"Di kehidupan selanjutnya..."
Di kehidupan selanjutnya, aku ingin kita bertemu lagi, bukan sebagai takdir yang berdiri di dua jalan berbeda, tetapi sebagai dua jiwa yang saling berpaut tanpa jarak, tanpa kehilangan, tanpa jeda.
Di kehidupan selanjutnya, aku akan mengejarmu berulang kali, hingga lelah tak lagi punya makna, hingga seluruh dunia menyerah 'tuk mematahkan kita. Aku akan menjelma badai, menghancurkan setiap penghalang yang berdiri, atau menjadi ombak yang tak pernah jera mencium tepian pasir tempatmu berada.
Di kehidupan selanjutnya, aku akan belajar berkata "tidak" pada semesta, jika itu berarti menahanmu tetap tinggal di dekapku. Aku akan menolak setiap perpisahan yang datang mengetuk, menepis jarak yang mencoba bertamu, menyangkal logika dan hukum apa pun yang melarang aku mencintaimu.
Di kehidupan selanjutnya, aku ingin menjadi akhir dari perjalanan hatimu. Tak peduli siapa yang menjadi awalnya atau berapa banyak nama yang pernah singgah di noktah kisahmu. Yang kupinta hanyalah satu: jadilah rumah yang kutuju saat senja rebah di langit, dan izinkan aku menjadi alasan kau percaya bahwa cinta bukan sekadar pertemuan, tapi perjalanan yang diciptakan oleh dua hati yang memilih untuk tinggal.
















