Kenapa kita mudah menyerah daripada berserah?
Kenapa kau lebih mudah menyerah atas beberapa upaya besar yang gagal; harapan yang tidak jadi nyata; dan mimpi-mimpi yang mustahil terwujud.
Kenapa kau lebih memilih membesarkan rasa takut, daripada meluaskan baik sangka. Lalu menjatuhkan diri ke dalam lubang gelap bernama menyerah itu. Kau lebih memilih menyendiri dan berbalik arah—daripada berlari dan berserah pada Allah.
Ketika jalan itu buntu, cahaya harapan padam dan mimpi itu seakan sukar di jangkau...mengapa kau lebih memilih menyerah daripada berserah?
Padahal, Allah adalah Tuhan kita yang Maha kuasa, penulis takdir terbaik dan sebaik-baiknya penolong. Tetapi kau lebih sering mengandalkan diri sendiri daripada memohon pertolongan pada Allah.
Jalan yang buntu itu, tidak selamanya akan tertutup.
Langit yang gelap itu, tidak selamanya akan gulita.
Dalam kesempitan, ada keimanan yang di uji.
Dalam kegelapan, ada kesabaran yang di tempa.
Dan dalam segala kesulitan, selalu ada pengingat besar yang berharga.. bahwa kita ini hanyalah seorang hamba yang berjalan di atas garis takdir-Nya dan kita sungguh tidak berdaya tanpa kekuatan dari-Nya. Jangan menyerah ya!
Sepucuk harapan, 16 Juni 2025 17.21 wita

















