Setiap ada masalah banyak orang yang kita mintai pendapat selalu mengatakan kita untuk bersabar. "Terima aja sih, sabar aja." Tapi kita tidak pernah diberi tahu cara bersabar itu yang seperti apa.
Kita hanya diminta untuk menerimanya tanpa alasan. Tapi masalahnya ini sulit sekali untuk dilakukan."Sabar ya sabar aja tanpa tapi." Padahal di dalam diri kita sedang marah, kita sedang kecewa, kita sedang merasa tidak baik-baik saja dengan kondisi tersebut.
Ketika kita marah sulit untuk tiba-tiba menerima bahwa kita harus sabar. Berkali-kali akupun mencoba melalukan ini, tapi memang sangat sulit. Aku kemudian merenung bertanya ke dalam diriku sendiri.
"Kenapa aku harus marah? Kenapa aku harus menyalahkan keadaan? Memangnya dengan aku marah aku bisa mengubah keadaan yang sudah terjadi?."
Semakin mengerucut pertanyaanku semakin aku merasa sedikit lebih baik. Untuk bisa bersabar ternyata aku cuma perlu lebih banyak menyadari keadaanya.
Sekarang setiap kali aku menemui hal yang membuatku tidak nyaman, setiap aku merasa marah, aku selalu bertanya kepada diriku sendiri."Kenapa aku harus merasa terganggu?" Pertaanyaan ini membuatku lebih menyadari."Ya, untuk apa? Aku tidak perlu merasa terganggu oleh apapun."
"Orang-orang boleh membuatku tidak nyaman, orang-orang boleh tidak menyukaiku, dan itu memang bukan kehendakku. Siapapun yang membenciku, itu ada di dalam kendalinya sendiri, itu haknyya".
Aku hanya punya kendali atas diriku sendiri untuk menanggapinya dengan cara yang biasa-biasa saja. Tidak perlu siapapun, dan semua hal harus seperti yang aku inginkan.
"Ya, mulai sekarang aku tidak akan merasa terganggu."