orang lain yang berbuat jahat, kamu yang menanggung sakitnya.
orang lain yang tidak menuntaskan luka pengasuhannya, kamu yang harus bolak-balik ke psikolog dan psikiater.
orang lain yang tidak bisa dewasa dengan pilihannya, kamu yang harus membuat pilihan-pilihan sulit.
orang lain yang melakukan kesalahan, kamu yang kehilangan harga diri dan malu habis-habisan.
orang lain yang berbuat kerusakan, kamu yang harus repot bersih-bersih, rapi-rapi, beres-beres, membangun semuanya dari puing-puing.
orang lain yang bingung dengan hidupnya, kamu yang kehilangan banyak kesempatan.
memang begitu. hidup kadang-kadang rasanya tidak adil. kamu tidak tau bilamana yang terjadi adalah hukuman atas dosa-dosamu yang lalu atau ujian untuk meningkatkan keimananmu. hingga akhirnya kamu bisa berkata, “qadarullah”—bisa menerima semuanya sebagai takdir saja.
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Baru ngeh kalo abis reblog orang, notes selanjutnya ngga masuk ke notif. Jadi ngga nyadar ada replies di bawah postingan ini.
Abis baca-baca repliesnya tadinya mau diem aja yauda gapapa gitu. Tapi lamalama kepikiran. Ada yang ganjel gitu kayanya.
Jadi beklah. Mari kita menanggapi sepercik sebelum sarapan bubur.
Jadi begini ges.
Mungkin poin yang gue maksudkan tida tersampaikan dengan baik karena salah pemilihan kata atau kurangnya informasi tambahan. Gue akan coba elaborasi.
Di gambar itu, pola kalimatnya sendiri sebenernya udah 'aneh'. Gue berusaha ngga pake term 'ngga adil' nih ya biar imbang. Coba peratiin. Kata awalnya ada Jews, Hindhus, Buddhists, Christians. Itu semua nama-nama agama, we know that. E tapi di kalimat pertama, alih-alih pake nama agama, si penulis memilih kata ISIS. Bukan Islamic. Padahal untuk membentuk serangkaian premis, polanya paling ngga sama gitu yak. Ini membuat gue jadi berasumsi, bahwa dari awal memang tujuan penulisnya untuk menyindir agama lain. Malah jadi kayak playing victim.
Gue bilang di awal reblog kalo ISIS first word stands for Islamic--yang mana islamic adalah nama agama, ya kan? Lalu ditanggapi kang rubah, bilang bahwa Islam namanya doang. Islam ngga ngajarin apa yang mereka lakukan. Well, sebagai yang belajar mata pelajaran agama islam sejak TK, gue sepakat dengan ini. No doubt. No debat, kata anak tuiter mah.
Nah, tapi ini. Justru dari sini sebenernya argumentasinya dimulai. Mereka menamai organisasinya ada embel-embel islam, ya karena agama mereka islam, kan, ya? Kalo agama mereka kejawen atau ubur-ubur ya namanya mungkin jadi KSIS atau USIS. We are talking about agama apa yang dianut kan ya, biar simetris dengan pola kalimat berikutnya pada gambar; (agama) kills me in (nama tempat). So why is it that hard to accept, that whatever it is, mereka beragama islam?
Mau mereka ngga mengamalkan ajaran sebenernya dari islam kek, mereka cuma bawa-bawa nama islam doang kek, ya apapun itu, mereka pada dasarnya beragama islam, kan? Atau sebenernya mereka beragama lain tapi ngaku-ngaku aja islam? Tolong kasih tau gue kalo ada bukti mengenai ini.
Sampe sini masih mau pake argumen 'iTu m4h SaLaH oR46ngX, bKn aG4mAx!' nih? Nah, gimana kalo pembantai di negara lain itu juga salah orangnya, bukan agamanya? Gimana kalo ternyata di agama hindu, buddha, kristen, yahudi, itu pun sama-sama ngga mengajarkan kekerasan dan pembunuhan, tapi umatnya aja yang bangsat? Jangan sampe mulut sibuk membela agama sendiri dan minta agamanya jangan disalahin tapi salahin aja pelakunya, eh giliran pelakunya berasal dari agama lain langsung aja mulut enteng nyebut agama lain itu salah, bukan pelakunya sebagai manusia.
Makanya di reblog pertama gue bilang, it's shame on you, human. Karena pada akhirnya yang bangsat ya manusianya. Agama cuma embel-embel. Masalah pemicu setiap pembantaian, perang, pembunuhan dll pasti way more than just religion thing. Ngga mau kan agamanya disalahin sebagai satusatunya alasan keributan? Ya sama, agama lain juga nggamau.
Kang Rubah bilang, jangan males baca kitab. Sepakat. Gue sepakat untuk ini. Baca kitab yang bener, tanya sama yang bener, biar pemahamannya ngga salah dan ngga melenceng. Jangan lupa juga untuk baca berita, sejarah, dan informasi di sekitar, biar ngga gegabah mengambil kesimpulan.
Masih mau keukeuh kalo islam selalu jadi korban? Coba google.
Ada assyrian genocide, armenian genocide, greek genocide, kasus kristen koptik di mesir, kasus yazidi di irak, kasus kristen nigeria, oh okedeh kalo mau yang lokal ada perang padri jangan lupa, belum jaman 65, 98, sama bom-boman di gereja, di bali, di hotel, itu semua pelakunya beragama apa, ges? Ya islam.
Ini kalo kita murni ngomongin agama pelakunya aja ya, ngga menilik lebih jauh pemicu utamanya apa.
Itu kasus-kasus yang gue sebutin di atas mungkin belum semuanya. Kalian bisa lanjut google sendiri. Sekarang mah akses gampang.
Jadi nggaperlu naif dengan menolak kenyataan bahwa muslim kills too. Terlepas dari ajaran agamanya benar atau salah, muslim kills. Period. Selama diskusinya masih agama apa bunuh agama apa, ya islam juga membunuh. Sama aja.
Orang bangsat bisa beragama apa aja, udahlah. It's the human. Emang manusianya aja yang brengsek. Mau beragama atau ngga beragama, mau membunuh dan membantai ya jadi aja, apapun alasannya. Jadi mau sampe kapan setiap kali ada pembantaian antar golongan, yang disorot cuma agamanya doang, terus dijadiin ajang keren-kerenan agama atau sedih-sedihan mana yang paling tertindas?
Semua yang tersiksa, terbunuh, terbantai, pasti akan grieving the same way. Semua yang jadi korban akan teriak. Kalo nggabisa melakukan apa-apa untuk menolong, setidaknya ngga jadi brengsek dengan ngebanding-bandingin begitu. Ngga akan ada ujungnya.
You do your religion thing. Kalo lo merasa agama lo mengajarkan yang baik, then be what they told you about. Jadilah baik, jadilah representasi agama lo yang baik.
Then let people do their religion thing, too. Selama ngga saling menyakiti, ya hidup berdampingan ajalah.
Dah. Ami mau masuk selimut lagi. Sarapannya besok aja. Bye.
Agar sekali-sekali Crescenthemum berfaedah, marilah kita mulai perhelatan akbar mengenai serba-serbi virus terkenal beberapa bulan terakhir ini. Tentu saja walaupun ini bagian dari kerjaan sehari-hari, akan ada kemungkinan gue salah, selip, skip, atau kurang update, so please feel free to correct me. Referensi tulisan ini adalah website CDC, WHO, dan beberapa jurnal terkait yang link-nya akan gue cantumkan di akhir postingan, manatau kalian mau cek sendiri.
Beklah. Cus.
Jadi, coronavirus itu sebenernya apa?
Ya virus.
Wow, informatif sekali, ami.
Coronavirus adalah salah satu dari keluarga virus coronaviridae, yang mana anggotanya ada alphacoronavirus, betacoronavirus, gammacoronavirus, dan deltacoronavirus. Yang alpha sama beta itu target infeksinya emang mammals alias mamalia seperti human, yang gamma sama delta targetnya burung. Nah, beberapa dari rombongan alpha beta ini, ada yang highly pathogenic atau yang jahat; yaitu SARS-CoV, sama MERS-CoV. Sisanya ada juga CoV-CoV lain tapi ngga begitu beken karena gejala sama efeknya b aja di manusya.
Sebenernya keluarga virus ini sudah diidentifikasi sama scientist dari taun 1930-an, udah lama banget. Cuma anak-anaknya baru pada bermunculan di tahun-tahun berikutnya, dengan tingkat kejahatan yang beda-beda.
Salah satu rombongan CoV ini ya si coronavirus yang sekarang dikenal itu. Karena baru diidentifikasi di manusia, makanya namanya Novel Coronavirus alias nCoV, ada juga yang menyebutkan namanya jadi SARS-CoV-2--soalnya gejala di saluran pernapasannya severe, mirip kayak SARS dulu, tapi kali ini jenis virusnya beda.
Biar ngga kepanjangan, gue akan menggunakan term nCoV aja deh yak.
Si nCoV ini adalah jenis virus RNA. Hayoo inget ngga, pelajaran biologi SMA nih bedain virus RNA sama DNA.
RNA itu intinya struktur genetiknya rantai tunggal, DNA rantai ganda. Bedanya sebenernya banyak, tapi yang paling menjelaskan kenapa nCoV bisa segesit itu penyebarannya, ya karena salah satu sifat virus RNA itu mutasinya lebih cepet dibanding yang DNA.
Oke, lalu si anak baru ini dari mana asalnya?
Seperti yang semua sudah tau, kehebohan ini berasal dari kota pelabuhan di Hubei; Wuhan, Cina, pada Desember taun lalu. Kasus pertamanya ditemukan pada salah satu pekerja di pasar seafood di sana, dengan keluhan yang menyerupai gejala pneumonia. Awal Januari, jumlah korban makin banyak. Terus ditemukan pasien pertama yang meninggal juga. Geger dong ya dunia ini.
Sempet ada isu yang bilang kalo virusnya dibawa sama bats alias kelelawar, yang kemudian dijual sebagai makanan di pasar tersebut. Ya bener sih, kelelawar emang salah satu media favorit pembawa virus. Tapi kepastian kalo si nCoV ini asalnya beneran dari bats, masih dalam on going research. Karena ada beberapa penelitian yang mencatat data kalo beberapa pasien-pasien awal tuh ngga kontak sama si pasar sama sekali.
Intinya tuh si virus ini ya muncul dari proses mutasi, terus kebentuk, terus diduga nyangsang di salah satu kelelawar yang dijual di pasar, lalu kontak sama manusia. Simsalabim, jadilah penyakit. Ini masih on going research lho ya. Sila diupdate untuk keterangan lebih valid.
Terus, cerita awalnya tuh gimana bisa sampe sedunia kena begini?
Kasus pertama di luar Cina ditemukan di Thailand. Penderitanya adalah orang yang baru balik dari Wuhan. Akhir Januari, di Cina sendiri udah 7rebuan kasus ditemukan dan udah nyebar ke 31 provinsi. Cepat sekali memang.
Kalo pada pernah main Plague inc pasti kebayang deh nyebarnya gimana heuheueheu.
Polanya kurang lebih sama, kasus ditemukan pada pasien yang kontak dengan kasus sebelumnya di Wuhan. Makanya pas awal-awal kehebohan ini terjadi, pertanyaan screening yang diprosedurkan oleh kemenkes tuh "abis berpergian ke cina ngga?" atau "abis kontak sama orang yang dari bepergian ke cina ngga?". Gitu. Ya seiring berjalannya waktu dan penyebaran makin kemana-mana, pertanyaannya berubah jadi "ada kontak sama orang asing ngga?".
Berhubung manusia itu pada dasarnya memang berpindah-pindah, ya bisa banget menyebarluaskan virus kemana-mana sampe sedunia dan se-alam semesta gitu. Apalagi mekanisme penularannya sederhana dan sifat virusnya gesit. Ya wassalam.
Menularnya gimana?
Melalui droplets.
Droplets apaan?
Liur.
Harfiahnya, droplet itu partikel kecil-kecil yang keluar dari mulut seseorang yang bersin atau batuk atau ngomong muncrat. Di dalam droplets itulah si virus berkubang, dan siap pindah ke inang lain.
Cara pindahnya? Ilustrasinya kurang lebih begini: si x terinfeksi corona-> x lagi ngobrol sama y, terus x bersin -> dropletsnya entah bagaimana caranya keciprat di tangan si y -> si y megang mulut atau hidung -> virusnya masuk lewat hidung atau mulut si y -> assalamualaikum corona.
Mengenai proses virus menginfeksi ini sila tonton langsung di youtube ya. Kerja virus tuh unik, seru, beneran bisa jadi senjata biologis. Jadi ide banget buat film-film scifi. Ini kerja virus pada dasarnya ya, bukan cuma corona doang.
Jadi begitu kena droplets, langsung sakit?
Ngga.
Inilah salah satu kekerenan virus. Mereka tuh bisa hidup di dalam tubuh kita dengan harmoni, tanpa menimbulkan gejala, dan bisa sewaktu-waktu menang melawan imunitas kita.
Kita baru akan ketular, ketika droplets yang kena ke kita itu berasal dari orang yang sedang dalam masa inkubasi. Masa inkubasi itu masa yang diperlukan suatu patogen alias kuman dalam berlipatganda sampai akhirnya menimbulkan gejala. Orang-orang dalam masa inkubasi inilah yang bisa membawa droplets paling serius seluruh dunia.
Ketika si droplets masuk ke tubuh kita, kalo kitanya baik-baik aja dan daya tahan tubuhnya baik, maka kita ngga akan bergejala atau bergejalanya kalem aja ngga sampe parah banget.
Masa inkubasi nCoV ini 14 hari. Makanya biasanya dalam anamnesis atau wawancara awal, pasien akan ditanya apakah ada riwayat kontak dalam 14 hari terakhir. Pasien-pasien dalam pemantauan yang suspek itupun biasanya dilakukan dalam 14 hari itu.
Oh iya, kemenkes membagi suspek pasien dalam dua kategori; pemantauan dan pengawasan. Tapi kalian tida perlu memikirkan ini terlalu dalam, karena ini tugas gue dan tugas tenaga kesehatan lainnya.
Tugas kalian, menjaga diri sendiri, dan tentu saja mengenali gejalanya.
Gejalanya apaan aja?
Coronavirus itu pada dasarnya yang diserang adalah saluran pernapasan. Setiap coronavirus pasti gejalanya kurang lebih sama aja, cuma keparahannya aja yang beda-beda. Si nCoV ini juga ya kayak orang dengan infeksi saluran napas pada umumnya aja gitu; kek batuk pilek, demam, lemes, nyeri-nyeri sendi, nyeri tenggorokan, sesak, gitu-gitulah pokonya mah. Kayak orang flu. Meriang-meriang.
Separah apa nCoV ini?
Bentar, sebelumnya gue lupa nyebut kalo nama penyakit yang ditimbulkan oleh nCoV adalah COVID-19, yang merupakan singkatan dari corona virus disease 2019.
Kalo ngomongin separah apa, sebenernya membahas virulensi sih. Tapi ribet. Mari kita buat simpel aja.
Gue mulai dari update per tanggal 3 Maret 2020 ya berdasarkan rilis WHO.
Total kasus globally: 90870
Total negara yang terinfeksi selain cina: 72
Total kematian: di cina 2946, di luar cina 166
Total kasus sembuh: 51014
Kemarin, WHO juga bilang kalo dari seluruh total kasus COVID-19 ini, yang meninggal adalah 3,4%nya. Mereka sendiri sebenernya masih belum bisa kasih statement fix mengenai separah apa virus ini karena masih dalam penelitian, cuma kalo dari data sih ya dari 90rebuan kasus itu yang meninggal 3,4%nya itu. Kecil kan ya angkanya.
Sebenernya, infeksi virus itu pada dasarnya bersifat self-limiting disease, atau bahasa kasarnya ya ntar juga sembuh sendiri. Tapi tentu ini under specific term and condition ya. Ngga semua orang yang kena penyakit karena virus jengjengjeng sembuh sendiri tanpa diapa-apain. Pada orang yang sehat lahir dan batin, jasmani dan rohani, emang bisa aja sembuh dengan sendirinya. Tapi, pada beberapa orang bisa jadi fatal dan mematikan.
Apa yang mempengaruhi?
Jawaban pamungkasnya ya itu; daya tahan tubuh.
Sebuah virus jadi makin gampang menghancurkan seseorang, ketika si seseorang ini daya tahan tubuhnya lemah. Yang mempengaruhi daya tahan tubuh antara lain usia, pola makan, higienitas, kesehatan mental, gaya hidup, dan tentu saja penyakit bawaan. Penyakit bawaan ini kayak misal hipertensi, diabetes, HIV, sakit jantung, sakit ginjal, penyakit-penyakit autoimun, dll.
Kalo dari data kemenkesnya cina, 80% pasien terinfeksi corona yang meninggal itu usianya di atas 60 tahun, lalu 75% yang meninggal itu punya penyakit bawaan. Jadi virusnya tuh menang lawan sistem imun tubuh, makanya pasiennya meninggal.
Meninggalnya pasien COVID-19 tuh bukan kayak lo nyilet nadi terus langsung mati, ngga. Seperti yang udah gue bilang di atas kalo yang diserang nCoV itu saluran napas. Gejala dasarnya ya gejala-gejala infeksi saluran napas kayak orang flu. Nah, pada orang yang daya tahan tubuhnya baik, gejalanya berenti sampe disitu aja, lalu sistem imun tubuh do the works dan ditambah terapi dari medis, merekapun pulih. Sedangkan pada orang yang daya tahan tubuhnya buruk, gejala-gejala itu memberat dan akhirnya menimbulkan komplikasi. Pasien meninggal kebanyakan ya karena komplikasinya.
Tapi tentu saja karena kasusnya masih berlanjut, pasien-pasien baru dengan demografi beragam masih bermunculan, kemungkinan-kemungkinan lain masih bisa terjadi.
Bisa sembuh ngga?
Lah ya bisa. Itu 50rebuan kasus udah sembuh.
Tapi katanya belum ada obatnya
Ya memang. Makanya yang diandalkan adalah daya tahan tubuh kita, dan tentu saja terapi medis untuk menunjang.
Kemenkes udah bikin clinical pathway alias alur penatalaksanaanya kok. RS gue tiap hari diskusinya itu mulu, tiap hari dibriefing buat menyambut suspek-suspek yang datang. Alat tesnya sama canggihnya dengan di negara-negara lain, orang WHO juga udah visitasi langsung, dan memastikan semua prosedurnya sesuai standar global.
Jadi yang harus dilakukan satu-satunya ya melapor kalo lo merasakan gejalanya atau merasa beresiko tertular, then let the health team do the rest.
Kalo emang ngga seserem itu, kenapa heboh banget ya?
Ini asumsi gue ya.
Karena....media.
Gila sih, tiap hari ada aja berita dengan headline bombastis dari berbagai media. Padahal kalo mau ngomong parah-parahan, yang lebih parah banyak, yang lebih deathly banyak. Tapi bacot orang-orang lebih berisik sekarang.
Mana media tuh (terutama portal berita online), ngga berimbang banget kebanyakan. Yang info penting ngga disorot, yang ngga penting malah heboh. Belum lagi para media pengabdi clickbait. Ngga verifikasi data, ngga pake referensi valid, kadang ngutip omongan orang ngga kompeten, atau seleb-seleb medsos, youtuber-youtuber sotoy, tapi pede banget naikin berita.
Sekarang di Indonesia udah ada penderitanya. Kita harusnya panik ngga sih?
Ya boleh aja panik. Tapi tetep waras.
Selama ngga ada kontak dengan penderita secara langsung, dan selama daya tahan tubuh kita baik, harusnya bisa lebih tenang. Kalo ada kontak dengan penderita atau kontak dengan orang asing yang ngga diketahui riwayat perjalanannya, go have yourself checked. Sekarang kemenkes udah punya hotline yang bahkan bisa pake WA. Pemda DKI juga nyiapin tim khusus untuk ini. Seratus rumah sakit rujukan se-Indonesia udah disiapin buat menangani. Tinggal lo aja mau lapor apa ngga, mau berobat apa ngga.
If you happened to be one of those with the underlying disease, go have yourself checked and be highly protected, too. Lebih disiplin lagi minum obat rutinnya, usahain untuk tetep fit dan terjaga daya tahan tubuhnya.
Dengan adanya kasus terkonfirmasi positif di Indonesia ini malah jadi pecutan banget buat kemenkes biar lebih serius kerjanya. Tim skrining lebih teliti, persiapan dipercanggih di semua lini fasilitas kesehatan, pencegahan digalakkan lebih gila lagi, dll.
Emang bisa aja pemerintah skip atau missed, pemerintah juga manusia. Makanya selain mempercayakan proses ke mereka, lakukan pencegahan ke diri sendiri juga.
Apa aja pencegahan yang bisa dilakukan?
Udah banyak sih ya infografis yang tersebar di internet. Intinya sama aja: makan sehat, istirahat cukup, olahraga, minum vitamin bila perlu, banyak minum air putih, rajin cuci tangan, batuk pilek dengan etika yang benar, pake masker kalo sakit, dan jaga diri jangan sampe stress.
Yang mau gue highlite dari semuanya ada dua hal; mengenai cuci tangan dan masker.
Kehebohan adanya kasus positif di indonesia, mendadak bikin hand sanitizer sold out dimana-mana. Emang hand sanitizer sengefek itu? Jawabannya; tergantung.
Ada hand sanitizer yang antibacterial, ada yang anti microbial. Kalo yang antibacterial, ya yang bakal mati sejenis bakteri, nCoV dan virus lain ketawa-ketawa doang menyaksikan kebodohan lo. Kalo yg anti microbial bisa aja membasmi virus, tapi itupun ngga sebegitu efektifnya. B aja.
Yang efektifitasnya lumayan sebenernya adalah hand sanitizer yang kandungan alkoholnya di atas 60%, sukur2 sampe 70an. Sedangkan yang banyak dijual di pasaran itu paling kadar alkoholnya 30-50% doang, sisanya parfum. Jadi si virus sama bakteri geli-geli aja dan wangi. Kaga mati. Jangan kemakan iklan kalo ada hand sanitizer yang bisa mengalahkan 99,9 % kuman. Bacot aja itu. Mana ada. Cuci tangan ribet kayak persiapan operasi aja belum tentu bisa sampe 99,9%. Apalagi cuma pake sanitizer kecil mungil bau lavender gambar unicorn. Elah.
Kalo emang mau pake handrub yang praktis, beli di apotik yang buat sediaan di rumah sakit. Terus taro di wadah travel size.
Yang paling bener itu cuci tangan di air mengalir. Jadi daripada borong hand sanitizer mah mendingan borong sabun cuci tangan. Taro di wadah hand sanitizer. Di tempat-tempat umum udah banyak tersedia kran air.
Kemudian perkara masker.
Seminggu terkhir ini RS gue mengalami krisis masker, karena dari vendor distributornya stoknya lagi super menipis, harga juga super melangit. Tiap ruangan jadi dijatah pake maskernya, dan diutamakan buat ruangan operasi. Bahkan di UGD, kami harus swadaya patungan buat beli masker sendiri karna ngga cukup dari jatah RS.
Ya nurut ngana aja, di UGD juga infeksius. Kalo lagi jait terus keciprat darah, masa maskernya tetep dipake sampe pulang.
Makanya gue benciiiii banget sama orang-orang yang panic buying ngeborong masker, dan sama orang-orang yang naikin harga masker seharga nmax. Kesel. Gara-gara mereka, yang bener-bener butuh masker jadi ngga kebagian.
Emang yang butuh masker banget tuh siapa?
Yang sakit, dan petugas kesehatan.
Yes, you hear me right. Yang pake masker itu yang sakit.
Nih gue kasih ilustrasi.
Tadi gue bilang kalo COVID-19 itu penyebarannya via droplets kan ya. Bayangin kalo lo lagi di krl, satu gerbong pake masker, tapi yang sakit ngga pake masker. Terus dia bersin. Dropletsnya nempel di tubuh penumpang lain termasuk lo. Lalu droplets itu masuk ke tubuh lo melalui hidung atau mulut. Jengjeng, besoknya lo kena COVID-19.
Tapi coba kalo yang pake masker yang sakit, lo dan penumpang segerbong lainnya ngga pake. Pas si yang sakit ini bersin, dropletsnya ketahan di dalam masker. Lo dan penumpang lainnya terselamatkan dari sebaran droplets.
Sampe sini kebayang?
Tapi kan ngga semua orang sakit nyadar kalo dianya sakit. Kalo dia sakit tapi nggamau pake masker, gimana?
Memang idealnya semua pake masker, apalagi ada aja kan orang yang kalo ngomong doang gerimis, alias ludahnya muncrat-muncrat. Kita gatau dia ini udah bawa virus apa belum, yang jelas ada resiko dropletsnya dia masuk ke kita juga.
Namuuuuuun, sekarang ini kondisinya masker tuh langka, ges. Udah susah dicari, mahal pula. Jadi alangkah bijaknya, kalo sisa-sisa ketersediaan masker yang ada tuh diutamakan bagi yang membutuhkan dulu. Prioritasnya ke yang sakit sama yang menangani si sakit alias tenaga kesehatan. Ini buat kepentingan dan keselamatan sejuta umat juga kok. Dengan membiarkan pihak-pihak ini mendapat akses masker, kita bisa membantu mencegah penyebaran.
Oh iya, ada satu hal lagi.
Beneran deh, usahain ngga nyentuh muka (terutama mulut sama hidung) kalo belum cuci tangan. Karena tangan tuh rumah sejuta masalah banget. Kalo ada droplets nempel di tombol lift, terus kita pencet, terus abis mencet kita megang mulut atau ngupil, kelar. Langsung pindah kuman-kumannya.
Makanya ngga lucu banget sebenernya orang-orang sok affectionate dan sok gemes tiba-tiba nyolek pipi atau nyubit pipi uwu uwu gitu anjir jijique. Lo harusnya marah kalo pacar lo grepe-grepe pipi lo dalam keadaan belum cuci tangan. Percuma skinker jutaan tapi digrepe tangan pacar iyaiya aja. Udah mah beresiko jerawatan, beresiko kena virus pula. Hiii.
Jadi selain menghindari pegang muka sendiri atau menghindari orang pegang muka kita, tentu kita juga harus menyiasati agar sebisa mungkin tangan kita ngga bersentuhan langsung dengan barang-barang publik. Misal, latian buka-tutup pintu pake siku, neken tombol lift pake siko atau punggung tangan atau jari yang ngga dominan/ngga sering dipake.
Ketika berinteraksi sama orang asing (yang lo ngga kenal riwayat higienitasnya), usahain ngga ada kontak fisik. Sentuh punggung atau pundak atau pinggang aja kalo emang perlu banget menyentuh.
Basically, JUST STAY AWAY FROM HUMAN HAHAHAHA
ngga deng. Canda.
Jadi, apa yang harus dilakukan sekarang?
Lakukan pencegahan. Baca data. Berbagi info positif, jangan sebar ketakutan. Verifikasi kebenaran berita sebelum menyebarkan. Perbaiki jika ada kerabat yang sebar hoax.
Berdoa?
Terserah sih. Tapi kayanya nCoV nggapunya agama.
Astghfrllh ukhti.
Hehe. Nggapapa lho berdoa. Kalo beriman dan berdoa bisa membuat seseorang tersugesti tenang dan terjaga dari stress, maka berdoalah. Beribadahlah. Stress dan ketakutan berlebihan cuma bikin tubuh lo jadi makin lemah dan daya tahan tubuh menurun, ujung-ujungnya gampang terinfeksi. Jadi lakukan apapun yang menurut lo menenangkan pikiran dan menjauhkan lo dari stress; mau itu solat kek, nonton netflix kek, masak kek, tiktokan kek, nyembah dasi pramuka kek, silakan aja. Bebas.
Banyak banget virus mematikan di dunia ini. Tapi kalo cuma sekedar mati, lo diem di rumah ngga ngapa-ngapain juga bisa aja mati ketimpa lemari.
So, chill.
And keep being well-informed.
-
Berikut rujukan bacaan yang bisa kalian jadikan referensi:
ﻭ ﺃﺭﺑﻌﺔ ﺗﺠﻠﺐ ﺍﻟﺮﺯﻕ :
Empat hal yg menarik rezeki :
1) ﻗﻴﺎﻡ ﺍﻟﻠﻴﻞ
* Qiyamul Lail
2) ﻛﺜﺮﺓ ﺍﻻﺳﺘﻐﻔﺎﺭ ﺑﺎﻷﺳﺤﺎﺭ
* Banyak istighfar waktu 2/3 malam
3) ﺗﻌﺎﻫﺪ ﺍﻟﺼﺪﻗﺔ
* Biasa Bersedeqah
4) ﺍﻟﺬﻛﺮ ﺃﻭﻝ ﺍﻟﻨﻬﺎﺭ ﻭﺁﺧﺮﻩ
* Berdzikir waktu awal pagi dan petang
ﻭثلاثة ﺗﻤﻨﻊ ﺍﻟﺮﺯﻕ
Tiga hal yang menjauhkan rezeki :
1) ﻧﻮﻡ ﺍﻟﺼﺒﺢ
* Tidur waktu pagi
2) ﻗﻠﺔ ﺍﻟﺼﻼﺓ
* Sedikit sholat
3) ﺍﻟﻜﺴﻞ
* Malas
ﻛﻠﻤﺎ ﻫﻤﻤﺖ ﺑﻔﻌﻞ ﻣﻌﺼﻴﺔ ﺗﺬﻛﺮ ﺛﻼﺙ ﺁﻳﺎﺕ :
Setiap kali ingin membuat maksiat ingat
tiga ayat :
1-“ ﺃﻟﻢ ﻳﻌﻠﻢ ﺑﺄﻥ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺮﻯ ”
“Tidakkah dia mengetahui bahwa Allah
sedang melihat”
2-“ ﻭﻟﻤﻦ ﺧﺎﻑ ﻣﻘﺎﻡ ﺭﺑﻪ ﺟﻨﺘﺎﻥ ”
“Siapa yang takut kepada kedudukan
Tuhannya baginya dua syurga”
3-“ ﻭﻣﻦ ﻳﺘﻖ ﺍﻟﻠﻪ ﻳﺠﻌﻞ ﻟﻪ ﻣﺨﺮﺟﺂ “
“Siapa yang bertaqwa kepada Allah. Dia
jadikan baginya jalan penyelesaian”
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Guyon itu tidak dilarang, asal tidak mengandung dosa di dalamnya : tidak membohongi, tidak menyakiti, tidak membuat orang lain merasa terhina dan jangan berlebihan.
Untuk aku karna disisi keinginan kita ada keinginan Allah atas hidup kita, untuk apa berdoa?
Untuk meyakinkan hati yang ragu selain itu cara menempuh hidup terbaik adalah mengkerjasamakan antara keinginan Allah dan keinginan kita maka doa menjadi jembatan itusi kalo menurut aq hehe, karena yang turun dari langit ke bumi sudah menjadi harga mati, sedang yang naik dari bumi ke langit masih bisa di improvisasi asal dalam koridor syar'i, ciee ntap udah kaya gtu si kurleb aku uda ngabisa bucin kaya dulu yang bisa bikin paragraf mendayu dayu enaq dibaca nan syahdu
Salam kak @sendingfailed kang @rubahlicik
Keidean sama @sendingfailed buat bikin kumpulan jawaban pertanyaan dari buku "Book of question" nya Lala Bohang
Pengennya sih ketemu langsung trus jadi cem truth or dare gitu, tapi kayaknya bakal jadi wacana doang kalo nunggu ketemu.
Jadi dibikin ditumblr aja ya.
Cara berpartisipasinya gampang, tinggal tulis atau reblog postingan ini dengan tanggal lahir kalian.
Nanti pertanyaan dari Book of question bakal dikirim via PM sama @sendingfailed
Setelah dapet pertanyaan, kalian bisa bikin postingan dengan jawaban dari pertanyaan yang didapet dengan pake hashtag #journalofanswers dan mention aink ato @sendingfailed
Kumpulan dari jawaban kalian (kalo ada yang ikutan) nanti dipilih yang paling menarik (just in case saking banyak yang ikut ampe harus dipilih, optimis ajalah) direkap dan dibikin semacam journal yang dikasih ilustrasi biar cakep.
Ikutan yak biar rame!
*trus aink bikin ginian ga koordinasi dulu sama yang punya ide @sendingfailed
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Gue sudah cukup lama ingin menulis tentang ini, tapi takut banyak salah karena gue hanya punya sudut pandang sebagai pengguna dan pihak yang memfasilitasi pengguna. Namun makin hari jaga ugd, makin sering gue emosi menemukan pengguna-pengguna sotoy yang dikit-dikit ngegas dan playing victim. Jadi gue akan memberitahu beberapa hal dasar yang perlu diketahui, jikalau lo menggunakan bpjs, supaya lo ngga termasuk pengguna sotoy dan dikit-dikit ngegas.
Do correct me if i'm wrong.
First thing first, please do your research about BPJS; mulai dari sistemnya, kelas-kelasnya, dll. Terutama apasaja privilege yang lo punya di kelas yang lo ambil. Atau paling basic deh; pelajari apa itu asuransi kesehatan dan bagaimana mekanisme kerja dasarnya.
Gue pake bpjs, gue mau ke rs x, atau y suka-suka gue.
No. BPJS ada alurnya. Ngga ujug-ujug lo dateng ke rumah sakit mana aja semau lo, kecuali kasus lo emergency. Apa itu kriteria emergency? Nanti gue bahas. But please note it, BPJS itu menggunakan prinsip rujukan berjenjang. Jadi fasilitas kesehatan (faskes) di Indonesia dibagi beberapa tingkatan; ada faskes pertama, kedua, ketiga, sampe yang paling atas.
Faskes pertama biasanya berupa klinik atau puskesmas. Ketika lo daftar BPJS dan dapet kartunya, akan nampak tuh di kartunya, dimana faskes pertama lo. Biasanya disesuaikan dengan domisili KTP. Faskes pertama ini adalah tempat yang wajib lo datangi pertama kali ketika akan berobat. Di sana dokter akan periksa untuk menentukan kasus lo bisa diselesaikan di mereka atau perlu dirujuk ke faskes lebih tinggi atau ngga. Dokter akan langsung merujuk lo ke UGD kalau memang kasus lo gawat darurat dan fasilitas mereka belum cukup untuk menangani itu.
Jadi jangan heran kalo lo baru batuk pilek sehari ke UGD, terus dokter UGDnya akan menyuruh lo kembali ke faskes pertama. Karena kalo lo tetep ditangani di UGD dengan kasus lo yang ngga masuk kriteria emergency itu dan lo belum ke faskes pertama, BPJS ngga akan meng-cover itu. Lo akan disuruh bayar. Rugi kan lo.
Lo juga ngga akan bisa ujug-ujug ke poli dokter spesialis tanpa bawa rujukan dari faskes pertama dan minta pake BPJS. Jangan kesel kalo bagian pendaftaran akan menolak lo, ya karena prosedurnya begitu.
Lo juga ngga seharusnya dateng ke faskes pertama ujug-ujug minta rujukan aja. Ya dokter di faskes pertama akan asses lo dulu dong, bisa ngga tuh ditangani dia dengan segenap fasilitas di sana. Kalo ngga bisa, atau lo udah kunjungan kedua atau ketiga masih belum sembuh dan butuh pemeriksaan lebih lanjut, baru deh ntar dibuatin rujukan. Faskes pertama yang terlalu sering merujuk pasien bisa kena tegur dinkes juga lho.
Faskes kedua biasanya berupa rumah sakit tipe D atau tipe C. Dokter-dokternya lebih banyak dan ada dokter spesialis, tapi ngga ada sub spesialis biasanya. Cuma ya fasilitas masih terbatas juga. Jadi misalnya nanti dari faskes pertama lo dirujuk ke faskes kedua, lalu dari faskes kedua dirujuk lagi ke faskes ketiga, ya itu karena penyakit lo nya, bukan karena kitanya yang sengaja ngoper-ngoper. Faskes ketiga biasanya rumah sakit tipe B, dan fasilitasnya lebih baik dari tipe C tapi masih belum selengkap tipe A, sehingga lo masih mungkin dirujuk ke tipe A kalo penyakit lo ngga kelar di tipe B. Tipe A tuh rumah sakit besar yang kadang suka jadi rumah sakit pendidikan juga yang ada koass sama residen-nya. Kalo di Indonesia kayak RSCM atau RS Fatmawati gitu deh.
Ribet amat sih mau berobat doang dioper-oper terus??!! Kalo gitu kenapa ngga dari awal langsung ke tipe A aja??!!
Ya boleh aja silakan, tapi nggabisa pake BPJS.
BPJS tuh berusaha memfasilitasi lo agar bisa berobat di tempat terdekat dari domisili lo. Kalo rumah lo di pinggiran kota dan tipe A terdekat adalah 20 km dari rumah lo ya wassalam lo bisa mati duluan di jalan.
Misal, keluhan lo sakit perut.
Lo dateng tuh ke puskes. Sekali kunjungan, dibilang sakit maag. Ingat bahwa di puskes paling mentok cek lab darah rutin aja kan, ngga ada USG atau CT scan dll. Nggaperlu juga. Terus lo dikasih obat. Eh obatnya abis kok masih sakit, balik lagi tuh kunjungan kedua. Dapet obat lagi, terus enakan. Tapi kok kambuh lagi ya ngga lama kemudian. Akhirnya dari puskesnya lo dirujuk ke dokter penyakit dalam di RS tipe C. Udah deh tuh lo ke polinya. Berobatlah sekali, di USG dibilang luka di lambung aja. Ada infeksi sedikit. Yaudah ditangani.
Eh tapi kok sebulan sekali masih kambuh-kambuhan juga ya. Malah pake ada muntah dan tiap makan berasa begah. Akhirnya lo disarankan ke tipe B untuk pemeriksaan lebih lanjut dengan dokter khusus bagian saluran cerna, lalu dilakukan endoskopi, misalnya. Eh ternyata hasilnya ada massa ganas alias curiga tumor. Pas diperiksa ke lab, tumornya bahaya harus cepet diangkat. Tapi di tipe B ngga ada bedah khusus saluran cerna. Jadi dirujuklah ke tipe A. Baru di tipe A lo dioperasi dan sembuh. Kontrolnya? Bisa di di faskes pertama lagi atau minimal di tipe C.
Kenapa BPJS ngga memfasilitasi langsung ke tipe A aja biar cepet sembuh? Karena ngga semua orang dengan sakit perut pasti disebabkan oleh tumor. Kalo lo udah jauh-jauh ke tipe A, ternyata beneran cuma maag, ya akan banyak yang merugi. Lo rugi waktu, BPJS rugi ngebayarin lo, RS tipe A juga bakal numpuk pasien yang sebenernya bisa ditangani di tipe C atau bahkan puskes. Kasihan pasien kanker pro kemoterapi harus ngantri bareng lo yang cuma maag doang akibat sok diet.
Tapi gue udah sakit banget ini perut kayak mau mati, masa harus ke puskes dulu, kalo mati di puskes gimana hah??!!!
Gaes, ada yang namanya triase. Googling deh. Triase atau bahasa inggrisnya triage, adalah penentuan prioritas kasus kegawatan. Setiap dokter dibekali ilmu ini sejak sekolah. Triage itu ada tiga tentu saja; merah, kuning, dan hijau. Merah adalah gawat darurat yang lo harus banget ditangani segera atau lo akan mati dalam waktu dekat. Kuning adalah gawat tidak darurat, tidak mengancam nyawa tapi tetap butuh pertolongan. Hijau adalah tidak gawat dan tidak darurat seperti misalnya batuk pilek.
Contoh paling gampang misalnya ada tragedi kafe di-bom. Pasien triase merah adalah yang udah ngga sadar tapi masih ada denyut nadi dan napas. Pasien triase kuning adalah yang patah kaki tangan tapi masih sadar, pasien triase hijau adalah yang lecet-lecet doang.
Kenapa harus ada triase? Ya biar penanganan sesuatu sesuai prioritas. Sesuai sains. Sains ngga baper.
Sampe sini paham?
Ketika pasien ke puskes dan dokter puskesnya menemukan ada tanda-tanda triase merah atau kuning, tanpa tedeng aling-aling lo pasti akan dirujuk ke rs terdekat tanpa lo minta. Misal lo sakit perut, terus dokternya menemukan tanda-tanda gejala usus buntu, maka dokter akan merujuk lo ke ugd. Tapi kalo berdasarkan pemeriksaan ternyata sakit perut menstruasi, ya walaupun sakitnya menurut lo sampe mau mati, lo akan ditangani di puskes aja.
Okelah misalpun lo ngga percaya sama dokter puskes dan mau langsung ke RS. Silakan aja boleh langsung ke UGDnya juga nggapapa, tapi jangan marah dan ngamuk kalo pas lo diperiksa dokter di UGD RS dan lo dinyatakan pasien triase hijau lalu lo disuruh balik ke faskes pertama.
Jangan juga lo jadi marah dan ngamuk ketika lo triase hijau dan lo dilayani kesekian dibanding pasien lain yang dateng setelah lo. Ya masa lo dateng sakit perut haid, terus dateng lagi pasien anak keselek cilok mukanya udah biru karena saluran napasnya tersumbat terus dokter UGDnya lebih milih nanganin lo dulu.
Ck, emang ya pasien BPJS tuh dibeda-bedain sama pasien umum.
Lho ya emang beda. Paket asuransi kan beda-beda. Wajar gedungnya beda, lokasi pendaftarannya beda, sistemnya beda. Lo mau pake asuransi juga tiap merk bakal beda. Misal lo ikut open trip agen x, ya wajar dong kalo itinerary lo beda sama yang agen y. Tapi apakah pasien BPJS selalu mendapat pelayanan paling jelek dan ogah-ogahan? Eits, nanti dulu. Mari ngobrol dulu.
Gue akui sebagian besar obat-obatan BPJS adalah obat paling dasar dan generik. Bahkan kadang bikin dokter harus berpikir keras ngakalin biar pasien tetep bisa sembuh dengan segala keterbatasannya. Tapi perlu diapresiasi karena tim BPJS udah merumuskan terapi paling basic yang bisa digunakan untuk penanganan kasus penyakit. Indonesia udah belajar bikin sistem asuransi kesehatan aja udah bagus, masih babakbelur di sana sini ya namanya juga pemula, kalo ngga gitu kan ngga belajar. Setidaknya udah bisa menimbulkan awareness ke penduduk soal asuransi kan. Makanya dengan segala keterbatasan itu, tetep perlu bersyukur sih. Apalagi iuran BPJS semurah itu bahkan untuk kelas 1nya.
Giliran fee iuran dinaikin, lo lo juga yang berisik. Ini tuh yang bikin gue pengen nyinyir; udah bayar murah, minta eksekutif. Ngga tau diri.
Gue juga tau dan mengakui banget ada aja tenaga medis atau staf rs yang keliatan bengis dan ngga ramah ke pasien BPJS. Ya sebenernya ke pasien non BPJS juga mah ada aja, bangsat tuh bisa ada dimanapun dalam kasus apapun. Pada beberapa kesempatan juga gue bisa aja lebih jutek ke pasien BPJS dibanding ke non BPJS. Penyebabnya paling sering sih pasti karena capek. Kemungkinan lain karena sebel sama sistem BPJS yang bikin rumah sakit rentan rugi dan gaji ketunda bayar berbulan-bulan. Ada yang bisa handle isu ini dengan baik sehingga sikapnya tetap baik, ada juga yang nggabisa.
Tapi masalah sikap ini tentu di luar tanggung jawab BPJS. Yang BPJS sediakan kan layanan kesehatan dasar, yang sudah tentu ngga termasuk sikap dan perilaku tenaga medis dan stafnya. Gue ngga memaafkan kebengisan itu, tapi juga ngga terlalu mempermasalahkan, karena pada akhirnya tujuannya menyembuhkan penyakitnya kan? Fokus sama itu aja.
TAPI KAN PELAYANAN KESEHATAN HARUS ADIL DAN MERATA TANPA MEMANDANG BLABLABLABLA
Omemang begitu, baginda raja. Namun tidak sesederhana itu aplikasinya.
Misal, lo sakit kepala, dan BPJS kasih lo parasetamol, sedangkan kalo lo non BPJS lo dikasih obat Z yang isinya ada parasetamol dan obat tidur. Ya bisa aja abis minum obat Z tuh sakit kepala lo lebih cepet sembuh. Bukan karena lo dapet obat paten atau apalah, tapi karena abis itu lo bisa tidur. BPJS memberi pelayanan dasar yang tujuannya adalah sakit kepala lo sembuh. Udah gitu aja. Mau abis itu lo tidur atau makan wagyu, itu pilihan lo.
Atau misal kamar rawat inap. Lo pake non BPJS bisa dapet yang kayak di RS Pondok Indah, dengan city view dan luas kamar kayak hotel, ada air panas dan karpet bulu, bisa sambil nonton netflix. Tapi pake BPJS kelas 1 sekalipun kamarnya biasa aja, sempit dan ngga ada air panas. Ya BPJS kan ngasih pelayanan dasar, jadi fasilitas yang dikasih ya yang dasar. BPJS tau netflix ngga bikin usus buntu sembuh, jadi lebih baik menyediakan tiang infus dan bed saja daripada tv kabel.
Mau bilang adil dan ngga adil tuh takarannya apa? Gue, personally, sekeras mungkin berusaha tidak membeda-bedakan pelayanan ke pasien. Meskipun seringkali, gue lebih mudah hilang kesabaran menghadapi pasien BPJS dibanding non BPJS. Kadang gue pengen nyalahin iurannya yang kemurahan sehingga pasien ngelunjak dan take it for granted, tapi ya kasian juga ada pihak-pihak yang beneran butuh dan well-informed.
Makanya, sekali lagi, kenali asuransi yang lo akan gunakan, pelajari sistemnya, hak dan kewajiban penggunanya. Ikuti peraturannya. Kalo bayar iuran aja nunggak terus, diedukasi nggamau, tipe-tipe begini mending disnap thanos aja. Menuh-menuhin bumi.
Ya tapi kan gue tiap bulan bayar! Gue ini PNS!
Lah bodo amat. Lo pejabat Timbuktu juga bodo amat. Lo mau ngamuk, sana ngamuk sama yang bikin aturan. Lo pikir yang bayar lo doang? Asuransi lain atau yang pribadi juga bayar, bahkan lebih mahal dari lo. Lagipula pembayaran tuh yang ngurus bagian kasir. Bukan bagian pelayanan. Misalnya lo dateng ke UGD terus gue nulis diagnosis sesuai kondisi lo, lalu ternyata diagnosis tersebut pas di kasir ketauan kalo ngga tercover BPJS, mau apa lo? Ngamuk lagi?
BPJS tuh dipersulit, mana katanya mau bantu rakyat tapi kok disusahin. Ngantri aja lama.
Define 'dipersulit'. Kalo fotokopi berkas termasuk kriteria dipersulit, berarti hidup lo yang kegampangan.
BPJS itu mau mengedukasi lo juga tentang pentingnya menjaga kesehatan, ngga cuma individual tapi juga komunal. Dengan lo ke faskes satu dulu, lo bisa bantu puskesmas ngedata jumlah kasus penyakit, sehingga puskesmas bisa bikin promosi kesehatan dan tindakan preventif lainnya. Lo juga mempermudah orang lain yang benar-benar butuh ke tipe A atau tipe B, kalo lo patuh pada alur rujukan dan ngga numpuk di satu RS tertentu gitu. Setiap hal tentu ada aturannya masing-masing. Ya minimal kalo lo tau biaya berobat mahal dan bpjs ribet, lo jadi lebih ngejaga kesehatan diri sendiri.
Soal ngantri, iya gue akui kalo BPJS lama banget antriannya tuh. Di puskes aja bisa panjang banget apalagi di RS. Bisa pada dateng subuh buta buat ambil nomor antrian, kadang sampe pada nginep di rs atau nyewa calo buat ambilin nomor antrian. Kenapa? Ya karena penggunanya banyak. Gampang aja jawabnya.
Mau dapet antrian awal? Ya dateng lebih awal. Jangan mentang-mentang males ngantri terus lo ambil shortcut. Lo pake non BPJS juga ngantri kok. Lo liat aja tuh RS ibu dan anak yang beken di Kemang, yang ngantri seleb, berjam-jam juga sama aja.
Hidup tuh banyak prosedurnya, kenapa sih yang begini aja masih harus dijelasin.
Ada satu lagi perkara BPJS yang perlu lo tahu, yaitu apa yang bisa dan gabisa dicover BPJS. Biasanya kalo halnya mutlak, bagian administrasi udah ngabarin kok dari awal. Jadi lo ngga akan dijebak di akhir tiba-tiba disuruh bayar. Mau nanya atau googling sendiri juga boleh.
Kecelakaan lalu lintas, tidak dicover BPJS, kecuali ada surat keterangan dari kepolisian.
jadi kalo gue kecelakaan berdarah-darah harus ke polisi dulu??
Ya ngga. Lo bisa ke RS dulu utk ditangani, lalu pihak keluarga atau siapapun yang bisa, diharapkan sembari mengurus ke kepolisian. Dikasih waktu kok sama BPJSnya. Tapi tanpa surat keterangan itu, lo nggabisa pake BPJSnya.
Demikian juga halnya jika lo datang ke RS yang sama dengan diagnosis yang sama dalam 24 jam yang sama, kalau tidak salah juga tidak dicover.
Wadaw pegel juga ya menulis sepanjang ini. Udah ah gue mau nonton dulu.
Kalau ada yang mau ditanyakan, feel free to ask. Gue akan berusaha membantu menjawab atau mengarahkan lo ke sumber terpercaya.
Please be a well-informed user. Gue paham kalo lagi sakit atau keluarga yang sakit, kadang emosional sampe nggabisa berpikir waras dan bawaannya pengen ngegas. But please trust us, we're trying to do the best. Kalo lo merasa ada yang perlu dibenahi atau ada yang salah, do report it ke pihak berwenang dan biarkan ahlinya yang menginvestigasi. Ngga berarti lo BPJS dan lo iya-iya aja sama sistem dan pelayanan juga, mau lapor ya lapor aja gapapa kalo ada yang salah atau lo merasa dirugikan.
Percayalah, ngegas ke petugas kesehatan yang menangani ngga akan bikin si penyakit sembuh juga.
Minggu kemarin, waktu ngedadak belanja buat souveniran aink berkunjung (numpang parkir) ke salah satu petani langganan aink. Anaknya yang seumuran aink ternyata uda pulang dari Rawat inap di RS Advent. Si akang ini uda sekitsr 5 hari rawat inap karena Tipes,. Bukan lagi gejala tipes,.
Jadi, dua minggu sebelumnya ketika aink berkunjung doi lagi bedrest gitu, demam dan pusing kayak migrain gitu katanya. Setelah ngobrol-ngobrol sama ibunya (petani langganan aink) ternyata si akang kecapean, rumah di Cibiru, kerja di Tamblong, senin-sabtu trus hari minggunya jualan,..ga cuma itu si akang juga kurang dijaga makannya,.
Aink uda nawarin sih buat nganter ke klinik di lembang, tapi doinya sempet nolak,. Pengen obat warung aja cenah. Dua hari kemudian pas aink mampir kesana lagi si akang uda di rawat di rs lembang,. Positif tipes,.
Sayang banget,. Mungkin karena pengen cepet kerja lagi, si akang bersikukuh buat pulang dari rawat inap sebelum waktunya. Efeknya ya itu, akhirnya masuk igd rs Advent. Alhamdulillah kemaren pulang karena emang uda diijinin pulang dan cuma disuruh istirahat total lagi aja di rumah.
Meskipun aink lagi hectic tapi ngeliat si akang lagi istirahat di rumahnya ya aink nemenin ngobrol aja sekalian menjenguk gitu (meski ga bawa apa apa, hehe),. Trus bergulirlah obrolan tentang kerjaan,.
Jadi si akang ngeluh,. Kalo ternyata kerja dia di puskesmas (dia jadi ngurus keuangannya gitu) kayak over banget,. Jobdesc ga jelas dan beban kerja yang berat banget karena jadi satu satunya orang yang ngerti keuangan di tengah tenaga kesehatan.
Trus dia juga kayak menyesal, waktu dan tenaga habis buat kerja di tempat orang lain dan hanya berstatus pegawai. Senin sampai sabtu,. Trus minggu masih harus jualan juga buat nutup operasional keluarga,. Intinya cape dan reward yang di dapat dari tempat kerjanya ga sepadan.
Yaa, menurut aink sih gaji emang ga bisa disepadan kan sama kesehatan fisik dan mental. Aink bukannya anti kerja jadi pegawai, tapi anti sama kerjaan yang ga bisa ngasih ketenangan hati. Psikis mahal coy! Berapa banyak orang diluaran sana yang spend sebagian gaji ke psikiater,. Jadi nyari duit di tempat kerja, dapet stress dari tempat kerja trus make sebagian gaji dari tempat kerja buat healing psikis.
Yaaa aink ngerti, hidup butuh uang. Aink juga ngerasain kok sebagai orang yang pendapatannya ga jelas sesekali aink ga punya uang ampe keluarga susah makan, beda sama pegawai yang gajinya pasti ada tiap bulan.
Ini sih yang aink konsulin ke istri dulu,. Kalo aink pengen kerjaan yang meskipun cape at least hati tenang. Dan emang susah,. Nyari kerjaan bagus dengan gaji tinggi dan lingkungan kerja yang bikin tenang jiwa. Terkadang kita harus milih buat ngelepas salah satu. Dan si akang ini lebih milih gaji, meski kerjaannya nguras fisik dan mental.
Bilangnya nyesel kalo uda gini, ketika sakit dan ga bisa ngapa-ngapain kerjaannya tetep numpuk dan perusahaan kan juga cuek – cuek aja (what can you expect lagian, perusahaan kewajibannya kan buat ngasih gaji aja, eh iya ga sih?)
Obrolan ditutup dengan,
“Waktu dan kesehatan (fisik/mental) ga sebanding sama uang,.”
*SELAMAT TAHUN BARU JAWA dan HIJRIYYAH* PUKUL 17:07 Tanggal 31-08-2019, sudah masuk 1 Suro 1953 atau 1 Muharram 1441 Hijriyyah yang jberdasar penanggalan Masehi 1 September 2019. Tanggal 1 Suro tahun ini jatuh pada HARI Minggu PASARAN Wage, WINDU Sengara, LAMBANG Kulawu, TAHUN Wawu, WUKU Kuruwelut, MANGSA Katiga. Kalender Jawa sangat rinci ya. Dan, semua yang disebut itu ada artinya. Juga punya nilai filosofi. Setiap kali merayakan Suro, orang Jawa lantas "membuat" Candra Sengkala, semacam prediksi kondisi yang akan terjadi hingga 1 Suro tahun depan. Prediksi kondisi hari ini hingga setahun ke depan digambarkan sebagai atau seperti ANGIN. Angin yang seperti apa, hanya orang yang ahli kalender Jawa yang bisa menjelaskan. Kalender Jawa ada sejak Pangeran Ajie Saka menciptakan Huruf Jawa Ha Na Ca Ra Ka/Sha Ta Sa Wa La/Pa Dha Ja Ya Nya/Na Ga Ba Tha Nga. Tidak banyak bangsa yang punya bahasa dan tulisannya. Contohnya Amerika Serikat. Penduduk negeri Paman Sam menggunakan bahasa dan tulisannya bangsa Inggris. Tetapi negara China, Jepang, Thailand dan India punya bahasa dan huruf tulisannya. Jadi, seharusnya bangsa Indonesia, khususnya suku Jawa, harus bangga karena punya bahasa dan huruf Jawa. Tapi Jawa di sini tidak berarti Suku. Karena arti Jawa adalah _pangerten_ (penuh pengertian). Kurang lebih artinya penuh toleransi. Itu sebabnya ada istilah _Ora Jawa_ Sebutan ini diberikan untuk orang yang tidak punya unggah-ungguh, tidak punya adab, suka berbuat semaunya sendiri. Ki W. Dwidjowinoto, dosen Unipa PGRI Surabaya dalam makalah berjudul "Bulan, Tahun, Windu, Hari dan Pasaran Jawa" yang dia uraikan Sabtu (31/8/2019) malam pada acara perayaan menyambut 1 Suro 1953 Jawa menyatakan, Prabu Ajie Saka dari Majethi (sekarang disebut Pulau Bawean, masuk wilayah Kabupaten Gresik -Jawa Timur) menyeberang ke Pulau Jawa. Ini karena raja yang berkuasa saat itu amatlah kejam. Menyebabkan rakyat hidup sengsara. Nama raja yang bengis itu adalah Dewata Cengkar. Ternyata keris Ajie Saka tertinggal. Itu sebabnya dia minta dua pengawalnya kembali ke Pulau Bawean. Kedua pengawal ternyata berebut untuk memiliki keris itu. Keduanya mati karena saling tusuk dengan keris Ajie Saka. Dengan bersenjatakan selendang, Prabu Ajie Saka mengalahkan Dewata Cengkar. Penduduk Jawa menyebut Ajie Saka _Suro_ yang artinya berani. Sedangkan "puisi" Ha Na Ca Ra Ka berikut tulisannya adalah ucapan Ajie Saka isinya adalah gambaran kalau kedua utusannya berbuat tidak amanah. Hasilnya keduanya sama-sama menang tetapi juga sama-sama menjadi _bathang_ (bangkai). Untuk menandai pengangkatan Ajie Saka menjadi Raja di Medhang Kamulan itulah awal mula Tahun Saka atau Tahun Jawa. Tahun Saka masih digunakan di Bali hingga kini. Setelah masuknya agama Islam, Raja Sultan Agung menyesuaikan atau menyelaraskan Kalender Jawa dengan Kalender Jawa. Itu terjadi pada tahun Saka 1555. Caranya dengan mengubah sejumlah nama bulan. Setelah Suro ada bulan Sapar yang sebelumnya bernama Wacana (Arab=Saffar), Mulud yang sebelumnya Wijangga (Maulud), Rejeb yang sebelumnya Wilapa untuk nama bulan ke 7 (Rajjab) dan Besar yang sebelumnya Wilapa, untuk nama bulan ke 12 (Dulhijjah). Itu sebabnya ada perayaan 1 Suro dan ada pula perayaan 1 Muharram. Di Tahun 2019 ini 1 Suro 1953 JAWA dan 1 Muharram 1441 HIJRIYYAH. Pembeda Kalender Jawa dan Arab adalah nama Tahun, Windu, Hari dan Pasaran. Bahkan, Kalender Jawa masih dilengkapi _Pranata Mangsa_ Mangsa KASA (23 Juni-2 Agustus), Mangsa KARO (3-25 Agustus, Mangsa KATIGA/KATELU (26 Agustus-18 September), Mangsa KAPAT (19 September-13 Oktober), Mangsa KALIMA (14 Oktober-9 November), Mangsa KANEM (10 November-22 Desember), Mangsa KAPITU (23 Desember-3 Februari), Mangsa KAWOLU (4 Februari-1 Maret), Mangsa KASANGA (2-26 Maret), Mangsa KADASA (27 Maret-19 April), Mangsa DHESTA (20 April-12 Mei) dan Mangsa SADHA (13 Mei-22 Juni). _Pranata Mangsa_ tidak hanya menjadi pedoman musim orang bertani, melainkan bisa dijadikan sebagai petunjuk sifat dan tabiat seseorang. Itu sebabnya _Pranata Mangsa_ juga jadi pedoman perjodohan, di samping mendasarkan pada Hari dan Pasaran lahir seseorang. Tujuannya semata-mata agar perjodohan bisa langgeng hingga _kaken_ dan _ninen_. Sampai pasangan itu jadi kakek dan nenek. Selamat merayakan Tahun Baru 1 Suro 1953 JAWA dan 1 Muharram 1441 HIJRIYYAH. Salam Sukses untuk bangsa Indonesia. 👍🏼🙏❤🇮🇩🇮🇩🇮🇩❤🙏👍🏼
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Selain “dilarang dalam agama” “kalo hamil gimana” dan “ lo ngga takut kena penyakit” yang bikin tida boleh ena ena sebelum nikah tu apasih? Tolong beri pencerahan please…
Beri pencerahan ye, jangan ceramah panjang lebar ngatain aku perempuan tida baiq 🙄🙄🙄
1. Sesuai consent kedua belah pihak dalam keadaan sama-sama sadar
2. Dilakukan secara aman dan sehat secara kesehatan
3. Sama-sama tau resiko yang mungkin terjadi sehingga siap buat tanggung jawab apapun kemungkinannya
4. Ngga mengglorifikasi seks itu sendiri. Maksudnya, ngga menganggap seks adalah segalanya sampe menganggap lebih penting di atas apapun lalu gagap prioritas, ngga merasa keperawanan adalah segalanya sampe merasa ngga berharga lagi begitu udah melakukan hubungan seksual, bahkan, kalo bisa, berlatih utk berpikiran bahwa ketertarikan seksual ngga selalu linier sama ketertarikan romansa; which means orang bisa mau ngewe sama lo tapi ngga mau nikah sama lo atau nggamau jadi pacar lo.
Poin nomor 4 tentatif aja sih. 3 poin utama yang lebih penting.
Kalo menurut aink nih ya,
Selain “dilarang dalam agama” “kalo hamil gimana” dan “ lo ngga takut kena penyakit”
sebaiknya ga ngelakuin Premarital sex justru untuk mengglorifikasi Sex itu sendiri (kebalikan sama pendapat Amy),. Buat aink pribadi yang uda nge-sex, hubungan fisik yang paling bikin deket sama partner ya Sex. Ada arti lebih gitu ketika pemuasan kebutuhan lahiriah bisa linier sama pemenuhan ketenangan batin.
tanya deh, sama orang yang uda berkeluarga. Sex ngasi ketenangan batin ga? buat yang hubungan keluarganya alhamdulillah dikasih Sakinah didalamnya, sex tuh bisa jadi semacam terapi batin. Tapi aink ga tau juga sih sama keluarga yang sakinahnya kurang hingga sex aja bisa jadi cuma sekedar kewajiban istri dan tuntutan reproduksi.
Aink juga mengglorifikasi sex karena aink merasa lebih tinggi derajatnya (sorry to say ya monkey dkk) dari anggota kingdom animalia lainnya. Buat mereka ya ngesex ya sekedar ketertarikan seksual aja, alami dan kodratnya. Kalo buat manusia ya engga (pendapat aink di paragraf sebelumnya).
Jadi,… aink sih mikir kalo premarital sex ‘dibiasakan’ takutnya ya orang-orang bisa ngesex sama siapa aja,. bebas banget,.
eh si itu cakep, diajakin ngesex juga mau, trus ngesex dengan consent kedua pihak,. lain hari ketemu yang oke juga trus ngesex lagi,.. sex ganti-ganti partner mungkin banget terjadi karena ga ada ikatan apa pun,. seseorang bisa lupa sama siapa aja dia ngesex dan uda berapa kali ngelakuinnya.
dan ketika sex uda jadi biasa banget,. Sex ga akan ngasi nilai lebih dari sekedar pemuasan kebutuhan fisik (which is bisa lebih dari itu).
Apa bedanya nanti ngesexnya manusia dan ngesexnya hewan? meskipun kalo ga dilarang dan sama sekali ga ada resiko, aink ga sependapat sama yang nganggep sex cuma buat kebutuhan seksual lahiriah aja.
Apa bedanya nanti antara ngesex dan naik ojek online? selama uda deal jarak dan harga kan kita langsung naek aja. Coba bayangin di suatu masa ketika premarital sex adalah biasa, bisa ga kita inget uda ngesex sama siapa aja? dan uda berapa kali ngesex,.
sama kayak kalo ditanya uda berapa kali naik ojek online dan ditanya siapa aja driver yang pernah ditumpangi,.. Bakal bisa Inget ga??
Pendapat aink kayak gitu, semoga tida terkesan menghakimi. Ini cuma bayangan aink aja kalo premarital sex dianggap biasa aja,
Akhlak dan moral yang baik sudah bukan lagi ukuran. Yang terbaik bukan lagi perihal siapa yang paling baik akhlaknya, melainkan siapa yang paling begundal perilakunya.
Dengan dalih mengikuti kata hati dan menjadi diri sendiri, ditabraknya norma-norma agama, dimusuhinya orang-orang yang menyeru kepada agama. Munafik, katanya.
Hujan tak akan turun kepada orang-orang ini, para begundal yang menyembunyikan hawa nafsu di balik kata hati.
Jika kamu adalah begundal itu, jangan 'senang' dulu tatkala nanti hujan masih mengguyurmu, karena bisa jadi makhluk yang ingin Dia hujani bukan kamu, melainkan seekor anjing di pinggir jalan yang hampir mati kehausan.