Celoteh gadis kecil ini senantiasa kurindu. Kala sedang ndak di rumah, terngiang-ngiang rupanya. Time flies so fast, tahun ini tepatnya Juni nanti usianya genap 6 tahun, tapi mindsetnya serupa wanita berkepala 4.
Ini serius, kenapa saya berasumsi demikian. Karena acap kali petuah-petuah keluar dari bibir mungilnya. Kian hari kian perdu kasihnya.
Lutjuuu kalau saya pikir, ini anak terlampau cerdas. Pernah suatu waktu dia ndak memperbolehkan teman lelakinya masuk ke dalam rumah. "Iyan main di luar aja sana, cewek sama cowok kan gak boleh deket-deket." katanya seraya menutup gerbang rumah. Bayangin apa yang dirasa Adrian. *hahah sakit pasti yaaa :'D
Lain hari dia bermain di kamar saya dan melihat sebuah foto yang terpampang di dinding. "Mba Anggi ko pake ludungnya gituh?" tanya dia penasaran. "Kenapa memang dek? Pendek ya kerudungnya? Itu foto dulu ko."
Ya memang yang dilihatnya itu foto saya (dulu) sebelum hijrah dan belum memakai kerudung syar'i.
Dan masih banyak lagi kalimat bijak tercipta. Kalau ada orang awam mendengar setiap kalimat yang dilontarkan olehnya, pasti rasa heran merajam. Kenapa anak ini bisa memiliki paradigma seperti itu? Ya karena ada orang tua yang senantiasa mendoktrin hal-hal positif. Terutama umminya yang berperan sebagai madrasah pertama. Maka itu saya selalu dibuat malu kalau-kalau tanpa sengaja melakukan kegiatan negatif di depannya.Ingetin Mba Anggi terus yaa dek. Semoga Mba bisa menjadi suri tauladan yang baik bagimu dan juga menjadi Ummi yang salehah nantinya :')