Duduk Sendiri
disini aku termenung memandangi jalanan, membentang di bawahku. tidak sedikit kendaraan roda 2 itu terhentak lubang di tengah jalan yang hadirnya sudah entah dari kapan. tidak sedikit kendaraan yang memiliki atap itu menyalip dari sisi kiri kendaraan roda 2 yang akan menyebrang jalan.
kusaksikan sepasang manusia yang sedang mengejar kebutuhan, saling bercengkrama sambil menuntaskan tanggung jawab mereka. di atasnya berhiaskan lampu gemerlap yang dirangkai dengan seutas tali. terlihat hangat, karena sinarnya menyerupai mentari. seperti bulan, karena ia hadir di kelamnya malam.
di kepala ini, riuh berlalu lalang entah apa yang ada disana. jari inipun sibuk menari di atas huruf-huruf entah apa yang ingin dituangkan. begitu banyak inginnnya, hingga kusut tak bersisa. entah dimana ujungnya..














