Secara umum, peran seorang wanita bisa dibagi ke dalam 4 kelompok, yaitu perannya sebagai Diri Pribadi, Diri Sosial, Istri dan Ibu. Setujukah?
Di instatory akun instagram saya (@medisyifaa) td siang, saya bikin tebak-tebakan tentang mana dari keempat peran tersebut yang paling banyak diabadikan di dalam Al Qur'an.
Dan vote paling banyak jatuh kepada peran sebagai Ibu, sebanyak 10 suara dr -sejauh ini- 14 DM yang masuk (btw makasih yaaa buat yg udh vote đ). Lalu, benarkah peran sbg Ibu yg paling byk?
Pd kenyataannya, Ust. Budi Azhari Lc. telah mengkaji dg seksama ttg ini dan mndapatkan fakta bahwa di Al Qur'an wanita paling banyak diabadikan kisahnya dlm konteks perannya sebagai ISTRI. Setelah itu urutannya adalah sebagai Ibu, Pribadi, dan Sosial.
Apa pentingnya tau urutan tersebut?
Karena ternyata urutan tersebut memberi hikmah pada kita tentang apa peran dominan seorang perempuan, sampai perlu Allah âajarkanâ paling banyak di ayat-Nya.
Lalu, ada yg bingung gak (ky sy dulu đ) knp Istri, bukannya Ibu?
Karena sesungguhnya, jika wanita melakukan perannya sbg istri dgn maksimal sesuai syariat, maka hal itu akan sangat membantu dalam menjalani perannya sebagai Ibu.
⢠âSUAMIMU ADALAH SURGAMU ATAU NERAKAMUâ
Ridha seorg suami adalah salah satu kunci utama ridha Allah bagi seorang istri. Dan ridha Allah mutlak menjadi hal yg benar-benar penting dalam mendidik anak. Karena mndidik anak itu, gak bisa hanya berbekal kecerdasan atau pengalaman saja. Kita harus sering-sering âmenyerahkanâ anak ke Allah.
Suami yg ridha juga akan mengakibatkan 2 hal di dalam kehidupan rumah tangga,
Rumah yg berkah, akan menjadikan rumah tersebut bagai syurga bagi penghuninya. Orang-orang akan betah tinggal didalamnya. Dan betah di rumah, sebenarnya adalah suatu konsep awal Parenting Nubuwwah. Banyak suami dan atau anak yang ketika sudah diluar, berat untuk pulang. âNgapain pulang? Pusing. Banyak masalahâ. Ini menunjukkan bahwa ia tidak betah di rumah, ia tidak menemukan âsyurganyaâ di rumah. Gimana mau mendidik atau membangun keluarga jannati yes kalau buat msk ke rumah aja susah?
2) Suami ikut bahagia di rumah
Orang yang bahagia itu, âgak ada capeknyaâ. Ketika suami bahagia di rumah, meski ia pulang dalam keadaan lelah secara fisik, tapi ia akan tetap ridha-legowo untuk turut berperan dalam mendidik anak ataupun membantu pekerjaan istrinya.
Dalam pendidikan anak, seringkali ada sesuatu yg tidak kita ajarkan namun tertanamkan. Hal ini karena anak-anak yang senantiasa melihat dan mendengarkan, lalu kemudian menirunya. Interaksi kedua orgtua yg baik, akan menjadikan lebih mudah dalam mendidik anak, terutama terkait pembelajaran tentang kehidupannya setelah menikah kelak sesuai dengan fitrahnya.
Ada seorang suami yg tidak dalam posisi fitrah Qawammah (pemimpin), selaluuuuu bilang âterserah Mamaâ terhadap segala hal yang terjadi, meletakkan posisi penentu keputusan pada oranglain. Kemudian beristrikan seorang wanita yg tidak dalam posisi fitrah Shalihah (taat), dalam kesehariannya menjadi terlalu mendominasi. Pasangan ini, jika punya anak, besar kemungkinan anak lelakinya akan tumbuh menjadi lelaki lemah, dan jika anaknya wanita, akan tumbuh menjadi âfir'aunâ junior.
Dan jika anak-anak ini saat besar di luar bertemu dgn anak lainnya dengan didikan yang serupa lalu menikah, maka anak lelaki tersebut akan jadi kepala rumah tangga yang lemah, tidak Qawammah. Dan yang wanita akan jadu istri yg juga tidak pada posisi Shalihah.
Terus dan teruuuss begitu.. menjadi apa yang di sebut âlingkaran setanâ. Maka hal seperti ini harus di putus. Suami qawwammah dan Istri yg taat, anak-anak akan melihat. Dan ini adalah salah satu keteladanan awal. Boleh marah pada suami, boleh tidak sependapat, namun jangan pernah menjatuhkan posisi Ayah dimata anak-anak. Begitupun sebaliknya.
So.. urusan mendidik harus diawali dengan posisi sebagai Istri yang baik. Selesaikan dulu urusan kita dengan suami, lakukan peran sebagai Istri sesuai panduan syariat, maka peran sebagai Ibu insyaAllah akan lebih dimudahkan.
Dan perlu diingat agar 2 peran terbesar (Istri dan Ibu), jangan sampai TERGESER (bukan berarti ini gak boleh diurusin ya) prioritasnya dengan 2 peran terkecil (Pribadi dan Sosial), karena bisa berdampak ke rusaknya generasi, akibat wanita lebih sibuk mengurusi pribadi dan sosialnya.
Eh terus, Istri yg baik sesuai syariat itu yg spt apa? InsyaAllah next yah kl ada kesempatan :) .
Disarikan dr Kajian Ustadz Budi Ashari, Lc. Berjudul âIbu - Teladan Terbaik Bagi Anakâ. (link video di profile)