...dan pada akhirnya, kalimat paling menenangkan adalah : "Ya Allah, hamba kembalikan segala urusan hamba kepada-Mu dan hamba percaya sepenuhnya kepada-Mu. Hanya Engkau sebaik-baik sumber kekuatan dan sebaik-baik tempat bersandar."

@theartofmadeline
h

gracie abrams
Lint Roller? I Barely Know Her
d e v o n

Discoholic 🪩
The Bowery Presents
Not today Justin


izzy's playlists!

❣ Chile in a Photography ❣

Jar Jar Binks Fan Club

Andulka
Sweet Seals For You, Always
noise dept.

oozey mess
occasionally subtle

ellievsbear
Noah Kahan
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States
seen from Colombia
@echeveria17
...dan pada akhirnya, kalimat paling menenangkan adalah : "Ya Allah, hamba kembalikan segala urusan hamba kepada-Mu dan hamba percaya sepenuhnya kepada-Mu. Hanya Engkau sebaik-baik sumber kekuatan dan sebaik-baik tempat bersandar."

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Untuk setiap rencana yang patah di tengah jalan, dan untuk setiap impian yang terpaksa harus kamu kubur dalam-dalam.
Gagal bukan berarti kamu selesai. Itu hanya sebuah tanda mati yang memintamu berbelok ke arah jalan yang baru.
Hari esok tidak pernah berwajah sama dengan hari ini. Selama detak dadamu belum berhenti, kesempatan untuk memulai kembali akan selalu mekar dengan warna yang baru.
Kamu tidak kalah, kamu hanya sedang bersiap untuk melompat lebih tinggi.
Menangislah jika itu meringankan, tapi jangan biarkan kecewa mengunci langkahmu selamanya.
Dalam psikologi hubungan, lawan dari cinta itu bukan benci atau kemarahan, melainkan apatis (tidak peduli lagi).✍️🏻
Aku Juga Mau.
Allah ku,
Tolong hadiahkan aku seporsi kemenangan seperti yang Engkau hadiahkan juga pada orang-orang.
Aku juga mau ya Allah, mau merasakan kemenangan itu, kemenangan dalam segala hal yang aku mau.
.......
Kalau hari ini kamu diremehkan orang lain, jangan buru-buru ikut meremehkan dirimu sendiri.
Pendapat mereka bukan ukuran nilai dirimu. Kadang orang hanya melihat posisimu hari ini, bukan perjuanganmu, prosesmu, atau potensi yang sedang kamu bangun.
Tetap belajar. Tetap bertumbuh.
Suatu hari nanti, biarkan hasil yang berbicara. Bukan amarah, bukan pembuktian yang dipaksakan.
Dan kalau pun penghargaan itu tak pernah datang dari mereka, semoga kamu tetap bangga karena tidak menyerah pada mimpimu.
Pelan-pelan saja. Kamu tidak terlambat. Kamu sedang berproses.
Dan siapa pun yang nantinya berjalan bersamamu seharusnya menjadi bagian dari hidupmu, bukan penentu nilai hidupmu.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Akhirnya, Kita Kehilangan Seseorang.
Sekurang-kurangnya, kita pasti memiliki seseorang yang kita percayai dia benar menyayangi kita, bagaimana pun situasi dan adanya kita, meski pada akhirnya takdirlah yang berbicara.
Hari ini, aku merasa hilang percaya. Setelah jalan cerita terhenti, aku melihat tubuh lain membelakangi ragaku. Bagaimana bisa aku disangka baik-baik saja menjalani hidup tanpa hadirnya? Dianggap tetap melanjutkan hidup tanpa rasa bersalah, dikatakan masih saja bersinar saat cahayanya meredup dan mulai lemah dalam menjalani hidup.
Apakah dia mengerti tentang hari-hariku yang sebenarnya?
Aku di sini tertatih membenahi hati, berusaha tegar saat ternyata harus melepas semua harapan, berusaha tetap berdiri sendiri saat membutuhkan uluran tangan, berusaha tenang hanya dengan mendoakan dan menatap dari kejauhan.
Siapa bilang aku tidak terluka? Siapa bilang aku senantiasa bercahaya? Sering sekali aku menepi di sudut-sudut ruang hanya untuk menangisi ingatan tentang kita yang hadir secara tak sengaja di sela-sela aktivitas harianku. Aku berusaha melanjutkan perjalanan di tengah porak porandanya perasaan, serta kebiasaan lama yang telah dibangun.
Tidak ada yang tahu tentang keadaan rapuhku, mereka hanya tahu gelak tawa setelah dipaksa mengikhlaskan seseorang. Aku hanya berusaha menerima ini sebagai jalan takdir, serta menepis setiap ingatan yang mampir. Lalu setelahnya, aku menjalani kembali kehidupan seperti biasa; yang kubalut dengan wajah ceria, sambil sesekali mengobati luka yang masih ada.
Aku tidak selalu baik-baik saja.
deep empathic resonance—sebuah kondisi di mana radar emosionalmu bekerja sangat kuat, hingga kamu bisa menangkap luka tersembunyi seseorang hanya dari cara dia diam atau menikmati sesuatu. Namun sayangnya, ironi terbesar dari sebuah hubungan adalah:
Kita bisa menjadi orang yang paling berniat baik sedunia, tetapi kita tetap tidak punya kendali atas bagaimana orang tersebut memilih untuk memperlakukan kita kembali.✍️🏻
ternyata salah satu bentuk selflove juga ialah dengan tidak membiarkan diri sendiri berada dalam kegelisahan dan ketidakjelasan terlalu lama hanya karena kita terlalu takut untuk kehilangan dan melepaskan seseorang.
seperti yang dibilang mas @kurniawangunadi
"jangan biarkan keputusan hidup kita disetir oleh seseorang yang posisinya bahkan masih (atau hanya) orang lain dalam hidup."
Teknik bisa dipelajari. Software bisa dikuasai. Tetapi tekad yang tak pernah padam dan keyakinan yang tak goyah meski belum pernah melakukannya sebelumnya, itulah harta karun berharga yang sesungguhnya.
Yes o che!
Seni Melepaskan Tanpa Harus Marah
(Menata Hati — Part 3)
Daun yang jatuh itu gak pernah protes sama angin. Dia mengalir mengikuti arah dengan tenang, sampai akhirnya mendarat manis di tempatnya sendiri di atas tanah.
Begitu pula drama kehidupan kita.
Nggak semua hal di dunia ini harus kita pertahankan mati-matian sampai semua otot ketarik, dan nggak semua jalan yang berliku harus kita lawan pakai emosi yang meledak-ledak.
Kadang, ruang batin kita justru baru bisa merasakan adem dan damai yang sesungguhnya saat kita mulai belajar menurunkan ego: menerima kenyataan, merelakan yang pergi, dan percaya kalau setiap skenario perjalanan kita sudah punya titik finish-nya masing-masing.
Langkah elegan ini sinkron banget sama prinsip dasar tawakkal. Kita yang diajak buat sadar kalau tugas kita itu cuma berusaha, sisanya biar Allah yang pegang kendali penuh atas hasilnya. Kalau kata orang-orang yang jernih hatinya, "Taruhlah dunia itu di tanganmu, jangan di hatimu." Biar kalau sewaktu-waktu angin takdir berembus kencang dan mengambilnya, hati kita nggak ikut rontok.
Sederhananya: hidup kita bakal jauh lebih hemat energi kalau kita berhenti jadi sutradara dadakan yang maksa mengubah takdir orang lain atau keadaan, padahal kapasitas kita cuma sebatas pemeran utama di panggung-Nya.
Mari kita shutdown dulu semua kegaduhan di kepala.
Semoga hari ini hati kita dibuat lebih tenang, pikiran yang seharian lelah dipaksa mikir keras perlahan dilembutkan oleh-Nya, dan segala teka-teki hidup yang belum bisa kita pahami hari ini, diajarkan untuk kita terima dengan lapang dada dan ikhlas.
Yuk, matikan sejenak notifikasi HP, kurangi overthinking, perbanyak bersyukur!

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kamu tidak jahat.
Kamu hanya pernah menaruh hati di tempat yang salah. Memberi perhatian tanpa batas, pada mereka yang tak pernah belajar menghargai ketulusan.
Kamu memilih memahami, saat orang lain memilih menyakiti. Kamu memilih bertahan, saat orang lain dengan mudah meninggalkan.
Lalu ketika lelah itu datang, jangan salahkan dirimu. Bukan karena kebaikanmu yang keliru, melainkan karena kebaikan itu jatuh pada hati yang tidak memiliki empati.
Tetaplah menjadi baik, namun belajarlah memberi batas. Sebab tidak semua orang pantas menerima seluruh ketulusanmu.
Dan ingatlah, hati yang lembut bukanlah kelemahan. Ia hanya perlu ditempatkan pada orang-orang yang juga tahu cara menjaga dan menghargainya.
Elegi Puing yang Ranum
Aku berdiri di bumi yang sama, di mana seluruh harapanku berantakan menjadi serpihan tajam. Cinta yang dulu kukira dermaga, ternyata hanyalah arus liar yang menyeretku ke tengah samudra sepi, sebuah palung tanpa dasar, tempat waktu membeku dan air mata kehilangan artinya.
Sakit ini bukan lagi sekadar rasa; ia telah menjadi detak nadi yang baru. Menerima kenyataan bahwa kita telah menjadi 'asing' adalah meminum racun yang paling lambat. Gila rasanya, sebab di antara sisa-sisa kehancuran ini, jemariku yang berdarah masih meraba-raba udara, mencoba merajut kembali benang-benang asmara yang telah kau gunting paksa. Aku ingin pulang kepadamu, namun pintu yang kulihat kini menjelma dinding batu. Keberanianku mati pucat oleh satu ketakutan yang paling purba: bagaimana jika di dadamu, namaku sudah lama membusuk dan digantikan yang baru?
Kau tidak pernah mengerti. Kau melangkah pergi dengan seringai ringan, seolah seluruh remuk redam di dadaku hanyalah sepihak pertunjukan hiburan bagimu. Kau hancurkan istana yang kita bangun dengan air mata dan peluh, lalu membiarkanku tertimbun di bawah reruntuhannya.
Kini, di dalam rongga dada yang lowong, tumbuh sebatang pohon berduri bernama dendam. Hasrat ini bergejolak, menghasut warasku untuk membalas setiap mili rasa sakit yang kau tanam. Haruskah kusuapi engkau dengan racun penolakan yang sama? Haruskah kubuat matamu basah oleh nanah kecewa agar dahaga keadilanku terbayar tuntas?
Namun, melihatmu hancur pun tak akan membuat puing-puing di dadaku kembali utuh. Kau sudah cukup sukses menjadi badai. Kau hancurkan semuanya, tanpa sisa, meninggalkan aku yang harus belajar bernapas di dalam abu.
~ Bandung, pada sebuah senja
Nemu quoest baper lagi:
😑
"ngeliat dia ngelanjutin hidupnya tanpa menoleh ke arahku sedikit saja, rasanya malu kalo masi kangen sama kenangannya."
Teman seperjuangan yang tak pura pura sukses.
Di antara deretan teman seperjuangan, ada satu yang tak pernah bercerita soal seminar, tak pernah unggah sertifikat pelatihan gratisan, dan tak sibuk memberi motivasi pagi dengan kutipan dari buku yang tak pernah ia baca.
Ia tak berpura-pura jadi CEO di bisnis yang bahkan belum punya pelanggan. Tak menuliskan "Alhamdulillah, tak menyangka" setiap habis makan siang di kafe coworking space.
Ia hanya bekerja. Ya, bekerja.
Tanpa perlu mengabari dunia bahwa ia sedang berproses. Tanpa perlu menyebut setiap kegagalan sebagai "pembelajaran luar biasa".
Ia hanya diam, menambal lubang hidupnya pelan-pelan, tanpa sound effect dari media sosial.
Sementara teman-teman lain, sibuk saling mencolek di dunia maya, mengundang satu sama lain dalam seminar yang mereka sendiri tak pahami, berteriak soal sukses dari atas panggung yang mereka dirikan sendiri.
“Perjuangan itu proses,” katanya bukan postingan.
“Kesuksesan itu senyap,” bukan headline yang dibayar pakai barter kopi gratis dan kursi lipat.
Ia tak memakai kata-kata seperti "naik kelas", "mentoring", atau "healing". Ia lebih percaya pada kata "menabung", "menyusun ulang", dan "tidur cukup".
Lalu ketika yang lain sibuk menciptakan personal branding, ia justru memilih memperbaiki personal reality.
Dan saat dunia bertanya, mengapa ia tak pernah muncul dalam daftar inspiratif, ia hanya tertawa kecil, seperti tahu bahwa yang paling berhasil tak pernah butuh pengakuan dari yang paling bising.
--lartikriyadisworld--

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Ada tangisan yang tidak keluar sebagai air mata. Ia hanya menjadi sesak di dada, senyap di belakang sejambak bunga, sambil berpura-pura kuat agar orang lain tidak nampak betapa dia masih merindui mamanya.
Pernah nggak, kamu masih ingat kesalahan memalukan yang terjadi bertahun-tahun lalu, tapi sulit mengingat puluhan hal baik yang pernah kamu capai?
Itu bukan karena hidupmu dipenuhi kegagalan. Otak manusia memang cenderung memberi perhatian lebih besar pada pengalaman negatif daripada pengalaman positif. Dalam psikologi, fenomena ini dikenal sebagai negativity bias.
Dari sudut pandang evolusi, otak lebih fokus pada ancaman karena itu membantu manusia bertahan hidup. Nenek moyang kita yang mengingat bahaya memiliki peluang hidup lebih besar daripada yang hanya mengingat hal-hal menyenangkan.
Akibatnya, satu komentar buruk bisa terasa lebih membekas daripada sepuluh pujian. Satu kegagalan bisa menutupi banyak keberhasilan. Bahkan sering kali kita mengingat satu momen memalukan seolah semua orang masih memikirkannya, padahal kemungkinan besar mereka sudah lama lupa.
Karena itu, jangan jadikan apa yang paling sering kamu ingat sebagai ukuran hidupmu. Otakmu dirancang untuk menyimpan luka lebih kuat daripada tepuk tangan. Bukan karena pencapaianmu sedikit, tetapi karena begitulah cara otak bekerja.
Written by Aftansa