Sejak hari Gugun kecelakaan dan dia tidak mengizinkanku menjenguknya, aku kehilangan kontak dengannya.
Sampai akhirnya aku mendengar kabar pernikahannya.
Demi Allah, aku rindu Gugun.
Dan malam ini, untuk pertama kalinya, aku memimpikannya.
Dalam mimpiku, dia ada di tempatku, kami tidak berdua. Tempat itu ramai.
Tempatnya seperti kosanku yang lama, kos yang sering ia datangi dulu.
Rinduku sudah terlalu penuh, sampai akhirnya aku mengatakan semua perasaanku padanya.
Sambil menangis aku bilang,
“Gue kangen sama lu. Lu temen gue. Gue bener-bener rindu masa-masa kita bareng. In a friend way, Gun.”
Dia hanya termenung, melihat aku menangis.
Dan yang kuingat, dia sempat bilang, entah lewat chat atau ucapan
“Aku menikah… (menyesal). Aku seperti dijebak. Seperti ngambil barang laundry.”
Setelah itu, aku tidak ingat apa yang terjadi.
Tiba-tiba dia menciumku dengan sangat cepat.
Aku bahkan tidak yakin apakah itu benar-benar ciuman atau hanya perasaan yang terlalu nyata.
Karena aku harus bekerja.
Aku menulis ini hanya untuk mengingat:
bahwa kita pernah bertemu,
dan bahwa aku pernah mengatakan semuanya padamu,