Days go by.
. . . . Menjalani dan menikmati romantisnya hidup.
. . . . Sore ini, ditengah kesibukan nunggu jemputan. Makan takoyaki di pinggir jalan, melihat orang berlalu lalang, berpasang pasangan, jarang ada yang sendirian (kecuali aku).
. . . . Mencoba memaknai kesendirian, berdansa dengan irama jam, dan sedikit ketukan dari wajan wajan penggorengan yang dalam riuhnya ada nasi goreng yang dinanti pemiliknya.
. . . . dengan ragu, namun urung terjadi. Ku mau beli pancong balap ½ matang itu, tapi takut gemuk kalau dimakan 1 jam sebelum tidur ini.
. . . . Akhirnya ku cukupkan dengan 8 butir takoyaki yang ada ditangan. dan sembari tersenyum dalam kesenangan. Ketika ada mainan jatuh dijalan tempat pedagang tako memasak, yang dalam beberapa menit ditinggalkan karena adonannya habis tak bersisa.
. . . . ku bertanya dalam diam, kenapa mainan itu selalu ada dan terpajang? apa ada kisah dibaliknya? bagaimana jika tidak ku ambilkan hari ini? apakah pemiliknya merasa kehilangan?
. . . . Setiap tulisan, ada pembacanya. dan setiap adegan ada cerita dibaliknya.
Romantis bukan?
.
bukan!













