Chasing the lights in Lofoten
ronald_soethje
untitled
Xuebing Du
Noah Kahan
Misplaced Lens Cap

oozey mess
cherry valley forever
★

Mike Driver

Love Begins

blake kathryn
Game of Thrones Daily
🩵 avery cochrane 🩵

NASA

tannertan36
taylor price
Interview Vampire Daily

seen from United States
seen from T1
seen from Lithuania

seen from Canada

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States
seen from France
seen from United States
seen from Djibouti

seen from United States

seen from United States
seen from Pakistan
seen from United States
seen from Russia
seen from United States

seen from Türkiye
@senandiika
Chasing the lights in Lofoten
ronald_soethje

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Am I Left Behind?
Ada sebuah penyakit, saya tidak tahu nama resminya. Tapi kita namakan saja “Sindrom Ketinggalan Balapan”.
Indikasinya begini:
• Kamu sedang belajar atau meniti karir, tapi have no idea kamu mau jadi seperti apa di ujungnya nanti.
• Kamu ngeliat figur-figur hebat di bidang kamu. Di satu sisi kamu jadi bersemangat, di sisi lain kamu jadi overwhelmed karena ngerasa banyak banget hal yang mesti kamu pelajari untuk berada pada posisi seperti mereka.
• Efek lainnya juga, mungkin kamu jadi ngerasa ketinggalan, atau bahkan ngerasa udah salah jalan selama ini.
• Lalu kamu ngerasa tahun-tahun yang sudah kamu lalui kamu habiskan begitu saja, agak sia-sia. Kesal dan menyesal rasanya.
• Terlebih, kalau figur yang kamu lihat adalah teman sebaya kamu. Ada yang udah sampai di sana, ada yang udah jadi ini, ada yang sudah menghasilkan itu. Rasanya pengen mencet tombol restart hidup–andai saja ada.
Apa yang mesti dipikirkan-dilakukan dalam kondisi begitu?
Penanganan pertama: “Ingat, hakikat yang paling hakiki tentang hidup, bahwa kita semua akan mati, lalu semua cita-cita, pencapaian, karir–betapapun cemerlangnya, akan berakhir. Tutup buku. Apa yang penting adalah amal yang kita niatkan, persembahkan, untuk Sang Pencipta.
Penganan kedua: “Ingat, semua orang berproses. Semua yang ada di puncak pernah mendaki dari bawah. Jika kita masih di bawah, santai aja. Panik tidak akan membuat kita tiba-tiba berada di puncak. Tenang. Terus bejalan, selangkah demi selangkah. Lakukan sekecil apapun upaya kamu untuk menjadi versi lebih baik dari diri kamu, setiap hari, setiap waktu.”
Penanganan ketiga: “Ingat, hidup bukan balapan. Yang lebih dahulu menjadi hebat tidak membuatnya superior secara permanen dibanding kita; suatu saat kita bisa melampauinya. Terlebih, yang di mata kita sudah hebat, barangkali payah dan berantakan dalam sekian aspek–yang mungkin kita baik di sana. Kasih sayang keluarga, pertemanan yang berkualitas, ibadah yang khusyu’–banyak sekali hal yang matters dalam hidup yang tidak perlu syarat untuk memilikinya.
Oke, sementara segitu dulu.
Tarik nafaaas, hembuskan. Ayo kita jalan lagi, selangkah demi selangkah.
It does not matter how slowly you go as long as you do not stop.
Confucius
Bismillah.
Hidup dan persoalan cinta ini sebenarnya tidak rumit. Kalau kata Pramoedya, “Hidup sungguh sangat sederhana. Yang hebat-hebat hanya tafsirannya.” Sementara soal cinta, Aşık Veysel bilang, “Sesungguhnya tidak banyak yang bisa kuberikan padamu. Ada teh, kalau kamu mau minum. Ada aku, kalau kamu mau mencintai. Ada jalan, kalau kamu mau pergi.” Kadang memang kita yang membuatnya jadi tak sederhana.
~ Antoine de Saint-Exupéry
Ya Allah, lelah sekali berharap sama manusia..

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
I feel trappped. Doing the same thing everyday. Go to the same place everyday. Where i lived suddely become so small. And how i miss doing something bigger than this. Something more than this. I think i just, bored
"Tidaklah baik hidup yang murni dan mulia dikurung di terungku karena hanya semata-mata memikirkan seorang perempuan, seakan-akan hanya itulah perempuan di dunia ini"
"Tenaga mudamu, darahmu yang masih panas, kepalamu yang masih sanggup bertempur dengan peri kehidupan telah dan dirusakbinasakan oleh perempuan itu. Jangan mau Guru! Guru mesti tegak kembali. Langkahkan kaki ke medan perjuangan, yang selalu minta tentara, yang selalu kekurangan serdadu"
"Lihat anak-anak muda zaman sekarang, yang menangis tersedu-sedu meminta belas kasihan perempuan, mau dia berkorban, sengsara, hina, hanyalah mencari apa yang disebut orang cinta. Salah persangkaan yang demikian, hai Guru Muda. Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat"
Muluk, Tenggelamnya Kapal Van der Wijck
Cinta itu membelenggu atau membebaskan?
Terkadang tuhan mengejutkan kita dengan cara yang tidak kita sangka.
Disaat keluh kesah dunia datang perihal jodoh yang tidak kunjung terlihat hilalnya, saya memohon kepada tuhan untuk menunjukkan jawaban atas pertanyaan saya, apa kesendirian ada karena kurang baiknya diri atau justru cara Tuhan menjaga dari sesuatu yang belum saatnya.
Saya percaya Tuhan tidak pernah mengecewakan umatnya, maka seusai berdoa, secara random saya memulai usaha pencarian atas pertanyaan saya.
Lalu ketika membuka tumblr, tulisan pertama yang muncul justru berhubungan dengan yang saya pikirkan. Mungkin dengan tidak gamblang menjawab apa yang saya resahkan, namun berhasil membuka pikiran saya. Dalam tulisan itu intinya ia meminta banyak kriteria perihal jodoh, hingga pada suatu ketika doa nya berubah menjadi "apa yang baik menurut agamanya semoga didekatkan, dan berikanlah ia kekuatan dimanapun ia berada". Belajar dari kisah orang lain, pelan-pelan menyadarkan saya akan niat saya memiliki pasangan sangat duniawi dan klise. Lantas pelan-pelan diperbikilah niatnya; Apa tujuan kita memiliki pasangan. Kebaikan apa yang bisa kita dapatkan dan kita berikan. Dsb.
Kemudian membuka akun youtube salah seorang public figure, dimana proses pernikahan beliau pun cukup menginspirasi. Dalam vidio pernikahan mereka terdapat dialog dari sang pria yang mengatakan bahwa wanita ini adalah wanita yang cantik, lemah lembut, penyayang, dan memiliki pegangan agama yang teguh tapi bahkan hal itu belum cukup meyakinkan pria tersebut bahwa wanita itulah orangnya, dan bahwa keyakinan yang ia cari haruslah datang dari Allah. Dan dari sisi wanita ia mengatakan bahwa di saat ia ikhlas, Allah justru mempertemukan dengan pria yang menjadi impiannya. Proses pengenalan yang terbilang singkat, namun mampu menghadirkan keyakinan di hati masing-masing umatnya.
Dari situ saya belajar bahwa semuanya sudah Allah atur sedemikian rupa, waktu, tempat, dan orangnya. Sisa bagaimana upaya, doa, dan ikhlas yang harus terus kita jaga. Semoga dipertemukan dengan cara-cara terbaik, terbaik menurut skenario-Nya.
#1
Introvert GARIS KERAS. observer, agak sulit basa basi, agak sulit terbuka sama orang lain, dan biasanya bukan "pembuka diskusi". sejauh ini lebih sering mendengarkan daripada berbicara. secara dorongan cukup... baik, tapi di konteks tertentu menjadi sangat malas, perlu diperintah alias tidak inisiatif, tapi tertarik pada isu masyarakat sekitar, dan cukup concern meskipun dorongan untuk bertindak cenderung minim. agak sulit mengelola penyaluran energi pada hal yang produktif, tetapi punya keinginan berprestasi yang cukup oke, dan striving for the VERY BEST alias perfeksionis yang agak maladaptif. tampak mudah tergugah secara emosional dan meregulasi secara adaptif dalam jangka waktu yang lama. seringkali coping tidak efektif tetapi masih memiliki dorongan untuk mencari cara yang lain. tidak ekspresif secara emosional, cenderung memendam, dan apabila ada suatu hal terjadi di lingkungan emosinya cenderung kena tapi nggak yang sampe terserap. cenderung mengandalkan kemampuan berpikir ketika menghadapi masalah, pokoknya logika nomor satu, perasaan belakangan, oleh karena itu pada beberapa kesempatan tampak seperti orang yang task oriented padahal lagi kerja sama orang, bukan sama mesin. karena perasaan "belakangan" munculnya jadi orang yang kurang peka sama perasaan orang lain. baru nyadar kalo udah lama melihat ekspresi orang dan berinteraksi dan cukup kenal. bukan orang yang bisa nge-pukpuk-in orang karena sekalinya mengedepankan perasaan akan sangat merasa aneh seperti "what's wrong with me?". nggak suka jadi pusat perhatian, tetapi cukup mampu menjalin relasi dengan orang lain, tapi levelnya mediocre alias biasa aja alias nggak sampe deep banget. bisa menjalin relasi yang deep tetapi butuh waktu bertahun-tahun lamanya sampai merasa bener bener nyaman untuk cuma menanggapi seadanya dan sebisanya tanpa harus merasa bersalah karena khawatir tanggapannya kurang "proper". agak sulit untuk menolak karena cenderung melakukan penilaian yang kurang tepat terhadap lingkungan, meski sebenarnya tahu betul apa yang harus dilakukan. kadang penilaiannya jadi kurang atau berlebihan, sehingga responnya juga kadang ngga tepat sasaran dalam arti kurang atau berlebihan. kurang yang bikin kerja 2x, berlebihan yang akhirnya nyusahin orang karena mereka yang jadi sulit catch sama kita.
udah kan? semua aspek psikologis ada kan? oke.
#2
things that make me happy? apa ya?
kayaknya beli buku adalah hal yang bikin aku happy sih. kayak beli buku tuh suatu hal yang.. bikin.. puas dan seneng. meskipun akhirnya bukunya ditumpuk aja jadi to be read. terus.. ngedengerin orang cerita soal progress self-development-nya dia, itu juga bikin aku seneng. mungkin bukan ke seneng yang "yeaay!" gitu, tapi ke yang lega, ikut ngerasain betapa ringan langkah orang itu setelah dia berhasil melepaskan diri dari jerat-jerat relasi toksik. sebenernya perasaan itu muncul semenjak aku lebih banyak terpapar sama klien. kalo klien berhasil develop, itu senengnya MasyaAllah :') kayak achievement tuh bukan cuma academic atau career aja, tapi emotional juga. OH dan seneng juga kalo misalnya berhasil membuat klien terinsight, bukan cuma kognitif tapi juga afektif alias nyampe ke perasaannya dia. habis konseling aku jungkir balik dan makan dengan tenang :) dan.. ngeliat anak-anakku nct dream & 127 yang ricuh rusuh bertengkar berdebat tapi tetep ketawa-ketawa. gila, betapa kangennya aku punya circle yang bisa diajak ngobrol tentang hal-hal receh, bukan soal teori atau diskusi klien.
aku suka keributan anak-anak ini.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Penantian kadang tidak kita sadari
Menyimpan perasaan seperti menyimpan batu dalam hati
Seolah aku telah mengenalmu begitu lama
Bagimu aku tak pernah jadi rumah
Hanya persinggahan bila hatimu lelah disana
Aku tak ingin menjadi persinggahan
Aku tak ingin jadi bayang bayang
Aku ingin nyata
Namun kau tidak
Why do people so in love everyday 😒
Why i cant be ☹️
10 kali nonton friendzone thailand 10x juga ikut menangisnya.
I miss our late nite talking, i miss seeing city lights with you, i miss our karaoke car, i miss having someone who i can talk anything with 😔
Tidak semua hal berjalan sesuai dengan keinginan kita. Maka mintalah hati di lapangkan. Yakini bahwa Tuhan sebaik-baik perencana. Seperti dalam firman-Nya :
“Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” -QS. Al-Baqarah Ayat 216

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
It is said that before you start looking for your soulmate you need to find yourself, but after you find yourself you don't need to look for them. You will be able to "recognize" your soulmate, because you are aware of your own needs, priorities, perspectives and desires. And a soulmate is not someone who completes you. Too many are looking for "another half" without realizing they are already complete. In reality, a soulmate is someone with whom you can share your whole being — all sides of you; someone to open your completeness to without the fear of not being understood.
Tinggal
Ada beragam jejak yang tertinggal dari mereka yang pernah tinggal. Seperti harum ketenangan dari sebungkus kopi yang belum diseduh. Tumpukan kaus kaki kotor yang selalu terbengkalai. Dan tanaman yang masih tegak berdiri walaupun berhari-hari belum disiram.
Aku bisa melihatnya. Melihat lengkungan senyum bahagia Ayah di setiap tegukan kopi yang dibuatnya sendiri. Ia akan selalu menuangkan kopi itu dari cangkir ke piring kecil lalu menyesapnya penuh nikmat.
Aku masih bisa mendengarnya. Suaranya yang terkekeh-kekeh setiap kali ia absen mencuci tumpukan kaus kakinya. Semua itu dilengkapi dengan bau tak sedap yang menguar ke seisi rumah lengkap dan sebaris kalimat yang kerap diucapkannya. “Coba saja kalau kaus kaki itu bisa mencuci diri mereka sendiri, pasti semuanya akan lebih mudah.”
Dan tanaman itu, aku tak tahu apa namanya. Ayah pernah bilang, tanaman itu adalah obat kangennya padaku. Ia membelinya sehari setelah aku diterima kuliah di Jogja. “Biar ada yang bisa diurusin dan diajak ngobrol,” begitu katanya.
Ah, Ayah…ketika orang-orang pergi dari rumah ini, hanya ia yang bersikeras tinggal. Rumah ini adalah adikaryanya yang pertama sebelum aku. Ia membangunnya dengan bahan baku istimewa. Keringatnya sendiri. Rumah ini rampung tepat dua minggu sebelum ia melamar Ibu. Orang paling terakhir yang ia harapkan mampu menjaga rumah ini, namun justru jadi orang pertama yang meninggalkannya.
Ayah selalu tinggal dan tak pernah ingin meninggalkan siapapun. Bahkan setiap ia bertengkar dengan Ibu dan Ibu membentaknya untuk keluar dari kamar, ia tetap tinggal dan memeluk Ibu. Membelai Ibu yang terus terisak hingga lelap tertidur. Lalu keesokan harinya Ibu akan ceria kembali seolah tak pernah terjadi apa-apa.
Ayah tetap tinggal saat Ibu divonis mengidap penyakit kronis. Ia tidak pergi ke kantor berhari-hari hingga selamanya. Saat itu aku bertanya, “Bukankah itu artinya Ayah meninggalkan pekerjaan Ayah?”
Dengan santainya ia menjawab, “Kalau Ayah keluar dari pekerjaan Ayah, pasti secepatnya akan ada orang yang menggantikan Ayah. Tapi bagi Ibumu, Ayah cuma satu-satunya.”
Hanya sebulan setelah itu, Ibu kembali sehat. Berkat cinta Ayah dan diagnosis ulang yang lebih akurat. Ternyata selama sebulan kemarin kami semua hidup dalam kekhawatiran hanya karena dokter Ibu sebelumnya salah mendiagnosis.
Ayah yang sudah kadung keluar dari pekerjaannya berusaha merintis wirausaha. Ia melakukannya dengan senang hati walau harus dicerca Ibu setiap hari. Sementara itu, aku berusaha mendukung Ayah walau uang jajanku harus dipotong.
Hanya setahun Ibu bertahan, ia memutuskan untuk pergi meninggalkan Ayah. Aku marah setengah mati pada Ayah yang merelakan Ibu pergi. Katanya, kali ini ia ingin berhenti saling menyakiti. Satu kata yang aku ingat benar malam itu, “Tolong kamu jangan berhenti sayang sama ibumu, ya.”
Aku lemah lumpuh dalam pelukan Ayah. Kami ngopi berdua sepanjang malam. Beberapa cangkir tandas dihabiskannya tanpa senyum. Aku yang tak kuat menahan kantuk pergi tidur lebih awal. Dari balik pintu kamar yang sedikit terbuka, kulihat punggung Ayah bergetar. Ia menyesap kopi ditemani suara lagu dari piringan hitam. Lagu yang pernah dinyanyikan teman-teman SMAnya di hari pernikahannya.
Dua tahun setelahnya aku lulus SMA. Pagi-pagi sekali, Ayah membangunkanku untuk mengecek pengumuman ujian masuk universitas di internet. Dengan gaya mengetik 11 jarinya ia memasukkan nomor ujianku lalu melejit gembira ketika tahu aku diterima di sebuah kampus di Jogja. Sementara aku hanya menangis tersedu sambil memeluk kakinya.
“Bukankah itu berarti aku akan segera meninggalkan Ayah?”
Ayah hanya menjawab,”Ayah selalu tunggu kamu pulang.”
Aku berjanji untuk pulang setiap akhir pekan di setiap awal bulan. Namun janji itu tak pernah terlaksana mengingat aku selalu disibukkan dengan urusan kuliah dan rapat organisasi di sana-sini.
Kini akhirnya aku pulang. Bukan di akhir pekan. Bukan pula di awal bulan. Tetapi di hari kematian Ayah.
Sulit dipercaya bahwa orang yang bersikeras ingin tinggal kini harus rela meninggalkan.
Kini kusesap kopi hangat favorit Ayah langsung dari piring kecil. Samar tercium bau tak sedap dari tumpukan kaus kaki kotor Ayah. Sengaja tak buru-buru kucuci, aku ingin membiarkan aroma lelaki cinta pertamaku itu tetap lekat dalam ingatan.
Kusiram tanaman obat kangen Ayah padaku yang kini jadi obat kangenku pada Ayah. Ah, begini rasanya ditinggalkan. Aku ingin menangis sejadi-jadinya tapi kemudian merasa tak pantas.
Dibanding aku, Ayah pasti jauh lebih paham rasanya ditinggalkan.