Wishing you and your family a joyful and blessed Eid-ul-Fitr!

seen from United Kingdom

seen from Russia
seen from United Kingdom
seen from Yemen
seen from Sweden

seen from United States

seen from Netherlands

seen from Singapore

seen from China
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from South Korea
seen from China
seen from United States
seen from China
seen from China

seen from United States
Wishing you and your family a joyful and blessed Eid-ul-Fitr!

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Semoga doa-doa yang telah kulangitkan sampai padamu dalam bentuk terbaiknya..
LPJ Kehidupan
Lebaran, sebuah momen yang sarat akan kehangatan keluarga, seringkali diwarnai dengan pertanyaan-pertanyaan yang terkesan sensitif. “Kapan menikah?”, “Kapan lulus?”, dan berbagai pertanyaan lainnya seringkali menggema di ruang-ruang pertemuan. Bagi sebagian orang, pertanyaan-pertanyaan ini bisa terasa seperti sebuah interogasi pribadi yang tidak diundang.
Namun, jika kita memandangnya dari sudut pandang yang berbeda, pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat menjadi kesempatan untuk melakukan introspeksi dan evaluasi diri. Ini adalah saat di mana kita dapat menyusun ‘Laporan Pertanggungjawaban Kehidupan’ (LPJ Kehidupan) kita sendiri. Bagaimana kita dapat berargumen tentang pilihan dan langkah hidup yang telah kita ambil? Apakah kita dapat mempertahankan argumen bahwa setiap keputusan yang kita buat adalah keputusan yang telah dipikirkan matang dan dapat dipertanggungjawabkan?
Pertanyaan dari keluarga besar mengenai hal-hal yang sensitif tidak perlu ditanggapi dengan sikap defensif atau negatif. Sebaliknya, kita dapat memanfaatkannya sebagai bahan refleksi. Apakah yang kita lakukan selama ini sudah sesuai dengan nilai dan tujuan hidup yang kita anut? Mengapa kita belum menikah? Apakah itu merupakan pilihan kita sendiri karena kita ingin fokus pada pengembangan diri atau karier? Atau mungkin kita masih mencari pasangan yang tepat? Mengapa kita bekerja di tempat sekarang? Apakah pekerjaan tersebut memberikan kita kesempatan untuk belajar dan berkembang, meskipun mungkin gajinya tidak sebesar yang diharapkan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat kita jawab dengan jujur kepada diri sendiri. Kita dapat menjelaskan kepada keluarga bahwa setiap pilihan yang kita buat adalah bagian dari proses belajar dan tumbuh. Kita tidak perlu merasa tertekan untuk memenuhi ekspektasi orang lain, tetapi lebih kepada bagaimana kita dapat memenuhi ekspektasi diri sendiri dan menjalani hidup dengan penuh tanggung jawab atas pilihan-pilihan tersebut.
Lebaran adalah waktu yang tepat untuk merenung dan bersyukur atas segala pencapaian, serta merencanakan langkah selanjutnya dengan bijak. Mari kita sambut pertanyaan-pertanyaan tersebut bukan sebagai beban, melainkan sebagai peluang untuk berbagi cerita dan pencapaian kita dengan orang-orang terdekat.
Life Stages and Transformation of Eid Celebration
Zaman ber zaman cara pandang kita berubah seiring berjalannya waktu, tentang seluk beluk kehidupan dan rentetannya, tersebab pengaruh internal juga eksternal. Sudah tidak menjadi rahasia umum lagi semakin dewasa seseorang akan terus berkembang, ntah itu perilaku, pola pikir, sudut pandang, cara berbicara, menganalisa dan lainnya. Apalagi terhadap hal hal berulang, momen berharga yang akan dijumpai setiap tahunnya. Salah satunya idul fitri.
Menjelang idul fitri, perbedaan cara pandang masing-masing orang sangat mempengaruhi antusiasme dalam menyambutnya.
Masa anak-anak, idul fitri menjadi momen yang membahagiakan, bisa punya banyak uang, THR, liburan, beli mainan, jajan sepuasnya, makan banyak, dsb.
Masa remaja atau usia baligh, masih menjadi momen yang ditunggu, masih dapat THR, ngumpulin uang, bisa hunting baju yang bagus, bikin konten tiktok, antusias ngumpul bareng keluarga dan temen temen, dst...
Masa kepala 2 (masih single), masa ini adalah masa fifty-fifty, ada antusiasnya, ada nggaknya, ada takutnya, ada senangnya, yaa masa sudah memasuki overthink pertanyaan-pertanyaan yang sepertinya akan singgah beberapa kali selama libur lebaran. "Udah lulus? Kapan nikah? Kerja dimana? Apa kegiatan abis lulus?". rasanya tidak ingin mendengar apa-apa, namun silaturahmi dan tradisi lebaran tetaplah berlanjut dan mau tidak mau harus menyiapkan mental baja untuk menghadapinya, "alhamdulillah belum bude, insyaa Allah doakan saja bude, atau jawaban yang dibawa becandaan lainnya". Belum lagi orang² yang sudah tidak ditanggung orang tua, memikirkan THR yang akan diberi, baju lebaran untuk diri sendiri, dll.
Masa menikah dan menjadi orang tua, idul fitri juga momen yang ditunggu dan juga tidak, yang banyak rezeki alhamdulillah, yang belum banyak ya pas pasan, membagi-bagikan ke segala kebutuhan yang ada, biaya pulang kampung, oleh-oleh, masak-masak, persiapan kue lebaran, upgrade rumah, baju lebaran anak, THR ke sanak saudara dan orang tua, tetangga. Belum lagi masih ada pertanyaan² lanjutan tentang kehidupan, anaknya, rumah tangganya. Yaaa, semua dengan struggle nya
Masa lansia, mungkin orang orang tua kita sangat menantikan momen ini, dimana anaknya hanya bisa diharap pulang ketika lebaran, merindukan berkumpul dengan anak menantu juga cucu, memberikan masakan rumah yang terbaik, yaa merindukan anak anaknya, dan hanya bisa diharap di hari idul fitri.
Belum lagi zaman sekarang yang sudah semakin canggih, semua bertransformasi ke hal baru, tidak perlu ketemu kita tetap bisa menjalin silaturahmi, tradisi pun berubah, tidak berkumpul tidak apa, jauh tidak masalah, kita bisa nge zoom sekeluarga saling maaf-maafan, makan online bersama, buat konten online bersama, dan masih banyak lainnya.
Ternyata benar ya, setiap masa ada struggle dan momennya dalam memandang idul fitri.
Aku pribadi masih di fase masa kepala 2, ditanggung orang tua, dan masih single, hingga buatku idul fitri terasa biasa, sangat sangat. Namun saatnya menyiapkan mental dan menyiapkan ruang ikhlas dan bahagia. Bagaimanapun idul fitri adalah momen suci yakni kembali ke fitrah, saling memaafkan.
Semoga idul fitri kali ini lebih baik dan menjadi ajang muhasabah dan saling memaafkan~
~Faa

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
“The Muslim Women is Clothed in strength & Dignity. She Trust in Allah & Smiles without fear of the future.” • • ~~~~~🤍~~~~~🤍~~~~~ ♡ Follow : @NiqabTribe ♡ Hashtag : #NiqabTribe ~~~~~🤍~~~~~🤍~~~~~ #repost : #niqab #niqabi #niqabstyle #hijabstyle #hijabfashion #muslimah #explore #россия #украина #никаб #nofilter #хиджаббишкек #cadar #handsoffmyhijab #hijabinspiration #muslimwear #idulfitri #Indonesia #indonesiabertauhid #islamicquotes #indonesiaindah #اندونيسيا #نقابي_جنتي #حجاب #اكسبلور #مسلمه_وافتخر #الاسلام_ديني #البسوا_واسع ........................ (at Indonesia) https://www.instagram.com/p/CdE21IjI7V9/?igshid=NGJjMDIxMWI=
REMNA Hampers • Mini Prayer mat • Nastar Burger • Cashew Choco Ball • Clear crystal cup • Marble cake • Roasted nut & seeds in an air tight jar • Turkish choco truffle in an air tight jar Further details : WA 1 : 08112355800 WA 2 : 081380283975 #idulfitri #lebaran2023 #hampersidulfitri #hampers #hamper #hamperslebaran #ramadhan #eid #eidmubarak #hamperlebaran #kue #kuekering #kuelebaran #remna #medjool #mtqlalebaran #hamperslebaran2023 #nastar #nastarburger #cake #bolu #lapislegit #lapislegitpremium #medjoolcake #hamperspremium #corporatehampers #mtqlahampers https://www.instagram.com/p/Cqak34wh3Tl/?igshid=NGJjMDIxMWI=
Hari Raya dan Prinsip
Ketika orang lain sibuk posting perihal hari raya dan rasa bahagianya, semoga kamu tetap bersembunyi dengan senantiasa menjaga.
Ketika ada yang sejak dulu tidak ditemui gambar wajahnya lalu kemudian laman media sosialnya riuh hanya karena satu hari saja, semoga kamu tetap memegang teguh prinsip yang ada.
Ketika orang lain memilih berbagi bahagia pada layar kaca, semoga kamu tetap duduk manis memandangi mereka seraya berdoa.
Berdoa agar Allah merahmatimu karena senantiasa menjaga. Berdoa agar hatimu diteguhkan dan tidak goyah. Berdoa agar Allah senantiasa menjaga keluargamu, menjaga dirimu agar tidak tergiur remeh-temeh dunia.
Karena pada hakikatnya, bahagia dalam menjalani hari raya bukanlah tentang apa-apa yang terpampang di laman sosial media. Bukan pula tentang seberapa semringah pose keluarga di hadapan kamera. Bukan juga tentang pengakuan dari manusia tentang diri kita.
Bahagia itu terletak pada masing-masing dada. Dinyatakan atau tidak, terlihat atau tidak, diketahui atau tidak, pada akhirnya hanya kita yang paham mengenai bentuknya.
Selamat Lebaran teman-teman Tumblr 💙. Taqabbalallahu minna wa minkum :)
Berbahagialah tanpa melupakan prinsip kita.
02:27 p.m || 13 Mei 2021