tangan sembari berteriak “Woy San!”, aku lekas menoleh ke arahnya. Dilihat dari perawakannya, nampak seperti Ardi, teman di komunitas touring-ku. Tanpa berlama-lama, kuhampiri dia yang sedang menggandeng anak kecil dengan seorang wanita berkerudung panjang di sampingnya. “Eh, elo. Lagi ngapain?!” tanyaku bersemangat (maklum, sudah lama tak bertemu). “Biasa, nemenin istri belanja sekalian ajak main junior” jawabnya sembari tertawa. Tak banyak yang kami bicarakan di penghujung sore itu, tempat dan waktu yang kurang pas tentu menjadi alasannya. “Oke, gue balik ya! Daah Ryan, om pulang ya...” ucapku sembari melambaikan tangan untuk si Ardi junior.
Di perjalanan, aku baru ingat ini malam Sabtu, esok merupakan hari bebas bekerja. Hmm, berbagai agenda malam mulai kurencanakan. Walaupun hanya akan ada beberapa orang yang bisa diajak hangout, tidak masalah bagiku, malam kebebasan harus tetap berjalan. Ya, memang sebagian besar teman hangout telah berumah tangga, jadi tidak mungkin untuk bisa rutin berkumpul seperti ini lagi setiap akhir pekan, mereka punya keluarga yang membutuhkan waktu-waktu senggang seperti ini.
Malam ini mungkin yang terakhir bagi Edwin untuk bisa rutin nongkrong dengan para persekutuannya (termasuk aku), karena hanya tinggal dua minggu lagi ia akan melangsungkan pernikahan. Dan, tidak lupa besok adalah hari pernikahan si anak bawang; Leo. Yap, hari demi hari aku seperti terus kehilangan teman. Mereka ada, tapi bukan untuk teman-temannya lagi. Jangankan touring, untuk sekedar kumpul pun sudah sulit sekali rasanya. Wajar memang, di usia yang menginjak 27, sudah semakin banyak temanku yang melepas masa lajangnya, sementara aku? Ah, masih terlalu jauh untuk memikirkan pernikahan.
Malam semakin larut, waktu menunjukkan pukul 2 pagi. Tidak banyak obrolan malam itu, hanya seputar touring singkat ke Bogor tempat pernikahan Leo. Mataku terpejam beberapa saat, dan saat kubuka lagi ternyata hari sudah pagi. Sudah waktunya pulang sembari mempersiapkan beberapa perlengkapan touring sebelum menuju titik kumpul di balaikota.
Tiba di balaikota, semua “member” sudah muncul, termasuk calon pengantin; Edwin. Sekitar pukul 8, gas mulai dipuntir menuju Bogor. Perjalanan yang menyenangkan sekaligus membawa aroma perpisahan. Yap, dalam sebulan ini 2 anggota melepas masa lajangnya, itu artinya hanya akan tersisa 3 orang yang masih bisa rutin melanjutkan petualangan di atas aspal. Sudah terbayang suasana yang semakin sepi, dari 8 orang yang dulu selalu mengisi, hanya akan tersisa trio lajang “mapan” yang belum memiliki pasangan.
Dua jam telah kami habiskan di perjalanan, acara pernikahan hari itu berjalan lancar dan ramai. Raut wajah penuh kebahagiaan terpancar dari setiap gelak tawa si pengantin pria. Hanya satu jam kami di sana sebelum menikmati riding di sekeliling kota Bogor.
Tak terasa, hari sudah semakin sore. Puas menikmati moment riding, aku lekas kembali ke rumah. Sepanjang perjalanan, aku hanya membayangkan, apa yang akan aku lakukan jika semua temanku sudah menikah. Dalam dua minggu ke depan saja, perkumpulan touring ini hanya akan tersisa tiga orang. Sementara sampai saat ini hanya aku yang sama sekali belum memikirkan untuk memiliki pasangan. Sisanya? Sudah tunangan tentunya.
Entah, mungkin aku akan sendirian, menikmati suasana berkendara di tengah malam dengan tunggangan kesayangan. Atau mencari komunitas baru yang tetap menyalurkan hobi meski sudah berumah tangga. Tapi itu pasti tidak mudah, karena menemukan teman sepadan bukan hal yang bisa kuanggap gampang. Baru kemarin sore aku bertemu dengan Ardi yang sudah menggandeng juniornya, hari ini aku menyaksikan Leo melepas masa lajangnya, dua minggu kemudian giliran Edwin melangsungkan pernikahannya. Belum lagi dua orang yang sudah lama tak terdengar kabarnya setelah menikah. Aku tidak cemburu pada mereka, aku hanya mulai berpikir apa yang akan aku lakukan jika sendirian, jika semua temanku sudah menikah. Apa aku harus bergegas menikah juga? Entahlah, meski di usia yang katanya sudah matang, aku masih enggan memikirkan pernikahan.
Sesaat sebelum sampai rumah, aku mendengar suara di atas kepalaku. “Tuk tuk tuk” suara itu semakin keras terdengar dari balik helm yang kukenakan. Suara-suara itu sontak memotong pikiranku, sekilas seperti suara alarm yang biasa kuatur setiap subuh. Lalu dari kejauhan suara wanita memanggil terdengar samar di telinga. “Mas, subuh mas, bangun...!!” yaaapss... teriakan yang makin keras akhirnya membangunkanku. Ya ampun, lagi-lagi aku hampir kehabisan waktu subuh! Untunglah bidadari surga masih sabar membangunkanku. Hampir saja aku terlelap dalam mimpi kelam masa lajang berkepanjangan itu, pfft...
“Hey you look nice!” “Thanks, elo gak tau aja aslinya gimana...” Terus teman saya ngoceh panjang lebar. Yang intinya: Kenapa sih saya sulit menerima pujian? Kenapa terus2an kejam sama diri sendiri? Karena saya selalu merasa gak okay. Saya selalu minder, rasa percaya diri rendah, self loathing lah pokoknya. Saya mikirnya nih, sebelum ada yang komentar negatif mending saya duluan saja. Jadi jahat sama diri sendiri duluan. Tapi setelah dikuliahi untuk kesekian kalinya, saya berjanji sama diri sendiri untuk self love. Menghargai diri sendiri. Hidup sudah cukup dengan kesulitannya, gak perlu menambah susah dengan membenci diri sendiri. Thanks teman2 yang sudah bersabar menghadapi saya. Mari kita sambut bareng tahun 2020....dengan rebahan di tempat masing2. Happy new year! #life #singleton #lajang #friendship #selflove #singlenotsorry (at Plaza Indonesia) https://www.instagram.com/p/B6uSLwMAXCF/?igshid=16h2dzva9tluw
Buat Anda yang masih merasa sedih dengan status single, sebenarnya Anda beruntung, lho. Iya, dilansir dari Bright Side, ini 5 hal keuntungan yang Anda dapat karena masih berstatus lajang. 1. Menetapkan prioritas Anda sendiri. Saat Anda menjalin hubungan, Anda harus selalu mempertimbangkan pendapat pasangan Anda. Namun, Anda tidak pernah merencanakan bagaimana mendapatkan yang terbaik dari hidup Anda sendiri, dan ini membuat Anda merasa tidak puas pada akhirnya. Penting juga untuk memastikan bahwa Anda menjalani kehidupan terbaik Anda sebagai seorang individu. Dan istirahat dari hubungan romantis dapat membantu dalam hal ini. Menghabiskan waktu sendirian dapat memberi Anda kesempatan untuk menilai apa yang penting bagi Anda dan menciptakan tujuan Anda sendiri sesuai dengan gairah hidup Anda yang sebenarnya. Hanya dengan begitu, Anda dapat yakin bahwa ada tujuan dalam hidup Anda. 2. Merasa lebih santai. Saat menjalin sebuah hubungan, Anda terus-menerus menganalisis perilaku Anda dalam situasi tertentu karena khawatir tentang masa depan Anda sebagai pasangan. Adanya rasa takut membuat kesalahan yang bisa menakuti pasangan, dan ini menyebabkan tekanan tambahan dalam hubungan. Menjadi lajang secara signifikan mengurangi tingkat stres dan kecemasan Anda, serta mengajari Anda cara mengendalikan emosi dengan lebih baik. Jadi ketika Anda tidak harus berurusan dengan masalah romantis, Anda menjadi lebih kuat secara mental dan mulai merasa lebih santai. 3. Dapat mengatur jadwal sendiri. Saat lajang, Anda hanya bertanggung jawab untuk diri sendiri. Bayangkan saja, Anda tidak perlu mengatur ulang jadwal Anda lagi karena pasangan Anda tidak ingin pergi kemanapun. Sebaliknya, Anda dapat membuat rencana sendiri dan tidak ada yang bisa menahan Anda. Orang lajang memiliki kendali penuh atas waktu mereka. (lanjut dikolom komentar) #lajang #single #tipslajang #manfaatlajang #jomlo #jomblo #tipsjomblo #kamuharustahu #tahu_nggak #tipssingle #notrelationshipgoals #jangansedih https://www.instagram.com/p/B0oEHqfAtBt/?igshid=15ewofhz2qaen
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Tulisan ini dibuat ketika saya berumur 23 tahun. Dibilang masih kecil ya enggak, dibilang udah gede ya masih awal banget. Dibilang siap nikah ya enggak. Dibilang gak mau nikah ya enggak. Ini kenapa banyak "gak"-nya sih.
Semenjak kecil kira-kira umur 9 tahunan, saya sudah didoktrin ibuk saya untuk tidak buru-buru nikah. Bukan tanpa alasan ibuk saya memberi nasehat seperti itu, keluarga saya emang gak harmonis. Memang kedua orang tua masih bersama, masih hidup seatap. Tapi tetap saja "rasanya" beda. Apalagi saya sebagai anak sulung, sangat merasakan perbedaan itu.
Berdasarkan pengalaman hidup tersebut, saya tumbuh jadi pribadi yang tertutup soal perasaan dan kepercayaan. Saya gak bisa dengan mudah mengekspresikan perasaan saya. Saya juga sulit bisa percaya kepada orang lain. Saya jadi merasa was-was dan seringkali paranoid. Saya takut jika saya mencintai orang sepenuh hati dan memberikan kepercayaan penuh, bisa jadi orang tersebut akan mengkhianati saya. Iya, saya benci pengkhianatan.
Perasaan tersebut mengakar sangat kuat dan mau gak mau menjadi karakter saya. Apakah dengan perasaan seperti itu saya jadi jomblo abadi? Tentu tidak wkwk. Saya tetep menjalankan rutinitas pacaran seperti anak muda lainnya. Tapi ya gitu, gak bertahan lama. Iya sih, pacaran jangan lama-lama ntar dibilang kayak lagi KPR rumah aja haha.
Kadang, saya masih mikir, kenapa orang berani nikah ya? Padahal pernikahan itu gak seindah desain undangannya dan foto-foto pre wedding wkwk. Orang yang nikah itu berarti siap untuk kompromi terhadap apapun. Tentunya siap berkorban juga. Pikiran-pikiran mengenai pernikahan yang rumit dan berat selalu muncul.
Saya sih sadar kalau umur segini, orang nikah itu normal. Lah gimana gak normal, temen main pas kecil dulu aja udah pada nikah, cuy. Belum lagi temen-temen SMP, SMK, kuliah, dan rekan kerja di kantor beberapa kali ngirim undangan pernikahan. Apakah saya iri? Tentu tidak. Lah mau iri gimana, wong mikirnya nikah itu bakal berat banget kok. Lebih nikmat melajang.
Selain wejangan untuk tidak segera menikah, ibuk saya juga menetapkan batas umur 30 tahun untuk menikah. Menurutnya, lelaki umur segitu udah siap segalanya, materi, psikis, dan fisik. Tapi kan hal tersebut standarnya relatif. Yang dimaksud siap materi itu yang gimana, yang dimaksud siap psikis dan fisik itu yang seperti apa.
Standar umur 30 tahun untuk menikah selalu terbayang-bayang di pikiran saya. Apalagi, beberapa figur idola saya juga memutuskan untuk melepaskan masa lajang ketika berumur 30-an tahun. Jika benar saya akan menikah di umur 30 tahun, berarti ada waktu 7 tahun untuk mempersiapkan segalanya. Iya, segalanya. Apakah saya siap? Tidak tahu hehe.
P.S Untuk saya baca ketika sudah menikah dan apakah ketakutan saya terhadap pernikahan akan sirna? Tolong, nanti tulisan ini dibalas.
Semoga ini masih bisa berlanjut & semakin ramai dengan kehadiran pasangan serta buah hati masing-masing guys 😉 . . #kenthurproduction #temansmp #bujang #bujangan #lajang #sendiri #single #pejuangmahar #menujuhalal #gadis #kampunghalaman #perantauan (di Klaten, Jawa Tengah, Indonesia)
Lepas Masa Lajang, 5 Pasangan Seleb Ini Siap Nikah tahun 2018
[ad_1]
Sudah cukup lama menjalin hubungan ternyata mendorong sederet pasangan selebriti ini untuk menikah pada tahun 2018. Sebelum menikah, mereka pun menggelar prosesi lamaran dan foto preweding.
Digadang-gadang, pernikahan mereka pun akan menyita perhatian publik. Secara pasangan selebriti ini adalah pasangan yang dinantikan para fans untuk mengakhiri masa lajangnya. Lalu, siapa sajakah yang…