Semalam aku memimpikanmu. Setelah perpisahan kemarin, kamu hadir di bunga tidurku memenuhi imajinasiku akan perasaanmu padaku. Aku bermimpi melihatmu menangis, tersedu sembari menyatakan cinta padaku. Tapi tidak ada kata kembali yang kau tawarkan. Mungkin memang aku hanya ingin mendengarmu mengatakan cinta. Sesuatu yang selalu aku pinta. Tapi aku sadar diri. Ini adalah bunga tidurku, hasrat terdalam yang kupunya. Maka kusimpan dalam dalam saja. Mereka bilang luka basah jangan sering disentuh jika ingin sembuh. Kusimpan jemariku. Kubiarkan gatal merayap rayap di sekitar lukaku. Semoga cintaku padamu segera lenyap, semoga lukaku segera menjadi kurap











