Tua dan dewasa
"Menurutmu bagaimana dengan orang yang mabuk terus habis itu sembahyang ?, bagaimana orang yang melakukan maksiat kemudian mendirikan shalat ?, apakah shalatnya diterima ?" Tanya seorang rekan.
Dalam hatiku bertasbih subhanallah, alangkah hebatnya kehidupan yang Kau anugerahkan. Diputaran kehidupan yang kurasakan begitu cepat ini, kau tunjukkan alangkah lemah dan bodohnya kami manusia.
Sebelumnya menurutku orang tua harus yang harus dihormati, tapi ternyata aku perlu menghormati semua orang baik yang muda maupun yang tua. Kenapa ?, karena mereka ciptaan Allah. Bahkan terhadap ciptaan lain, itu adalah ciptaan megah.
Sebelumnya menurutku orang paham karena belajar, orang pandai karena sekolah, orang cerdas karena membaca. Tapi alangkah hebatnya ketika menyadari bahwa kepahaman, kepandaian, dan kecerdasan adalah pemberian Allah. Segalanya yang ada ini karena kehendak Allah. Ada orang yang bergaul dengan orang alim, tapi jika Allah tak meridhoi kepahaman didapatnya, tetap saja orang tersebut dalam kesalahpahaman. Ada orang yang mebaca buku banyak tapi jika Allah tak mengijinkan ilmu didapatnya, tetep saja dia tak memperoleh ilmu.
Tak jarang hidup sering kecewa, sebenarnya hanya karena salah cara pandang. Merasa sekolah tinggi, tapi tak kunjung mengerti. Merasa bekerja keras, tapi berujung rugi. Merasa benar, tapi mendapat sanksi.
Tua adalah pemberian, begitu pula dewasa. Tak ada yang perlu disombongkan.