netanyahu: we are fighting on behalf of the world. this is the war of humanity against barbarism.
the barbarism israel is fighting:
don't stop dua for them
occasionally subtle
will byers stan first human second
Jules of Nature
Cosmic Funnies
Misplaced Lens Cap
Not today Justin

todays bird

if i look back, i am lost

❣ Chile in a Photography ❣
KIROKAZE
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
hello vonnie

gracie abrams

blake kathryn
Cosimo Galluzzi
One Nice Bug Per Day
TVSTRANGERTHINGS
official daine visual archive
I'd rather be in outer space 🛸

seen from Palestinian Territories

seen from Hungary
seen from United States
seen from France
seen from Vietnam
seen from Germany
seen from United States

seen from Türkiye

seen from Türkiye
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Vietnam
seen from Switzerland
@anggiamelati
netanyahu: we are fighting on behalf of the world. this is the war of humanity against barbarism.
the barbarism israel is fighting:
don't stop dua for them

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Pengurangan
Setiap harinya waktu berkurang, bukan?
Dan lembaran buku yang dibaca seharusnya bertambah. Di awal Oktober kemarin, diri ini bersyukur karena diberi kesempatan dipertemukan dengan banyak sekali kebaikan.
Dari semua pertemuan tersebut, terpatri petuah atau bisa dibilang kalimat persuasif. Katanya "lepaskan kemelekatan dengan benda, seseorang, atau apa pun yang malah membuat hidupmu kian berat. Hidupmu harus ringan"...
Maka bersiaplah. Kau siap?
Diketik pukul 2:18 tanggal 16 Oktober '22
Ternyata menikah itu tidak mudah ya ka, byk adjustment yg harus di lakukan. Kenyataan2 mulai bermunculan tidak sesuai antara ekspektasi dan realita. Contoh misalkan pada saat berdua kita hanya berpaku pada tiktok, reels dkk nya .. gmn ya ka ?
MENIKAH TIDAK MUDAH?
Tentu, akan sangat banyak hal-hal baru yang akan kita temukan di luar hal-hal yang sudah kita ketahui. Sebab itu, penting untuk stalking calon pasangan tentang apa saja yang ia lakukan; suka dan tidak sukanya tentang apa; pola pikirnya bagaimana. Karena, memang menikah itu kita harus punya kemampuan kompromi tinggi. Mengurangi ego dan mengedepankan ke-bersama-an.
Menurut saya, yang paling utama itu adalah nilai dan behavior "akhlak". Jika nilainya tidak pudar, maka kebiasaan yang berbeda pun tak masalah. Dan, akhlak--yaitu bagaimana dia memperlakukan kita--itu juga kunci. Tapi ingat, nilai dan akhlak ini ya juga tanggung jawab kita juga. Sudahkah nilai dan akhlak terhadap pasangan kita terapkan?
Jika pasanganmu sibuk dengan gawainya pada hal-hal yang tidak terlalu penting seperti yang kamu sebutkan, mungkin kamu bisa melakukan beberapa cara.
Pertama, alihkan dia dengan sesuatu yang membuat kalian sibuk dengan keakraban. Misalnya, main uno atau jenga. Kalau kamu mau yang lebih berisi, ajak untuk misalnya baca buku bareng tentang parenting. Kalian saling membacakan. Kedua, buat "aturan keluarga". Misalnya, "tidak boleh main HP saat berduaan". Bisa dengan set "fokus" di HP masing-masing. Aturan ini dibuat dengan kesadaran bahwa untuk membuat keluarga yang harmonis, bukan hanya butuh kehadiran, tapi juga butuh perhatian. Ketiga, bisa dengan bicara baik-baik bahwa "kamu lebih berharga ketimbang aktivitasku, begitu juga aku bagi kamu." Jangan sampai pasangan ada di samping kita, malah dihabiskan waktu untuk scrolling random tak bermutu.
Saya sering banget lihat di kafe atau restoran pasangan suami istri yang sibuk dengan HP-nya masing-masing. Terkadang, anak-anak mereka juga sibuk dengan HP atau tab yang sengaja dikasih. Pernah saya lihat satu keluarga begini dan ada anak kecil perempuan, mungkin usia 4-5 tahun, yang duduk mematung di tengah keluarga yang semua matanya sibuk tertuju ke gawainya masing-masing. Deg! Tidak tahu kenapa saya kok merasa sakit hati banget. Wallahi, jangan sampai nanti anak-anakku mendapati orang tuanya begitu.
Kalian yang sudah berpasangan, ayolah, gunakan waktu kalian untuk saling mendewasakan; saling bertumbuh; saling meninggikan.
Husband Material
Beberapa hari ini, saya lagi senang-senangnya belajar tentang hal-hal yang berhubungan dengan parenting dan juga relationship seperti luka masa pengasuhan, tipe-tipe generasi dan cara memperlakukanya, hingga cara berkomunikasi hal-hal sensitif dengan pasangan. Sampe saya download aplikasi Teman Bumil loh haha (harusnya gak aneh sih. Justru laki-laki pun harusnya download ini juga kan untuk mendampingi istri kalau sudah saatnya). Ternyata banyak stereotipe dan stigma yang terjadi di masyarakat seperti lelaki itu gak rapih, tidak peka, tidak suka beres-beres rumah, dan hal-hal lainnya.
Semakin banyak baca hal seperti ini, saya jadi semakin tertantang untuk mencari tau sebenarnya sosok husbando (pasangannya Waifu) seperti apa yang sebenarnya ideal. Ia yang berkebalikan dengan stereotipe dan stigma kah? atau ada hal-hal lain yang lebih esensial. Nah ternyata, ada yang namanya Husband Material. Apaan tuh? Apakah dia yang materialistis? haha No! Begini katanya
"Carilah laki-laki yang menjadi Suami, bukan mencari Istri"
Husband Material adalah seseorang (laki-laki) yang memiliki kriteria/kredibilitas sebagai calon suami. Emang apa ciri-ciri seorang Husband Material ini?
Dia yang ada di saat kamu membutuhkan walaupun mungkin ngebuat dia berada di kondisi yang tidak nyaman.
Melibatkan kamu saat membuat keputusan besar maupun keputusan sederhana.
Bisa diajak komunikasi walaupun sudah tau kalau hal tertentu diobrolin bakal jadi ngebuat salah satu marah dan berantem. Ia yang percaya kalau komunikasi itu penting.
Kalau ada masalah, dia bakal nyari cara biar selesainya. Dia bakal berpikir lebih keras dan cerdas agar bisa jadi lebih baik lagi dan lagi.
Ia yang berpikir kalau hubungan ini bukan cuman tentang aku-aku dan kamu-kamu. Tapi bersama, aku dan kamu adalah tim.
Bukannya takut dimarahin, tapi kamu nyaman terbuka dan jujur ke dia karena dia sudah terlebih dahulu menyembuhkan luka masa lalunya.
Dia nge support kelebihan kamu dengan apa yang ia punya dan ga ngebuat kamu ngerasa jijik dengan kelemahan-kelemahan yang kamu punya baik fisik maupun non fisik.
Mungkin segitu yang saya dapet di salah satu postingan Instagram. Kalau temen-temen cari lagi di google, lebih banyak lagi hal-hal yang dibahas tentang Husband Material ini.
Dulu, saya fokus mencari sosok istri ideal dengan kriteria A, B, C. Yang intinya sangat-sangat ideal. Setelah membaca hal-hal seperti ini, sekarang saya sadar. Kalau saya terlalu fokus mencari istri ketimbang menjadi seorang suami itu sendiri. Kalau ada yang bilang jodohmu adalah cerminanmu. Maka sebelum mencari cermin yang baik, kita pun harus jadi cermin yang baik pula bukan?
Dah ah gitu dulu, kita bahas tentang hal-hal lain di tulisan selanjutnya. As usual, merci beaucoup and thanks for having a beautiful mind
semua berkesinambungan~
Bagaimana kita seharusnya bersabar dan menanti?
Bersabarlah dan menantilah seperti seorang yang berpuasa dengan sempurna. Karena seorang yang berpuasa pasti yakin bahwa adzan magrib akan tiba dan ia mendapatkan 2 kebahagiaan.
Seperti itulah orang yang bersabar dan menanti dengan penuh pengharapan pada-Nya, pasti ada ujungnya ia menemukan bahagia dari sabar dan penantiannya.
Selamat menanti dan memperbaiki, untukmu dan untukku.
@jndmmsyhd
Take your time. Don't rush((:

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Njirrrrr, pertanyaan yang bikin kesel. Sekaligus bertanya ke diri sendiri.
Iya ngapain juga ya, karir engga dapet, nunggin apa juga aing. Nikah pun engga.
Dan aing cuma dapet dua jawaban. Belum nikah karena belum siap. Dan nikah karena siap mengambil tanggung jawab.
"Jadi harus selama itu nunggu siap?"
Ya emang hidup ngurusin siap nikah doang 😅
Engga juga kali.
Setidaknya engga menyesal karena udah nyoba banyak hal, tau apa yang aing mau. Dan tau mau ngapain.
Bisa dikatakan selesai dengan semua gejolak perasaan, dengan semua pertentangan batin. Berhasil menemukan diri sendiri sebelum menikah.
Dan bagi aing ini sebuah pencapaian.
Melebihi nilai mapan secara finansial. Menjalani hidup dalam standar sendiri. Bukan apa yang orang lain mau.
"Jadi kapan idealnya menikah?"
Engga ada waktu yang tepat, karena kesiapannya beda-beda. Tergantung si orangnya itu sendiri siapnya kapan.
Dan mau ngejar apa dulu.
Ketika dia sudah siap mengambil peran itu dan tanggungjawabnya. Maka itu adalah waktunya.
Ketika dia sudah tidak punya lagi keraguan. Ketika hatinya udah yakin.
Ketika semua tiba-tiba menjadi ada, menjadi mudah, dan menjadi iya. Maka itulah waktunya.
Terlepas dari kapan dan bagaimana dia sampai di titik siapnya itu. Terserah.
Dia akan mengatakan siap, ketika menurutnya yang dia cari selama ini sudah selesai.
Dan memang waktunya. Waktu terbaiknya.
Yang lebih penting lagi, ketika dia sudah merasa menemukan pilihan yang tepat.
Tepat bukan hanya untuk dirinya. Tapi tepat bagi pilihan-pilihan hidupnya, mimpi-mimpi, orang tua, kepercayaan, dan semua yang memberi pengaruh bagi kehidupannya kelak.
—ibnufir
Bagaimana? Sudah siap?
Menulis itu memakai hati bukan otak. Serupa dengan melewati jembatan sirothol mustaqim.. yang hanya bisa dilalui dengan kekuatan hati, bukan kaki...
Ahh.. rupanya ruang ini terbilang usang.
Mari kita memulai kembali merangkai aksara di pertengahan 2022..
Rasanya cepat sekali waktu beranjak pergi.
Dengan tiap detiknya yang selalu menggurui.
Akhir adalah permulaan. Kalimat ini harus disesap kuat-kuat...
Diketik pukul 21.00 tanggal 12 Juni '22
Jika sebuah gedung dibangun dengan rancang bangun yang baik dan matang, maka gedung tersebut akan kuat dan kukuh. Seperti halnya pernikahan.
Gimana tolok ukur pernikahan yang berhasil? Bergantung goal yang dibuat setiap pasangan, sii. Iya, goal di awal pernikahan amatlah esensial.
Pernah mendengar prenuptial agreement?
Apa tuh? Perjanjian? Yups, perjanjian pranikah. Isinya mengenai pembagian harta ini itu atas nama suami/istri, mau tinggal di mana setelah menikah, boleh poligami atau tidak, istri tetap kerja atau tidak, pola pengasuhan anak dan masih banyak lagi (search contohnya di media cetak atau elektronik okey). Kalau isinya sudah disepakati kedua belah pihak dan disaksikan notaris, setelahnya barulah dibawa ke KUA.
Bayanginnya ribet juga, ya? Tapi insyaaAllaah kalau dijalanin mah mudah dan useful banget, lho. Beberapa ungkapan pasangan yang menerapkan prenup, mereka lebih bahagia. Lebih mampu meng-handle setiap konflik, ya karena di awal sudah bersusah payah membuat win win solution.
Besar harapan dengan adanya perjanjian pranikah bisa membuat setiap pasangan bisa melewati empat periode pernikahan yang dikemukakan oleh Strong dan De Vault (1989). Sebab, pernikahan yang gagal akan menimbulkan dampak besar dalam kehidupan masyarakat. So, alangkah bijaknya mulai merancang prenup bagi yang masih single*xoxo
“Yang lebih menakutkan dari hidup sendiri adalah : hidup berdua tetapi tidak satu visi.”
—
Mendapatkan mudah, mempertahankan yang susah.
Sungguh hebat ya Fatimah binti Muhammad beliau mencintai Ali bahkan setan pun tidak tahu. Rasanya ingin seperti itu mencintai dalam diam dan terwujud di pelaminan. :)
Konten uwuu nian, Mba (((:

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
#tentangpernikahan: Bila Saja
Seandainya kita mengalami ini, ingatlah di suatu hari.
Bila suatu saat kamu merasa lebih baik dari pasanganmu dan mampu memberinya lebih, maka jangan hinakan ia. Jangan buat ia merasa bersalah karena tak dapat memberikan seperti apa yang kamu harapkan. Jangan buat ia merasa rendah akan apa yang telah ia usahakan.
Ingatlah bahwa di suatu hari, ia telah mengusahakan supaya kita bisa tertidur nyenyak dan lelap, tanpa terkena terik panas dan hujan, tanpa adanya gigitan nyamuk dan ancaman lainnya. Ingatlah, ia pernah berusaha melindungimu dan memberimu sandaran.
Bila suatu saat kamu menemukannya melakukan kesalahan, tak perlu mengungkitnya berkali-kali dan terus menerus menyalahkannya. Apalagi sampai diri kita mengangungkan diri bahwa kitalah yang selalu benar.
Ingatlah bahwa kita pun pernah salah. Dan ketika kita salah, betapa besar hatinya, yang bahkan tak pernah sekalipun memarahi kita, apalagi membentak dan berteriak. Karena kita hanyalah manusia yang tak dapat luput dari kekurangan.
Bila suatu saat terdapat perdebatan kecil dengan pasanganmu, maka tak perlu membuatnya menjadi besar. Dan jangan pernah memutuskan sesuatu dalam keadaan emosi. La taghdob, wa lakal jannah. Jangan marah, maka bagimu surga.
Ingatlah bahwa kebenaran adalah milik Allah. Tak ada siapapun yang paling benar. Maka kembalikanlah segala permasalahan kepada Sang Penguasa Alam Semesta. Tak perlu saling bersitegang memperebutkan siapa yang benar dan menang. Karena hal tersebut hanyalah akan menyebabkan sakit hati.
Bila suatu saat pasanganmu sedang ditimpa musibah dan sesungguhnya kamu kecewa, maka bersabarlah dan jangan menjauhinya. Tak perlu menghakiminya dan membuatnya bersedih hati. Ada kalanya hidup ini berjalan tak semulus seperti apa yang kita bayangkan. Beberapa kerikil tajam itu biasa dalam kehidupan pernikahan.
Ingatlah bahwa yang mampu mempertahankan rumah tangga adalah kita sendiri, bukan orang lain. Berkacalah, barangkali musibah itu bisa saja sebabnya karena kita. Kita, sebagai pasangan, yang tak pernah mendo’akannya, yang seringkali tak patuh atas perintahnya, dan juga acuh atas rambu-rambu-Nya.
Jangan pernah lupa, bahwa rumah tangga itu seperti isi rumah yang harus dilindungi. Baik ataupun buruk, sebaiknya tak keluar dari pintu secara sembarangan. Dilengkapi korden dan filter agar tak semua orang dapat ‘melihatnya’. Disapu dan dibersihkan, agar terhindar dari berbagai macam fitnah serta keburukan yang asalnya dari luar. Diisi dan dihiasi dengan berbagai kata indah, supaya Allah tak enggan menjaganya dan malaikat tak malas mendo’akannya.
Malang, 8 Juli 2020 | @shafiranoorlatifah Sungguh, bila Allah telah menjadi yang kesekian, maka tak heran betapa mudahnya sebuah rumah tangga dapat dirubuhkan.
Noted to myself ✔️
Beberapa orang menilai saya pendiam, namun beberapa lainnya menjuluki saya cerewet sekali.
Bagi sebagian orang saya dikenal keras kepala, sebagian lainnya melihat saya si lembut keibuan.
Ada yang merasa tak penting menyapa saya jika berpapasan, tetapi beberapa lainnya tanpa ragu memeluk saya jika bertemu.
Ya, penilaian orang lain terhadap kita bisa serupa-rupa itu. Terserah mereka saja, kita tidak perlu membela atau mengingkari. Dibenci dan dicintai adalah dua hal yang pasti kita miliki. Penilaian manusia bukan segalanya, cukup penilaian Allaah saja yang mempengaruhi langkah kita.
Ayah, Ibu, aku percaya bahwa setiap orang tua menginginkan yang terbaik untuk putra putrinya. Ingin memastikan kehidupanku setelah ini baik-baik saja. Tetapi, cara Ayah dan Ibu menyampaikan seringkali membuatku takut. Raut wajah yang tiba-tiba berubah, terkadang disertai teriakan dan kemarahan, begitu terlihat tidak nyaman untuk kutatap.
Hal yang mungkin Ayah Ibu tiru dari orang tua terdahulu. Dari trauma masa lalu Ayah dan Ibu ketika memiliki keputusan sendiri, tetapi tidak pernah diizinkan. Ketika Ayah Ibu memiliki kebahagiaan sendiri, tetapi selalu dipatahkan. Ketika Ayah Ibu tidak memiliki kendali atas apa yang menurut ayah dan ibu berharga.
Percayakah Ayah, Ibu, jika aku perlu waktu berminggu-minggu, bahkan mungkin berbulan-bulan mengumpulkan keberanian untuk menyampaikan apa yang sebenarnya aku sukai. Mungkin Ayah Ibu juga pernah mengalaminya. Menyakitkan bukan, dipatahkan tanpa pernah diberi pengertian?
Mungkin apa-apa yang sudah aku lakukan memang terlalu dangkal pertimbangan, tetapi aku akan mengakuinya jika aku memang salah. Aku yakin setiap orang termasuk Ayah dan Ibu, pasti lebih senang jika diingatkan dengan cara yang lebih lembut, dengan perkataan yang tidak melukai.
Ayah, Ibu, bagaimana dulu rasanya dibanding-bandingkan? Dengan kehebatan saudara-saudaramu, dengan prestasi-prestasi, dan pencapaian orang lain? Aku yakin Ayah Ibu juga sama sepertiku, tidak suka dibanding-bandingkan. Aku yakin Ayah Ibu punya keunikan dan kelebihannya sendiri.
Ayah, Ibu, aku tidak ingin meneruskan kemarahan ini. Sebab kemarahan itu ditiru, kemarahan itu dicontoh. Bagaimana jika sampai ketika aku menjadi orang tua nanti, aku tidak pernah menyadari bahwa sikapku salah. Hanya karena aku meniru tempramen yang ayah ibu tunjukan ketika mendidikku?
Ayah, Ibu, aku tidak ingin jika sikapku yang tidak mampu mengendalikan emosi justru sedang menciptakan kenangan tidak menyenangkan di masa depan. Bagaimana jika sikapku menjelma menjadi suatu keraguan, menjadi suatu ketakutan, menjadi suatu kemarahan yang lebih besar?
Ayah, Ibu, setiap orang berhak menemukan kegagalannya sendiri bukan? Berhak bahagia dengan caranya sendiri. Berhak menentukan pilihan hidupnya sendiri. Setiap anak tidak dilahirkan untuk memperbaiki kegagalan sebelumnya. Tidak dilahirkan untuk memenuhi ambisi-ambisi yang tidak pernah Ayah dan Ibu capai.
Mereka hanya ingin menjadi dirinya sendiri, tanpa mengurangi baktinya sedikitpun. Mereka hanya ingin mengenang suatu masa bersamamu, bercengkrama hangat, berdiskusi, tanpa ada rasa takut dan keraguan sedikitpun untuk menyampaikan pendapatnya.
Ketahuilah Ayah, Ibu, bahwa kebohongan-kebohongan besar, berawal dari kejujuran-kejujuran kecil yang tidak pernah diberi tempat.
—ibnufir
Can relate to me ("":
Raganya paling bisa merasa. Apapun yang sedang menempa, air mukanya tetap perkasa bak Gatot Kaca. Namun, kala buah hatinya tersakiti, perilakunya bisa menyaingi Ibu Peri. Bapak adalah sebutan untuknya.
Harta yang paling berharga adalah keluarga. Istana yang paling indah adalah keluarga.
Puisi yang paling bermakna adalah keluarga. Mutiara tiada tara adalah keluarga.
Terima kasih Emak, terima kasih Abah. Mentari hari ini berseri indah.
"Pak, kalau ada apa-apa cerita saja, ya." Rasanya setiap anak akan berpesan seperti demikian. Tapi, tidak semudah itu bagi mereka membuka mulut juga hati untuk sekadar berkata "Bapak capek hari ini."
Ia tak sudi mengeluh di hadapan kami, padahal sudah banyak peluh. Ia hanya ingin anak-anaknya bahagia tanpa menitikkan air mata. Katanya biar ia seorang saja yang terluka, kalian jangan. Agaknya peran Abah di Film Keluarga Cemara mewakilkan semua kekuatan para Bapak, Ayah, Abi, Daddy, Apak.
Terima kasih para Ibu dan Bapak yang dengan tulus mengasihi tanpa mengharap pamrih, terus membimbing tanpa terlihat bimbang, tetap mengekarkan pundak walau sesak menyapa.
Mulai berlatih sedari dini supaya mampu menjadi role model yang tangguh bagi buah hati. Nanti, ajarkan mereka untuk siap ditinggalkan kita. Niscaya pijak mereka tak akan dapat digoyah oleh lesus sekali pun..
Fitrah Seksualitas
Punya suami yang kasar? Kaku? Garing dan susah memahami perasaan istrinya? Tidak mesra dgn anak? Coba tanyakan, beliau pasti tak dekat dengan ibunya ketika masa anak sebelum aqilbaligh.
Punya suami yang “sangat tergantung” pada istrinya? Bingung membuat visi misi keluarga bahkan galau menjadi ayah? Coba tanyakan, beliau pasti tak dekat dengan ayahnya ketika masa anak.
Kok sebegitunya?
Ya! karena figur ayah dan ibu harus ada sepanjang masa mendidik anak anak sejak lahir sampai aqilbaligh, tentu agar fitrah seksualitas anak tumbuh indah paripurna.
Pendidikan fitrah seksualitas berbeda dengan pendidikan seks. Pendidikan fitrah seksualitas dimulai sejak bayi lahir.
Fitrah seksualitas adalah tentang bagaimana seseorang berfikir, merasa dan bersikap sesuai fitrahnya sebagai lelaki sejati atau sebagai perempuan sejati.
Menumbuhkan Fitrah ini banyak tergantung pada kehadiran dan kedekatan pada Ayah dan Ibu.
Riset banyak membuktikan bahwa anak anak yang tercerabut dari orangtuanya pada usia dini baik karena perang, bencana alam, perceraian, dll akan banyak mengalami gangguan kejiwaan, sejak perasaan terasing (anxiety), perasaan kehilangan kelekatan atau attachment, sampai kepada depresi. Kelak ketika dewasa memiliki masalah sosial dan seksualitas seperti homoseksual, membenci perempuan, curiga pada hubungan dekat dsbnya.
Jadi dalam mendidik fitrah seksualitas, figur ayah ibu senantiasa harus hadir sejak lahir sampai AqilBaligh. Sedangkan dalam proses pendidikan berbasis fitrah, mendidik fitrah seksualitas ini memerlukan kedekatan yang berbeda beda untuk tiap tahap.
Usia 0-2 tahun, anak lelaki dan perempuan didekatkan pada ibunya karena ada menyusui, di usia 3 - 6 tahun anak lelaki dan anak perempuan harus dekat dengan ayah ibunya agar memiliki keseimbangan emosional dan rasional apalagi anak sudah harus memastikan identitas seksualitasnya sejak usia 3 tahun.
Kedekatan paralel ini membuat anak secara imaji mampu membedakan sosok lelaki dan perempuan, sehingga mereka secara alamiah paham menempatkan dirinya sesuai seksualitasnya, baik cara bicara, cara berpakaian maupun cara merasa, berfikir dan bertindak sebagai lelaki atau sebagai perempuan dengan jelas. Ego sentris mereka harus bertemu dengan identitas fitrah seksualitasnya, sehingga anak di usia 3 tahun dengan jelas mengatakan “saya perempuan” atau “saya lelaki”
Bila anak masih belum atau tidak jelas menyatakan identitas gender di usia ini (umumnya karena ketiadaan peran ayah ibu dalam mendidik) maka potensi awal homo seksual dan penyimpangan seksualitas lainnya sudah dimulai.
Ketika usia 7 - 10 tahun, anak lelaki lebih didekatkan kepada ayah, karena di usia ini ego sentrisnya mereda bergeser ke sosio sentris, mereka sudah punya tanggungjawab moral, kemudian di saat yang sama ada perintah Sholat.
Maka bagi para ayah, tuntun anak untuk memahami peran sosialnya, diantaranya adalah sholat berjamaah, berkomunikasi secara terbuka, bermain dan bercengkrama akrab dengan ayah sebagai aspek pembelajaran untuk bersikap dan bersosial kelak, serta menghayati peran kelelakian dan peran keayahan di pentas sosial lainnya.
Wahai para Ayah, jadikanlah lisan anda sakti dalam narasi kepemimpinan dan cinta, jadikanlah tangan anda sakti dalam urusan kelelakian dan keayahan. Ayah harus jadi lelaki pertama yang dikenang anak anak lelakinya dalam peran seksualitas kelelakiannya. Ayah pula yang menjelaskan pada anak lelakinya tatacara mandi wajib dan konsekuensi memiliki sperma bagi seorang lelaki.
Begitupula anak perempuan didekatkan ke ibunya agar peran keperempuanan dan peran keibuannya bangkit. Maka wahai para ibu jadikanlah tangan anda sakti dalam merawat dan melayani, lalu jadikanlah kaki anda sakti dalam urusan keperempuanan dan keibuan.
Ibu harus jadi wanita pertama hebat yang dikenang anak anak perempuannya dalam peran seksualitas keperempuanannya. Ibu pula orang pertama yang harus menjelaskan makna konsekuensi adanya rahim dan telur yang siap dibuahi bagi anak perempuan.
Jika sosok ayah ibu tidak hadir pada tahap ini, maka
inilah pertanda potensi homoseksual dan kerentanan penyimpangan seksual semakin menguat.
Lalu bagaimana dengan tahap selanjutnya, usia 10 - 14? Nah inilah tahap kritikal, usia dimana puncak fitrah seksualitas dimulai serius menuju peran untuk kedewasaan dan pernikahan.
Di tahap ini secara biologis, peran reproduksi dimunculkan oleh Allah SWT secara alamiah, anak lelaki mengalami mimpi basah dan anak perempuan mengalami menstruasi pada tahap ini. Secara syahwati, mereka sudah tertarik dengan lawan jenis.
Maka agama yang lurus menganjurkan pemisahan kamar lelaki dan perempuan, serta memberikan warning keras apabila masih tidak mengenal Tuhan secara mendalam pada usia 10 tahun seperti meninggalkan sholat. Ini semua karena inilah masa terberat dalam kehidupan anak, yaitu masa transisi anak menuju kedewasaan termasuk menuju peran lelaki dewasa dan keayahan bagi anak lelaki, dan peran perempuan dewasa dan keibuan bagi anak perempuan.
Maka dalam pendidikan fitrah seksualitas, di tahap usia 10-14 tahun, anak lelaki didekatkan ke ibu, dan anak perempuan didekatkan ke ayah. Apa maknanya?
Anak lelaki didekatkan ke ibu agar seorang lelaki yang di masa balighnya sudah mengenal ketertarikan pada lawan jenis, maka di saat yang sama harus memahami secara empati langsung dari sosok wanita terdekatnya, yaitu ibunya, bagaimana lawan jenisnya harus diperhatikan, dipahami dan diperlakukan dari kacamata perempuan bukan kacamata lelaki. Bagi anak lelaki, ibunya harus menjadi sosok wanita ideal pertama baginya sekaligus tempat curhat baginya.
Anak lelaki yang tidak dekat dengan ibunya di tahap ini, tidak akan pernah memahami bagaimana memahami perasaan, fikiran dan pensikapan perempuan dan kelak juga istrinya. Tanpa ini, anak lelaki akan menjadi lelaki yg tdk dewasa, atau suami yang kasar, egois dsbnya.
Pada tahap ini, anak perempuan didekatkan ke ayah agar seorang perempuan yang di masa balighnya sudah mengenal ketertarikan pada lawan jenis, maka disaat yang sama harus memahami secara empati langsung dari sosok lelaki terdekatnya, yaitu ayahnya, bagaimana lelaki harus diperhatikan, dipahami dan diperlakukan dari kacamata lelaki bukan kacamata perempuan. Bagi anak perempuan, ayahnya harus menjadi sosok lelaki ideal pertama baginya sekaligus tempat curhat baginya.
Anak perempuan yang tidak dekat ayahnya di tahap ini, kelak berpeluang besar menyerahkan tubuh dan kehormatannya pada lelaki yang dianggap dapat menggantikan sosok ayahnya yang hilang dimasa sebelumnya.
Semoga kita dapat merenungi mendalam dan menerapkannya dalam pendidikan fitrah seksualitas anak anak kita, agar anak anak lelaki kita tumbuh menjadi lelaki dan ayah sejati, dan agar anak anak perempuan kita tumbuh menjadi perempuan dan ibu sejati.
Agar para propagandis homo seksualitas tidak lebih pandai menyimpangkan fitrah seksualitas anak anak kita daripada kepandaian kita menumbuhkan fitrah seksualitas anak anak kita. Agar ahli kebathilan gigit jari berputus asa, karena kita lebih ahli dan berdaya mendidik fitrah anak anak kita.
Salam Pendidikan Peradaban
#pendidikanberbasisfitrah dan akhlak
(Ustad Harry Santosa)
https://www.facebook.com/harry.hasan.santosa/posts/10213353357258539

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
perempuan yang punya banyak mimpi
kamu tau nggak, perempuan yang punya banyak mimpi itu cantik dan hebat banget kalau dilihat dan dikenal. mereka menarik karena tampak cerdas, karena sekiranya bisa melahirkan dan mendidik anak-anak yang cerdas pula.
kamu tau nggak, perempuan seperti itu, super merepotkan kalau dijadikan pasangan hidup. kalau kamu jatuh cinta sama perempuan yang punya banyak kemauan, kamu harus bersiap-siap.
kamu harus siap menjadi tempatnya bertanya, berbagi cerita, bahkan berkeluh kesah tentang perjalanan mencapai mimpinya. sebab, sungguh tidak ada perjalanan mencapai mimpi yang mudah–meski selama ini kamu melihatnya demikian, bahwa dia penuh dengan kemudahan.
kamu harus siap dan sigap untuk menjadi yang pertama dalam membela mimpinya. menjadi yang percaya saat orang lain tidak. menjadi yang pertama menikmati karya-karyanya. menjadi penggemar yang paling utama dan setia.
kamu harus siap ikut menghidupkan mimpi-mimpinya sebagaimana mimpi-mimpimu sendiri. sungguh, bagi para perempuan seperti itu, kalah pada mimpinya bisa jadi sama menyedihkannya dengan patah hati.
kamu harus siap dengan semua kerepotan itu. bahkan, kamu harus siap untuk berkorban.
perempuan yang punya banyak mimpi itu berisik, merepotkan. tapi, kamu tau nggak, kebanyakan dari mimpi perempuan sebenarnya adalah hadiah untuk orang yang paling disayanginya. kalau kamu merasa pantas untuk mendapatkannya, bersiaplah untuk membantunya merakit hadiah itu.
berkasihlah dan salinglah memberi hadiah, niscaya kalian semakin saling menyayangi.
IKIGAI
Orang yang bahagia di pekerjaanya itu orang yang gimana sih?
Kalau kata Prof. Schawrtz, pekerjaanya harus meaningful. Harus punya makna tersendiri.
Pernah dengar ikigai? Ya, itu filosofi hidup yang dianut orang Jepang untuk membuat mereka lebih mudah memaknai tujuan hidupnya.
Pekerjaan kamu baru akan mencapai makna, bermanfaat, seimbang, dan penuh semangat jika kamu telah mencapai Ikigai. Ikigai inilah yang merupakan gabungan dari apa yang kamu suka, apa yang kamu mampu, apa yang membuatmu bernilai, dan apa yang dibutuhkan dunia. Ikigai memiliki 4 irisan yakni Passion, Mission, Vocation, dan Profession.
Passion--> kamu suka dan ahli di bidang itu.
Mission--> kamu suka dan itu punya dampak buat orang banyak.
Vocation--> kamu dapat upah dan itu punya dampak buat orang banyak.
Profession--> kamu ahli di sana dan kamu dapat upah.
Nahh, ketika vocation dan profession dijalani, maka hasilnya apa yang orang-orang butuhkan itu sesuai dengan kemampuanmu dan dapat gaji dari sana. Tapi, kamu tidak mencintai sama sekali yang kamu lakukan. Yang terjadi kamu akan terjebak pada rutinitas membosankan dan tidak tahu apa makna hidupmu lagi karena segalanya tampak monoton.
So, keempat irisan ikigai harus digapai bersamaan. Bukan salah satu atau salah duanya saja. Supaya kamu mendapat kesejahteraan dari gaji. Diapresiasi orang karena memberikan yang mereka butuhkan. Keadaan psikologis pun semakin sehat karena telah melakukan apa yang dicintai. Juga senantiasa mengembangkan diri karena menggunakan kemampuan yang dimiliki. Ajib bukan?
Mumpung masih muda, tambahin effort buat menemukan ikigai yuk!