"Ma, kunci mobilku dimana ya?"
"Ma, jam tanganku dimana ya?"
"Ma, kacamataku taruh dimana ya?"
"Tidak ada Ma, sudah Papa cari tidak ada"
Seorang wanita menemukan barang yang dicari suaminya di samping laptopnya.
"Ini lho Pa, ada disini ini lho"
"Memang harus kamu yang cari biar cepet ketemu. Kalau sama aku barang-barang selalu ngumpet" usil Hendra
"Dasar kamu ya. Udah cepat berangkat, keburu Aksara nunggu lama di sekolahnya nanti merujuk minta ini itu"
"Siap Sayangku. Papa pergi. Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam" sang istri mencium tangan Hendra
Hendra pun bergegas menuju sekolah Aksara. Sesampai di sekolah dan menemukan putri tercintanya, langsung dipeluklah sang anak.
"Papaaaaaaaa....Papa lama sekali, Aksara udah nunggu lama lho" keluh Aksara
"Maafkan Papa ya anak Papa yang paling cantik. Yok kita pulang, Mama udah masakin makanan kesukaan Aksara, mie goreng dan nugget ayam kan" bujuk Hendra sambil mencium Aksara
Saat menuju mobil, dia disapa oleh seorang wanita yang tak lain adalah Mama dari Jeni, teman sekolah Aksara
"Halo Hendra, gimana kabarnya? masih inget aku kan? Halo Aksara, Jeni sering banget ceritain kamu ke Tante lho, kapan kapan main kerumah Tante ya" sapa wanita itu kepada Hendra dan Aksara
"Hmmm Candra bukan ya? Oh, Long time no see. Alhamdulillah Aku sehat. Anakmu juga sekolah disini ternyata?"
"Iya ini. Syukurlah kalau keluargamu sehat-sehat" jawab Candra
"Papa kapan kapan boleh ya main ke rumah Jeni" pinta Aksara kepada Hendra
"Siap putriku" jawab Hendra dengan pose tangan ala tentara yang lapor kepada komandannya
"Oke Candra, saya pamit duluan ya"
"Oke Hendra. hati-hati dijalan"
Hendra dan Aksara pun masuk mobil dan melajukan mobilnya ke arah Toko Kue untuk mengambil kue ulang tahun yang sudah dipesan beberapa hari sebelumnya. Sesampainya dirumah, Hendra memberikan surprise kepada sang istri.
"Selamat ulang tahun Mamaku tercinta" Aksara memeluk sang mama
"Selamat ulang tahun istriku tercinta, barakallah fii umrik" diciumlah kening sang istri
"Terima kasih Papa dan Aksara" ucap istri Hendra sambil memeluk Hendra dan Aksara
Mereka bertiga melakukan selebrasi dan tak lupa berfoto bersama. Tiup lilin dan potong kue.
"Kue nya cantik sekali, sayang kalau di potong yaa. Ini pasti pilihan Aksara. Tau aja Mama suka coklat" cubit hidung manja sang istri kepada Aksara
"Hehe tau aja Mama, ayo Ma, Aksara sudah ingin makan kue. Lapar"
Sang istri pun memotong kue warna coklat dihiasi dengan buah strawberry diatasnya dan bertuliskan "Happy Birthday Nisa (Istri dan Mama terhebat)"
------------------------------------------------------------------------------
8 tahun yang lalu Hendra memilih dan memutuskan untuk tidak menyetujui permintaan dari Mama dan Papa Candra. Terjadi adu mulut dan pertiakian yang sengit antara Hendra dan Papanya saat itu. Hendra bersikukuh untuk tetap melanjutkan keinginannya sebagai penulis dan creator komik. Mama Hendra membantu menengahi antara Hendra dan sang suami yang sama sama keras kepala. Singkat cerita, Hendra pun meneruskan perjalanan karirnya hingga sampai pada titik dimana dia bisa mapan secara finansial dan Papanya pun juga sudah berdamai.
2 tahun kemudian, Hendra mendapatkan kabar bahwa Nisa sudah kembali ke Tanah Air dan mengetahui bahwa ia belum memiliki pasangan. Dengan kekuatan tekad dan kesiapan yang sudah dia siapkan sejak berpisah dengan Nisa, Hendra tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Didatangilah rumah Nisa, dan meminta restu dari Mama dan Papa Nisa. Setelah mendapatkan restu dari kedua orang tua masing-masing, berlangsunglah pernikahan Nisa dan Hendra yang cukup sederhana namun penuh makna. Setelah menikah, Nisa dan Hendra mendapatkan karunia seorang putri yang cantik jelita yang lahir tepat 2 tahun pernikahan mereka yang diberi nama Aksara Firda Widhiani.