Jika kelak, takdir tak pernah sampaikan kita pada temu, mungkin kau hanya menjadi satu dari sekian banyak pelajaran untuk ku mengerti hadirnya. Lagi dan lagi. Bukan seseorang yang kan benar benar singgah lalu menetap selamanya. Mengiringi proses bertumbuh untuk menjadi hamba yang lebih baik.
Aku pernah kehilangan, hingga ia menjadi sebuah pelajaran berharga yang membuatku kembali menyadari bahwa hanya Allah lah sandaran hati paling abadi.
Tak apa, karena satu hal yang selalu ku yakini hingga kini. Jika benar, namamu lah yang tertulis disana, maka sejauh apapun kau pergi, Allah tetap akan menyampaikanmu ke dalam pelukku. Namun jika memang bukan, maka sekuat apapun genggamannya, maka akan terhempas lah segalanya sampai kelak waktunya tiba.
Aku memohon pada-Mu berikanlah yang terbaik, jangan jatuh cintakan aku pada apa yang sejatinya tidak pernah ditakdirkan untukku. Sibukkan aku selalu dalam kebaikan yang akan membuatku semakin taat dan dekat pada-Mu wahai Dzat yang menggenggam hatiku.
Mampukan aku untuk ikhlas pada tiap hal yang sejatinya tak sesuai dengan apa yang aku mau dan akan menjauhkan ku dari-Mu, karena Engkaulah Sang Penentu, sedangkan aku manusia terbatas yang tak luput dalam genggaman takdir-Mu.
Mampukan aku untuk selalu berbaik sangka pada indah rencana-Mu. Jangan sesatkan aku dalam samudera ketidaktahuan setelah Engkau beri ku petunjuk arah jalan pulang. Tenangkanlah selalu hatiku bahwa apa yang sedang Engkau siapkan jauh lebih baik daripada apa yang selama ini selalu ku langitkan dalam do’a berlinang air mata..