tentang kematian
kematian macam apa yang kamu inginkan? dalam keadaan apa saat nyawamu kelak akan dicabut? jejak apa yang nanti kau tinggalkan setelah kepergianmu?
suatu keniscayaan, yang kadang menjadi bahan tabu untuk dibicarakan apalagi direncanakan. padahal waktunya tak ada yang tau kapan, tapi mengapa persiapannya tak seperti saat ujian datang? seolah dapat memprediksi bahwa waktunya akan nanti, masih lama, sekarang nikmatin dulu. hei, memangnya kau siapa, seenaknya memiliki pemahaman salah seperti itu. yang tau hanya Allah, dan tugas kita ialah menunggu kematian dengan terus berbenah diri agar dapat menjadi kriteria penghuni surga.
surga itu harganya mahal sekali. perlu dibayar dengan bagaimana kamu menjaga ketaatan kepada Allah dari waktu ke waktu. entah saat berbagai ujian datang menghampiri, atau kenikmatan yang seolah menguji. ikuti pedoman yang udah diberikan, agar kamu selamat. Al-Quran dan Sunnah Rasulullah, pegang itu baik-baik, diikuti bukan malah dihindari. dunia yang semakin dunia ini seolah menguji seberapa kuat keimananmu.
pastikan untuk selalu dalam keadaan baik. caranya dengan terus taat, bukan maksiat. miliki hati yang lapang, ridho dengan segala ketetapan Allah, agar kamu dapat menjalani hari demi hari dengan manisnya iman. pastikan kamu memiliki hubungan yang baik dengan Allah dan dengan sesama manusia. terus muliakan ayah ibu, sayangi kakak adik, jalin silaturahim dengan teman dan kerabat, dan dengan orang asing sekalipun. pastikan meninggalkan kesan yang baik, bukan sebaliknya.
yang taat yaa dalam menjalani sisa harimu sebelum kematianmu... semoga husnul khatimah dan senantiasa diridhoi Allah
salam, calon penghuni surga






















