Cerita kita berawal dari sini…
Disaat arah sudah tak tentu kemana, patuh mengikuti arah takdir adalah yang terbaik gumam hati ini. Kau dan aku saling menanti, hingga terbit saatnya, segala kebimbangan kini telah terlihat rongga keluarnya.
Dimulai di ruangan kecil itu, tempat menyembah dan bersujud untuk mengadukan segala resah dan keinginan. Ku mulai melihat kehadiranmu. Sikap dan parasmu di hari hari itu cukup membuatku menginginkanmu. Tak ada tegur sapa, tak ada sentuhan raga, namun cukup dalam doa namamu yang kupinta. Kini benar-benar kutemukan apa yang ku cari. Tanpa Nya, tiada daya dan upaya yang dapat terjadi
Kau yang mengobati rasa raguku, dan ku yakin atas izin Tuhan yang maha kuasa membuat raga dan hati ini terus maju. Kuberanikan diri menyapamu, berkenalan denganmu, hingga mengungkapkan tujuanku kepadamu dan orangtuamu. Senyum malu-malumu, dengan suara lembutmu akhirnya kau terima lamaranku.
Nantinya tudung pengantin putih menyarungkan dirimu untukku. Ku datang bermahar seperangkat alat ibadah. Cahaya sunnah menerangi ruang ijab qabul. Kujabat erat tangan ayahmu untuk mempersuntingmu. Indah surga terlukis di wajahmu bersamaku.
Aku dan kamu jelas merasa bahagia. Aku, kamu, bahkan seluruhnya menantikan hari itu tiba. Dua insan yang saling mengucap janji suci dalam ikatan yang sah. Penuh harap serta untaian doa saling berucap kebahagiaan yang sakinah, mawadah, wa rahmah. Kamu yang Allah titipkan untukku, kan kujaga seumur hidupku.